Pemeriksaan Klinis Atrial Septal Defek

Pemeriksaan Klinis Atrial Septal Defek


Sobat secangkir terapi, kasus penyakit jantung Atrial Septal Defek banyak dikeluhkan pada anak-anak dimana saat lahir kondisi bilik atas jantung mengalami ketidaknormalan atau cacat fisik pada katup jantung.

Sehingga mengakibatkan gejala gangguan pada sistem kardio respirasi dimana jantung dan paru mengalami over suplai darah dan bayi mengalami gangguan fungsi organ tersebut.

Sebelum bayi lahir atau masih kondisi janin di perut ibu pembukaan janin normal memungkinkan darah mengalir dari jantung menuju jauh memutar ke paru-paru.

Setelah bayi lahir hal tersebut tidak diperlukan lagi karena katup jantung sudah terbentuk dan pembukaan katup pada bayi normal menutup sempurna atau menjadi kecil, namun pada bayi yang mengalami Atrial Septal Defek (ASD) pembukaan katup menjadi besar dan tidak normal dalam menutup sehingga mengakibatkan gangguan pada katup jantung dan dalam kondisi ini bayi menderita penyakit ASD dan memerlukan pemeriksaan klinis untuk menunjang diagnosa sebagai berikut.

Pemeriksaan Atrial Septal Defek

Definisi

Atrial Septal Defek (ASD) adalah terbuka lubang pada dinding jantung (septum) antara dua ruangan atas jantung (atrium) karena kelainan atau kecacatan.

Epidemiologi

  • Insiden ASD terjadi 1-2 dari 1.000 kelahiran
  • ASD merupakan penyumbang 7% dari penyakit Jantung bawaan, namun nilai tersebut bisa berubah dengan korelasi penambahan dari penyakit sekunder ASD.
  • Menurut Prevalensi kasus penyakit ini perempuan lebih banyak menderita daripada laki-laki dengan perbandingan 2:1 

Jenis Atrial Septal Defek

Klasifikasi ASD menurut WHO (World Health Organization) dibagi menjadi 3 kelompok:

1. Ostium Primum (OP)
Ostium Primum adalah hasil dari kegagalan fusi ostium primum dengan bantalan endokardial dan meninggalkan defek di dasar septum.

Kejadian kasus Ostium Primum ini perbandingan kasus pria dan wanita adalah sama dan menyumbang 20% dari kasus penyakit jantung bawaan. (Bernstein, 2007).

2. Ostium Sekundum
Ostium Sekundum merupakan tipe lesi pada ASD yang paling banyak 70% dan jumlah kasus ini pada wanita 2x lebih banyak daripada pria. (Vick dan Bezold, 2008).

3. Sinus Venosus
Sinus Venosus merupakan salah satu tipe ASD yang ditandai dengan malposisi pada masuknya vena kava superior atau inferior ke atrium kanan.

Insiden pada Sinus Venous ini diperkirakan menyumbang 10% dari seluruh kasus ASD (Vick dan Bezold, 2008).

Anamnesa

Pasien datang dengan keluhan sesak nafas jika sedang melakukan aktivitas sedikit, umur penderita 6 tahun dengan kondisi mudah capek dimana timbul kebiru-biruan pada tubuhnya.

Terkadang terdapat suara bising di dalam dada, sebelumnya dokter melakukan pemeriksaan radiologi dan ekokardiografi ternyata diagnosa smentara dokter itu ada penyakit jantung.

Riwayat penyakit keluarga penderita ada nenek yang menderita jantung, setelah itu anak itu diberi obat dan disuruh istirahat penuh.


Pemeriksaan Fisik dan Penunjang

Pemeriksaan Fisik

  • Inspeksi: Terlihat badan penderita kurus kering
  • Palpasi: Adanya murmur dan dada kanan lebih mengembang dibanding dada kiri
  • Auskultasi: Abnormalitas splitting berupa wide fixed splitting dengan bunyi jantung kedua

Pemeriksaan Penunjang

EKG

  • Nilai irama, heart rate, gangguan konduksi dan perubahan pola right axis deviation  menunjukkan nilai +90 - sampai dengan +180
  • Right Bundle Branch Block rsR di V1

Radiologi

  1. Kardiomegali dengan RAE dan RVE
  2. MPA Prominen PVM

Ekokardiografi

  • Terlihat grafik pada subcostal 4-chamber
  • Memperlihatkan defek pada septum atrium dan 
  • Ditemukan adanya left to right shunt dengan (RAE, EvE, PA >)


Diagnosa

Struktur tubuh dan fungsi

  1. Adanya lubang pada septum atrium
  2. Sesak napas
  3. Kelelahan penderita

Keterbatasan Gerak

  • Penderita tidak dapat melakukan aktivitas yang lama
  • Keterbatasan gerak karena pasif di tempat tidur

Partisipasi Restriksi

  • Tidak dapat bermain dengan teman sebaya
  • Mudah lelah

Diagnosa ICF

Adanya keletihan dan sesak napas karena adanya defek pada septum atrium sehingga tidak mampu melakukan aktivitas lama dan berkumpul dengan teman sebaya


Rencana Penatalaksanaan Terapi

Tujuan

  1. Memperbaiki pola napas
  2. Memperbaiki aktivitas keseharian (ADL)

Prinsip Terapi

  • Mengembalikan pola napas yang normal
  • Melakukan aktivitas normal tanpa keluhan

Edukasi

  • Mengatur aktivitas agar penderita tidak mudah capek dan letih
  • Mengajarkan penderita untuk hidup yang lebih baik tapi menjaga dari aktivitas yang membebani jantung
  • Mendidik untuk makan dan minum yang sehat untuk pasien

Kriteria rujukan

  • Dokter Umum
  • Dokter spesialis Jantung
  • Dokter Spesialis Anak
  • Fisioterapi


Prognosis

Prognosis akan membaik dan pulih dengan kondisi 98% apabila dilakukan operasi jantung sedini mungkin dan melakukan pemrograman fisioterapi pada kasus jantung ASD.

Prognosis akan memburuk jika dibiarkan tanpa perawatan


Sarana dan Prasarana

  • Ruang operasi dokter jantung
  • Ruang fisioterapi 

Kode Penyakit Atrial Septal Defek

  • Kode ICD:
  • Kode ICF: b410, b415, b420, b429, s410
DONASI LEWAT PAYPAL Mohon bantu berikan donasi apabila artikel ini memberikan manfaat. Donasi akan kami gunakan untuk pengembangan dan hidup yang lebih baik. Terima kasih.