Pemeriksaan Klinis Autis




Sobat secangkir terapi, anak dengan penyakit autisme mempunyai gangguan pada motorik kasar dan halus sehingga kemampuan gerakan di bawah anak normal pada umumnya.

Kemampuan gerakan pada anak autis berbeda dengan anak normal dengan perbedaan seperti berikut:

  1. Koordinasi
  2. Keseimbangan
  3. Kekuatan
  4. Kelincahan
  5. Kemampuan gerak statis dan dinamis


Sehingga memerlukan pemeriksaan klinis untuk menunjang diagnosa autis seperti di bawah ini:

Pemeriksaan Klinis Anak Autis



Definisi

Autis adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan gangguan dalam keterampilan sosial dan komunikasi, melakukan gerakan yang berulang-ulang, sikap dan perilaku stereotip. (Marko, 2015)

Epidemiologi

Prevalensi menurut jurnal kesehatan di Amerika Serikat, anak dengan gejala autis terjadi 10 dari 10.000 kelahiran.

Bayi laki-laki lebih besar menderita autisme daripada bayi perempuan dengan perbandingan 4:1

Penelitian di negara Amerika serikat mengenai anak autis pada tahun 2004 menunjukkan bahwa 300.000 anak di negara itu menderita autis dengan kasus 150 anak berusia di bawah 10 tahun.

Pertumbuhan anak autis sebesar 10-17 % per tahun, pada tahun 2018 kurang lebih ada 4 juta penderita autis di negara Amerika Serikat.

Untuk negara Indonesia jumlah anak autis adalah 1 dari 5.000 kelahiran anak dan pada tahun 2018 menurut Yayasan Autisme Indonesia ada peningkatan yang luar biasa dimana 1 dari 500 kelahiran anak menderita autisme.


Anamnesa

Pasien datang dengan keluhan sulit beradaptasi dengan lingkungan baru, tidak merespon ketika asyik bermain sendiri, takut dengan permainan kuda-kuda dan ayunan.

Anak itu cenderung pendiam dan kemampuan aktivitas fisik di bawah anak normal dengan keluhan lain adalah berlari selalu tidak lurus dan sering berlari zig zag, susah dalam belajar dan bicara kurang jelas.


Pemeriksaan Fisik dan Penunjang

Pemeriksaan Fisik

  • Autism Behavior Checklist
  • Moderat score = 56
  • One leg standing test : terdapat gangguan dalam keseimbangan

Tes kognisi

  1. Atensi: kurang
  2. Motivasi: jelek
  3. Emosi: tinggi dan berubah-ubah
  4. Komunikasi: sulit diajak komunikasi

Tes fungsional
Kesulitan dalam melakukan aktivitas secara mandiri seperti:

  • Memakai baju
  • Celana
  • Sandal
  • Dll
Pemeriksaan Penunjang
  1. CT Scan
  2. MRI


Diagnosa

Penegakan diagnosa
Keterbatasan aktivitas keseharian (ADL)
  • Kesulitan dan gagal fokus dalam belajar
  • Susah bermain yang memerlukan aktivitas fisik yang berat
  • Aktivitas sehari-hari tidak mampu mandiri

Fungsi tubuh
  • Gangguan perkembangan saraf otak
  • Partisipasi Restriksi
  • Kesulitan berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan

Diagnosa berdasarkan ICF
Kesulitan dalam belajar, bermain, beraktivitas secara mandiri karena adanya gangguan perkembangan saraf otak sehingga penderita sulit dalam berinteraksi dengan lingkungan.




Rencana Penatalaksanaan Terapi

Tujuan
  1. Anak dapat berjalan dan berlari dengan seimbang
  2. Anak autis dapat bermain ayunan dan mainan yang bergerak
  3. Meningkatkan kognisi pada anak
  4. Meningkatkan kemandirian dalam melakukan aktivitas keseharian (ADL).

Prinsip terapi
Melatih sensomotorik anak lewat permainan yang disesuaikan dengan umur anak untuk meningkatkan kemampuan:
  • Motorik
  • Keseimbangan
  • Koordinasi gerak

Edukasi

  1. Latihan dapat dilakukan di rumah oleh orang tua, perhatian orang tua sangat diperlukan demi peningkatan kemampuan anak.
  2. Mengajak anak untuk berkomunikasi 
  3. Membujuk anak untuk bermain di luar rumah
  4. Melatih adaptasi dengan lingkungan baru
  5. Melatih interaksi dengan semua orang
Kriteria rujukan
  • Dokter Anak
  • Psikologi
  • Fisioterapi


Prognosis

Kesembuhan pasien autis dapat kembali normal 94% dengan konseling dan edukasi terapi dimana hal ini merupakan program untuk rehabilitasi anak autis.



Sarana dan Prasarana

Sarana
  • Matras
  • Balance pad
  • Papan titian
  • Mainan
Prasarana untuk melatih kognisi 
  • Ruang latihan
  • Taman bermain

Kode penyakit:

  • Kode ICD:F84.0
  • Kode ICF: -

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel