Studi Kasus Bell's Palsy Dengan Keluhan Wajah, Bibir dan Mata Perot

Studi Kasus Bell's Palsy Dengan Keluhan Wajah, Bibir dan Mata Perot

kasus bell's palsy dengan wajah miring atau perot


Sobat secangkir terapi, kasus wajah miring, bibir perot, alis mata tertarik keatas dan kelopak mata tidak bisa menutup dengan sempurna sewaktu merem, disebabkan oleh kelemahan pada saraf wajah atau disebut dengan kelemahan nervus facialis.

Kelemahan nervus facealis dalam bidang kedokteran disebut dengan gejala "Bell's Palsy Syndrome", ditandai dengan mata merah karena tidak bisa menutup kelopak mata sewaktu tidur, sudut bibir bocor sewaktu minum air, sehingga air keluar dan tumpah pada salah satu sudut bibir.

Kasus Bell's Palsy

Kasus bell's palsy pada umumnya ditandai dengan proses peradangan pada foramen stylomastoideus, dimana peradangan tersebut menyebabkan lesi pada salah satu wajah Anda sehingga bentuk wajah Anda menjadi tidak simetris lagi.

Gejala asimetris wajah tentu mengganggu kecantikan Anda, dimana wajah kehilangan daya elastis dan kekuatan dalam menjaga wajah tetap simetris dan tegak dalam posisi yang sempurna (normal).

Ketika bentuk wajah tidak sempurna lagi, disitulah kita memerlukan seseorang yang bisa menyembuhkan dengan cepat keluhan yang Anda derita, disamping itu wajah Anda juga akan mengalami gangguan dalam fungsinya seperti kesulitan menutup kelopak mata dengan sempurna, menutup bibir dengan sempurna, meluruskan dahi dan kesulitan tersenyum.

Wajah merupakan aset yang sangat penting bagi diri Anda, kecerahan wajah, rasa percaya diri dan karismatik terlihat dari pancaran wajah Anda, namun ketika wajah Anda mengalami gangguan maka Anda menjadi orang yang illfeel dan fell small.

Etiologi Bell's Palsy

Lesi pada wajah Anda pada umumnya timbul ketika ada gangguan pada saraf ke VII yang disebut dengan saraf fasialis, terletak pada foramen stylomastoideus yang mengakibatkan kelumpuhan otot - otot wajah dan bersifat akut (muncul secara tiba - tiba setelah bangun tidur).

Secara etiology penyebabnya tidak diketahui secara jelas (undefined), diduga karena proses peradangan dan infeksi pada pasien neuroproxia sehingga prognosa menjadi nampak baik.

Sifat bell's palsy bersifat unilateral jarang yang bersifat bilateral dan terjadi berulang - ulang, kemungkinan dari trauma dari foramen stylomastoideus yang mengalami penyempitan.


Patofisiologi Bell's Palsy

Terjadinya peradangan di daerah persarafan wajah dan pembengkakan stylomastoideus, diagnosa penyakit bisa diambil kesimpulan bahwa berdasarkan pemeriksaan tertentu namun hasilnya negatif, pada umumnya terjadi pada kasus cabut gigi, peradangan di telinga dalam dan kasus hipertensi.

Proses patofisiologi penyakit meningkat ke arah kerusakan perifer saraf atau disebut dengan neuropraxia, aksonotmesis dan neuronotmesis.


Lokasi Lesi Bell's Palsy

Letak lesi pada pasien bell's palsy dibagi menjadi 3 tempat kejadian di wajah yaitu:

1. Sebelum foramen
Gangguan sensorik pada setengah depan dan lidah, gangguan pendengaran karena nervus VII dan nervus VIII berjalan berdekatan.

2. Di foramen stylomastoideus
Gangguan nyeri dan bengkak di wajah Anda.

3. Sesudah foramen
Gangguan keseimbangan karena telinga berdengung.

Gejala Kelemahan Wajah Yang Mirip dengan Bell's Palsy

  • Unilateral wajah dimana wajah bagian bawah mengalami kontalateral (otot yang lemah tertarik otot yang kuat) sehingga terjadi lesi supranuclear pada nervus VII.
  • Unilateral seluruh wajah mengalami kelemahan ipsilateral nuclear atau disebut juga dengan infranuclear nervus VII.
  • Bilateral seluruh wajah dengan kelamahan bilateral nuclear atau infranuclear nervus VII atau penyakit otot.
  • Facial palsy perifer yang diketahui penyebabnya bukan bell's palsy, seperti tumor, otitis media, herpes zoster, fraktur tengkorak, trauma gangguan parotis, polineuritis cranial, dll


Inciden Bell's Palsy

  1. Terjadi bell's palsy pada segala umur terbanyak usia 20 - 50 tahun
  2. Kejadian bell's palsy terjadi sekitar 20 -25 per 100.000 populasi penduduk
  3. Wanita lebih banyak menderita bell's palsy daripada laki - laki
  4. Banyak kasus terjadi pada wanita hamil dan penderita diabetes

Catatan:
Untuk kasus penderita diabetes karena lemak tubuh berlebihan sehingga menekan nervus wajah, biasanya disertai nyeri pada musculoskeletal


Untuk kasus wanita lebih banyak daripada laki - laki karena berkaitan dengan rematisme dimana ada hubungan dengan metabolisme yang terkena rematik adalah kaum wanita sebab jarang beraktivitas.

Studi Kasus Bell' s Palsy


Penyebab umum pasien mengalami wajah perot di wajah, bibir dan mata karena beberapa faktor, diantaranya:

1. Kipas angin yang mengenai wajah langsung dalam waktu yang lama

Hal ini disebkan oleh kelamahan pada arteri pembuluh darah sehingga menyebabkan penyempitan dan penekanan nervus facialis.

2. Hawa AC yang mengenai wajah langsung dengan waktu yang lama

Penggunaan AC yang mengenai wajah dapat mengakibatkan kelemahan dan terjadinya penyempitan vena dan arteri wajah sehingga hal tersebut menimbulkan statis vena dan arteri defek timbulah kelemahan saraf wajah dan perot jadinya.

3. Pengaruh bersepada motor waktu malam hari atau terkena hawa dingin di wajah

Ketika wajah kita terkena angin dingin atau udara malam yang dingin akan menimbulkan kelemahan wajah dan akibatnya menimbulkan perot karena statis vena dan arteri pembuluh darah wajah.

Dalam studi kasus ini, maka di dapatkan gejala, riwayat penyakit, kelemahan wajah dan inciden kasus bell' s palsy.


Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel