Spasmofilia Diakibatkan Kram Dan Nyeri Otot

Spasmofilia Diakibatkan Kram Dan Nyeri Otot

kram otot dan ketegangan otot di leher kepala dan bahu



Saya Pernah mendapatkan pasien dari dr. Syaraf beberapa waktu lalu. Beliau menyarankan pasien untuk melakukan Fisioterapi.

Setelah saya lihat statusnya terbaca tulisan dokter kasus Spasmofilia dan terdapat beberapa obat resep dari dokter obat plat merah seperti diazepam dan selebihnya anti radang dan nyeri serta vitamin otot.

 Saya berkesimpulan bahwa pasien juga ada menderita psikis selain fisiknya yang sakit, terkadang beliau sering mengeluhkan sakit kepala.

Kram Otot Karena Spasmofilia

Spasmofilia dapat menyebabkan kram otot bisa terjadi pada siapa saja dan menimbulkan rasa tak nyaman karena seseorang tidak bisa bergerak untuk beberapa saat.

Terkadang mengakibatkan gejala uring-uringan yang disebabkan kaku di leher, bahu, kepala dan sekitar otot belikat yang mengarah kepada nyeri kepala hebat jika kondisi kronis.


Definisi

Spasmofilia adalah sebuah gangguan yang ditandai dengan kedutan otot, kram dan kejang carpopedal.


Penyebab

Jika kondisinya parah bisa menyebabkan kejang-kejang. Tergantung grade nyeri yang diderita pasien.
Penyebabnya adalah 2 Faktor Utama yaitu :
  1. Faktor Fisik
  2. Faktor Psikis

Faktor fisik dan Psikis tergantung yang mana yang paling dominan, bisa juga keduanya penyebabnya.

Faktor Fisik

Faktor Fisik biasanya kita kekurangan mineral dalam tubuh seperti kejang dan kram yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan elektrolit di dalam darah yang bisa karena kekurangan kalsium (hypocalcemia) atau kekurangan serum magnesium yang mungkin terkait dengan hiperventilasi, hipoparatiroidisme, rakhitis, uremia atau kondisi lain.

"Pada kasus spasmofilia, kram otot terjadi karena kurangnya elektrolit kalsium di dalam otot. Kondisi ini bisa terjadi pada daerah-daerah tertentu (lokal) misalnya di tangan atau perut saja, tapi bisa juga di beberapa tempat," ujar dr Hardhi Pranata, SpS.

Dr Hardhi menuturkan spasmofilia bisa juga seperti sakit maag tapi bukan karena ada masalah pada lambungnya, melainkan akibat kram pada otot perutnya.

Jadi jika seseorang merasa sakit maag terus menerus dan tidak sembuh meskipun sudah minum obat, bisa jadi itu akibat kram pada otot perutnya.

Gejala lain yang muncul pada seseorang yang memiliki spasmofilia adalah mengalami kejang-kejang, tapi bukan karena epilepsi.

Selain kram otot yang menjadi gejala utamanya, gejala lainnya adalah lesu, lemah dan mudah kesemutan.

Pada umumnya penderita spasmofilia sering merasakan sakit kepala dan leher terasa kaku dengan keluhan kejang dan kram sehingga sifat nyeri kepala pada spasmofilia adalah hilang timbul sesuai aktivitas penderita.


Faktor Psikis

"Spasmofilia juga bisa berhubungan dengan orang yang sering cemas atau mengalami kecemasan berlebihan. Terkadang orang-orang ini menunjukkan hasil yang positif terhadap tes spasmofilia," 

Penyebab Spasmofilia karena fisik yaitu Kekurangan ion kalsium, magnesium dan kalium dalam otot yang terjadi pada penderita spasmofilia kemungkinan disebabkan karena adanya kelainan di dalam metabolisme tubuh orang tersebut. Hal ini membuat tubuh tidak bisa menyerap ion kalsium dengan baik.

Perlu dilakukan anamnesa terperinci untuk menegakkan diagnosa spasmofilia biasanya dilakukan tes spasmofilia dengan menggunakan alat elektromiografi (EMG).

Pada tes ini akan dilihat gelombang dari sel-sel otot yang biasanya mengalami kram atau kejang.


Fisioterapi Spasmofilia

Kasus Spasmofilia dalam dunia fisioterapi dikaitkan dengan kasus muskuloskeletal atau masuk Fisioterapi B yaitu masalah otot dan pergerakan sendi. 

Dalam percobaannya dr Hardhi melakukan eksperimen dengan seseorang sering mengalami kram di tangan, maka pada daerah tersebut akan diberikan rangsangan berupa kejut listrik misalnya 3 kali per detik.

Nantinya seseorang akan mengalami kram dan timbul gelombang pada alat EMG.

Jika gelombang yang dihasilkan tinggi, maka orang tersebut dinyatakan positif memiliki spasmofilia.

Perlu diketahui untuk menegakkan diagnosa yang akurat tentang suatu masalah otot harus dimulai dengan anamnesa yang mendalam dan terperinci dengan cara : 
  1. Dilihat biodata orang (nama, alamat, pekerjaan dan hobi atau aktivitas sebelumnya).
  2. Dilakukan Inspeksi dan Palpasi
Penjabarannya dengan cara inspeksi melihat pola gerak sendi dan pergerakan otot.
Sedangkan palpasi meraba area yang sakit dengan adanya symptome berupa peradangan atau bengkak. suhu tubuh area yang sakit.

Setelah terjadi gejala dengan indikasi Spasmofilia langkah selanjutnya terapi harus memahami tentang kondisi fisik & psikis pasien sebagai faktor utama penyebabnya. 

Untuk faktor Fisik Fisioterapi banyak membantu dalam penangan kasus seperti itu. Salah satu cara kami biasa menggunakan modalitas panas untuk menaikkan suhu kapiler darah / vasodilatasi bisa menggunakan Infra merah ( IR ) juga modalitas lain yang serupa prinsipnya.

Metode Fisioterapi

Baru langkah berikutnya pasien harus rileks dengan menggunakan metode Fisioterapi seperti:
  • Dry needling dengan jarum pada titik trigger
  • Manipulasi sendi bahu dan leher
  • Proper positioning
  • Pasif dan Aktif ROM
  • MWD Terapi
  • IRR


Spasmofilia dapat disembuhkan. Dokter Syaraf menyarankan pasien dengan obat berupa kapsul atau tablet yang mengandung kalsium, magnesium dan kalium.

Disamping itu faktor psikis berupa stress memang pasien harus dibantu permasalahan berupa sharing tertutup antara terapis dan pasien untuk menjaga kerahasiaan masalah. 


Hipnoterapi

Penggunaan hipnoterapi dalam dunia medis memang biasa untuk melepas penat dan beban pasien dari masalah yang dihadapi.

Sehingga kasus kram, kejang dan kaku otot disertai pusing kepala yang berakibat nyeri kepala bisa disembuhkan dengan metode di atas.

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel