Penyebab Patah Tulang Pada Lansia (Orang Tua Lanjut Usia)

penanganan patah tulang pada lansia




Patah Tulang Pada Lansia

Sobat secangkir terapi, patah tulang dalam bahasa medisnya disebut dengan fraktur, dan orang lanjut usia (lansia) rentan sekali terjadinya fraktur disebabkan oleh beberapa macam akibat bisa dari trauma luar maupun dari dalam tubuh.

Banyak lansia yang terkadang ceroboh dan sering terpeleset atau jatuh dari kamar mandi dan WC sehingga indikasi patah tulang sering terjadi, hal demikian membuat lansia harus dijaga dan diawasi dalam perilaku dan kegiatan sehari-hari.


Mengenal Trauma Patah Tulang

Patah tulang disebabkan oleh 2 faktor yaitu:

1. Trauma dari luar tubuh manusia

Diakibatkan oleh tekanan dan kekuatan yang besar sehingga tulang tidak dapat menahan kekuatan tersebut sehingga terjadi retak atau bahkan patah.

Contoh: patah tulang akibat jatuh dari naik pohon, jatuh dari sepeda motor, dll.

2. Trauma dari dalam tubuh manusia

Diakibatkan oleh beberapa faktor.
  • Usia penderita
  • Kelenturan tulang
  • Jenis tulang

Lansia atau orang tua lanjut usia sangat rentan sekali dengan kejadian patah tulang, sebab usia beliau sangat lazim untuk terjadinya fraktur yang diakibatkan oleh 2 faktor di atas, tetapi yang paling banyak terjadi di lapangan adalah fraktur dari dalam tubuh lansia.

Indikasi terjadinya fraktur dalam tubuh lansia menurut studi di lapangan terjadi karena osteoporosis (pengeroposan masa tulang).

Osteoporosis adalah berkurangnya masa tulang per unit volume tulang atau disebut juga kerapuhan tulang akibat berkurangnya kepadatan tulang.

Wanita penyumbang terbanyak kasus patah tulang pada lansia, sekitar 40% kasus geriatri diakibatkan oleh patah tulang dan selebihnya faktor penurunan kapasitas fisik organ tubuh.

Pada kasus patah tulang orang tua lanjut usia (lansia) biasanya pasien susah untuk diajak berobat ke rumah sakit dan memilih untuk berdiam ditempat karena faktor psikologis pasien yang tidak mau diangkat-angkat dan menyusahkan anak-anaknya ataupun kerabat familiy lainnya.

Beberapa penemuan di lapangan menunjukkan bahwa lansia yang terjadi trauma jatuh atau terpeleset dari kamar mandi sangat enggan beranjak dari tempat tidurnya dan memilih untuk diobati pakai pijat daripada ke rumah sakit.

Hal demikian menyebabkan penanganan patah tulang pada lansia menjadi sulit.

Ciri Patah Tulang Pada Lansia

Pada lansia fraktur dari dalam diakibatkan oleh jatuh atau terpelseset di area bokong mengakibatkan gejala seperti:
  1. Nyeri di area trauma
  2. Alat penggerak tubuh tidak bisa bergerak, seperti kaki sulit untuk di mobilisasi
  3. Pasien senang memilih untuk berbaring
  4. Menghindari nyeri di area yang sakit
  5. Menangis dan merintih ditengah malam akibat nyeri
  6. Terjadi bengkak
  7. Warna kulit pucat biru


Penanganan Pertama Pada Kasus Patah Tulang Lansia

Kebanyakan keluarga pasien lansia kebingungan untuk mengobati dan menanganinya karena pasien sendiri susah untuk beranjak dari tempat tidur.

Maka disini saya akan memberikan tips kepada sobat secangkir terapi untuk penanganan pertama pada kasus patah tulang lansia.

Untuk menangani kasus patah tulang pada lansia maka yang sobat secangkir terapi perlukan adalah pendekatan interpersonal dan pendekatan intrapersonal.

Pendekatan interpesonal pasien lansia

Pada kasus patah tulang yaitu memberikan support kepada pasien agar mau diajak ke rumah sakit, cara yang terbaik adalah membujuk dan merayu beliau untuk sadar dengan keberadaan dia dan anak - anaknya.

Contoh:

Ma jika mama berbaring terus-terusan disini tidak kasihan kah dengan anakmu yang merawat, kami kan kerja dan mama harus bangkit dari tempat tidur ini, ayo kita ke rumah sakit nanti biar mama sehat. Jika mama disni terus kami tidak bisa kerja !

Pendekatan intrapersonal pasien lansia

Pada kasus patah tulang yaitu memberikan pelayanan yang sugestif dan mau diajak kerjasama antara perawat, dokter, fisioterapi dan tenaga medis lainnya.

Kebanyakan pada kasus lansia, pasien cenderung susah untuk diobati oleh tenaga medis lainnya karena faktor nyerinya.

Maka keluarga dan tenaga medis lainnya juga perlu edukasi pada pasien lansia.

Contoh:

Ibu nanti minum obat ini sehari 3x ya (kata dokter). Saya tidak mau obat dan suntik pak dokter saya mau pulang saja (pasien lansia). Maka keluarga harus mensupport beliau untuk mau rutin minum obat sesuai anjuran dokter. Jika ibu tidak minum ini maka ibu tidak menghargai jerih payah kami dalam merawat ibu, minumlah obat ini ibu demi anakmu tersayang (kata anak).

Perawatan dan Pengobatan Pada Patah Tulang Di Rumah Sakit

Perawatan pada kasus patah tulang lansia perlu diperhatikan tentang riwayat osteoporosis dan riwayat trauma.

Jika indeks masa tulang lansia poor maka kelenturan tulang dan jenis tulangnya tergolong rapuh sehingga keluarga pasien harus mewaspadai gerakan berlebih untuk menghindari patah tulang berlanjut.

Contoh: Sewaktu mengangkat pasien dari ranjang maka harus di waspadai gerakan berlebih dalam tulang untuk menghindari patah yang berlanjut. Jika perlu dipasangi gips atau bebat kayu pada tulang yang fraktur agar tidak mobile.

Informasi Rumah sakit khusus patah tulang (ortopedi) terbaik di Indonesia

  1. RS Bedah dan Ortopedi dr. Soeharso, Surakarta, Jawa tengah
  2. RS Bedah dan Ortopedi Surabaya
  3. RS Bedah dan Ortopedi Jakarta
  4. RS Bedah dan Ortopedi Siaga
  5. RS Ortopedi dan bedah Bandung

Mengenai alamatnya bisa dilihat di "Hospital List" di web secangkir terapi ini.
Mengenai hal lain dalam fraktur lansia ini maka dokter spesialis tulang lebih berwenang dalam menjelaskan kondisi pasien dan pengobatan tentang patah tulang pada lansia.


Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel