Pemeriksaan Klinis Arthrogryposis Multiplex Congenital



Sobat secangkir terapi, penderita yang mengalami penyakit AMC sering mengeluhkan dengan kurangnya menangis daripada anak normal pada umumnya, sehingga orang tua terkadang cemas dan bingung dengan kejadian tersebut.

Pada umumnya riwayat orang tua yang menderita multiple sclerosis, myasthenia gravis dan diabetes melitus bisa menyebabkan anak menderita kasus AMC, sehingga harus dilakukan pemeriksaan klinis untuk menegakkan diagnosa penyakit itu.

Pemeriksaan AMC


Definisi

Arthrogryposis Multiplex Congenital (AMC) adalah istilah umum untuk menjelaskan terdapat kontraktur kongenital.


Epidemiologi

  • Kasus penyakit ini jarang atau langka dengan angka kelahiran hidup 1:3.000
  • Tidak bersifat progresif
  • Kelainan terbanyak di ulnar deviasi

Anamnesa

Pasien datang dengan keluhan kelemahan pada pada ekstremitas atas dengan terhambatnya dalam proses persalinan dimana ibu kandung saat melahirkan menderita multiple sclerosis.
Terdapat riwayat penyakit keluarga, umur penderita 6 bulan, jenis kelamin perempuan.

Pemeriksaan Fisik dan Penunjang

Pemeriksaan Fisik
1. Tes Ashworth Scale
  • Terdapat kontraktur pada ekstremitas atas
  • Tangan terdapat kelumpuhan dalam gerak
2. Tes ROM
  • Terdapat keterbatasan dalam gerak aktif dan pasif pada ekstremitas atas
  • Nilai ROM minus 3 pada ekstremitas dextra dan 3 pada ekstremitas sinistra
3. Antropometri
  • Terdapat perbedaan panjang pada ekstremitas kanan dan kiri
  • Ekstremitas atas mengalami kelumpuhan daripada ekstremitas bawah
Pemeriksaan Penunjang
CT Scan terdapat kontraktur

Rencana Penatalaksanaan Terapi

Tujuan
  • Proper positioning bayi yang benar
  • Mengembalikan pola gerak bayi yang normal
Prinsip Terapi
  • Meningkatkan ROM pada persendian atas
  • Menjaga ROM dengan splinting
  • Stretching pada ekstremitas atas
Edukasi
  • Mengajarkan orang tua di rumah untuk melakukan stretching pada bayi dengan 3-5 kali sesi per hari
  • Repetisi dan tahanan 20-30 detik
Kriteria Rujukan
  1. Dokter Spesialis Anak
  2. Fisioterapi

Diagnosis

Struktur Tubuh dan Fungsi
  1. Adanya kontraktur persendian
  2. Meningkatnya tonus otot postural pada ekstremitas atas
  3. Fungsi dari lengan kanan dan kiri mengalami kelumpuhan
  4. Lemas dan lemah kondisi tubuh
Keterbatasan Aktivitas Keseharian (ADL)
  1. Keterbatasan pada ekstremitas atas
  2. Adanya gerak pasif dan aktif yang terbatas pada ekstremitas atas
Partisipasi Restriksi
  • Bayi mengalami sedikit gerakan 
  • Menangis jarang terjadi karena lemah dan lemas
Diagnosa Berdasarkan ICF
Adanya keterbatasan gerak akibat adanya kontraktur, kekakuan sendi dan kelemahan otot pada ekstremitas atas

Prognosis

Prognosis akan membaik apabila dilakukan intervensi secara cepat dengan menggunakan splinting dan prognosis akan memburuk apabila koreksi postur lambat dilakukan.

Kode Penyakit

  • Kode ICD: Q74.3
  • Kode ICF: b7s7

Info Terkait

Previous
Next Post »