Pemeriksaan Klinis Congenital Talipes Equinovarus




Sobat secangkir terapi, kasus melengkungnya ankle pada penderita Congenital Talipes Equines Varus (CTEV) dapat menimbulkan keluhan nyeri yang berkepanjangan.

Pada penderita CTEV riwayat tulang ankle mengalami keluhan seperti tulang:

  • Calcaneus
  • Navicular
  • Cuboid 

Tulang di atas mengalami rotasi ke arah medial terhadap talus dan tertahan dalam posisi gerakan adduksi serta inervasi oleh ligament dan tendon ankle dimana hal tersebut secara tidak langsung akan membebani kerja dari otot ankle seperti di bawah ini:

1. Gerakan Plantar Fleksi Talo Cranialis menyebabkan otot tibialis anterior menjadi lemah
2. Gerakan Inversi ankle kuat karena kelemahan otot sebagai berikut:
  • Peroneus longus lemah
  • Peroneus brevis lemah
  • Peroneus tertius menjadi lemah

3. Adduksi subtalar dan midtarsal pada ankle yang menyebabkan hambatan dalam berjalan

Jadi harus dilakukan pemeriksaan klinis untuk menunjang dan menegakkan diagnosa ke arah cedera tersebut.


Pemeriksaan Klinis CTEV



Definisi

Congenital Talipes Equines Varus ( CTEV) adalah kondisi kondisi dimana kaki pada posisi adduksi, supinasi dan varus sehingga menimbulkan hambatan dalam berjalan dan melangkahkan ankle.


Epidemiologi

  • Insiden CTEV di Amerika Serikat sebesar 1-2 kasus dalam 1.000 kelahiran
  • Insiden CTEV bervariasi tergantung dari jenis kelamin dan ras
  • Perbandingan laki-laki dan perempuan dalam CTEV adalah 2:1
  • Kejadian bilateral pada CTEV adalah 30-50%


Anamnesa

Pasien datang dengan kelainan bentuk ankle yang tampak dengan keluhan cenderung ke arah dalam (inversi) sedangkan untuk stabilisasi ankle memakai splint.dan penderita ada riwayat keluarga yang mengenai ankle dengan bentuk ankle yaitu CTEV.

Keluhan keterbatasan gerak pada ankle dirasakan sudah lebih dari 5 tahun yang lalu, dimana usia penderita sekarang adalah 6 tahun dengan gejala kelengkungan pada tumit.



Pemeriksaan Fisik dan Penunjang

Pemeriksaan Fisik

The Pirani Scoring System yaitu melakukan identifikasi tingkat keparahan dan perkembangan kasus CTEV selama koreksi dilakukan dengan 6 metode sebagai berikut:

1. Hindfoot and Midfoot = harus di koreksi
2. Midfoot dibedakan menjadi tonjolan posterior (posterior Crease) = harus dilakukan pemeriksaan
3. Kekosongan tumit atau Emptiness of the heel (EH)= harus dilakukan palpasi untuk mengetahui kekosongan pada tumit
4. Derajat dorsi fleksi atau degree of dorso flexi (DF) = diukur derajat kelengkungan ankle
5. Midfoot dibedakan menjadi 2 kelengkungan yaitu
  • Batas lateral atau Curvature of lateral border (CLB) dengan tonjolan sisi medial crease (MC)= diukur dengan goniometri
  • Kepala lateral talus (uncovering of the lateral head of the talus (LHT) = diukur dengan alat ukur goniometri
6. Curvature of talus border of the foot (CLB) = Batas tepi batas talus diukur kelengkungan dengan goniometri


Jadi kesimpulan tes pemeriksaan fisik:
Batas lateral kaki normal adalah lurus, batas kaki yang tampak melengkung pada ankle menandakan terdapat kontraktur medial sehingga harus dilakukan operasi bedah ankle jika memungkinkan oleh dokter spesialis bedah tulang yaitu dokter ortopedi
Pemeriksaan penunjang
  • CT Scan
  • Rontgen


Diagnosa

Penegakan Diagnosa
  • Keterbatasan gerak pada plantar fleksi dan dorsal flexi pada ankle
  • Keterbatasan gerak pada inversi dan eversi ankle
  • Endorotasi pada ankle

Struktur tubuh dan fungsi
  • Terjadi deformitas tulang pada ankle
  • Kontraktur pada otot ankle 

Partisipasi restriksi
  • Aktivitas sehari-hari terjadi gangguan (ADL terganggu)
  • Tidak mampu berdiri dan berjalan
  • Penderita kesulitan dalam berdiri dengan tegak yang menopang ankle

Diagnosa berdasarkan ICF
Gangguan sewaktu berdiri dan berjalan karena deformitas pada ankle yang menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu.


Rencana Penatalaksanaan Terapi

Tujuan
  • Penderita bisa berdiri dengan posisi kaki normal
  • Pasien bisa berjalan tanpa keluhan nyeri
Prinsip terapi
  • Mencegah deformitas pada ankle
  • Membantu ROM pada ankle
  • Menambah kekuatan otot pada tungkai
Edukasi
  • Mencegah gerakan inversi dan merubah gerakan ankle ke arah eversi
  • Memposisikan ankle pada posisi yang benar
  • Memberi tahanan pada ankle supaya penderita selalu dalam posisi yang benar
Kriteria rujukan
  • Dokter ortopedi
  • Fisioterapi



Prognosis

Gejala akan membaik apabila ditangani dengan benar dengan operasi bedah reposisi ankle yang dilakukan oleh dokter ortopedi.

Setelah itu dilanjutkan dengan program Fisioterapi untuk mencegah kontraktur dan deformitas yang berulang dan kesembuhan yang didapat adalah 98%.

Gejala akan memburuk jika metode secara konvensional tetap dilanjutkan dan metode operatif tidak dilakukan mengingat angka prognosis untuk gejala terbatasnya gerakan ankle tidak selama menjadi baik apabila deformitas masih dipertahankan.


Sarana dan Prasarana

Sarana
  • Matras
  • Alat melatih jalan
  • Walker
  • Isometric Exercise tool
  • Dll
Prasarana
  • Ruang bedah dokter ortopedi
  • Ruang fisioterapi


Kode Penyakit

  • Kode ICD-10: Q56.0
  • Kode ICF: b7s7

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel