Cegah Rasa Sakit Dengan Ethil Chlor Spray

Cegah Rasa Sakit Dengan Ethil Chlor Spray

manfaat etil chlor dalam olahraga dan cedera otot saat olahraga




Obat Etil Chlor Spray


Sobat secangkir terapi, pernahkah Anda melihat pertandingan sepak bola di televisi, ada pemain yang mengalami cedera.

Tiba - tiba tim Fisioterapi bergegas membawa pemain tersebut ke luar garis batas lapangan.

Kemudian Tim tersebut mengeluarkan sekaleng sprayer dan disemprotkan di area otot pemain yang mengalami cedera.

Tahukah bahwa sprayer tersebut adalah etil chloride. Fungsi dari obat tersebut adalah mengurangi rasa sakit dan kencang di bagian otot. Sehingga setelah disemprot dengan etil chlor spray, pemain dapat kembali ke lapangan dan bermain bola lagi.

Harga Etil Chlor

Etil chlor juga banyak dijual di apotek dan toko obat, dengan harga lumayan mahal. kurang lebih harganya Rp. 110.000,- .

Namun penggunaan obat tersebut bagus untuk mengatasi gejala otot akut pasca trauma otot yang disertai cedera otot, keterbatasan gerak tubuh, kram otot, otot kaku dan kencang serta sebagai anestesi lokal.

Rumus kimia etil chloride = C2H4 + HCl → C2H5Cl
rumus kimia etil chlor: Ethyl chloride, Monochloroethane, Chlorene, Muriatic ether, EtCl, UN1037, Hydrochloric ether.
  • Molar mass: 64.51 g/mol
  • Boiling point: 12.3 °C
  • Density: 920 kg/m³

Nama lainnya = Ethyl chloride, Monochloroethane, Chlorine, Muriatic ether, EtCl, UN1037, Hydrochloric ether.


Pengobatan Dengan Etil Chlor

Menurut dr.Michael, penggunaan chlor etil merupakan bagian dari penanganan cedera yang disebut RICE (Rest, Ice, Compression dan Elevation).
  1. Rest = Istirahatkan pasien supaya terjadi relaksasi tubuh.
  2. Ice  = Kompres dingin dengan menggunakan es atau sejenis sprayer ( etil chlor) untuk masalah urgent pada otot.
  3. Compression = Kompres atau membungkus daerah luka atau sakit dengan perban elastis. Bertujuan untuk meredakan inflamasi.
  4. Elevasi = Menaikkan bagian tubuh yang cedera lebih tinggi untuk mengurangi nyeri dan bengkak.

Penanganan cedera untuk pemain sepakbola, fisioterapi berperan dalam sport terapi untuk strengthening otot dan stretching otot supaya otot kembali elastisitasnya.

Etil chlor diberikan sebagai cairan dalam botol semprot didorong oleh tekanan uap sendiri, penggunaan sebagai anestesi topical vapocoolant topikal ringan atau digunakan untuk pereda nyeri sementara, dengan efek dingin ketika disemprotkan pada kulit, panas yang diserap oleh cairan mendidih pada jaringan kulit menghasilkan dingin dalam waktu yang cepat.

Karena titik didihnya jauh diatas titik beku air, etil chlor juga berbahaya jika terkena api karena sifatnya mudah terbakar dan penggunaanya harus diawasi dari jangkaun anak - anak.

Indikasi Etil Chlor

Indikasi atau kegunaan etil chlor dalam dunia medis dan fisioterapi :
  1. Etil klorida digunakan sebelum dan sesudah prosedur bedah minor atau untuk mematikan rasa kulit sebelum menerima suntikan atau obat intravena.
  2. Spary etol chlor digunakan untuk mengurangi rasa sakit myofascial dan untuk meningkatkan gerak terbatas anggota badan.
  3. Sementara anestesi etil klorida semprot mampu meringankan rasa sakit karena ketegangan otot atau sayatan bedah, terdapat resiko yang terkait dengan penggunaannya.
  4. Etil klorida tidak dimaksudkan untuk penggunaan jangka panjang karena merupakan karsinogen hati dan ginjal.
  5. Petroleum jelly umumnya juga digunakan bersamaan dengan etil klorida untuk mencegah kulit dari pembekuan.



Efek samping Etil Chlor

Efek samping etil chlor adalah :
  1. Sebagian orang ada yang mengalami alergi yang ditandai bintik - bintik merah ( ruam ) setelah penggunaan etil chlor kulitnya.
  2. Penggunaan di dalam ruang tertutup bisa menyebabkan orang kesulitan bernapas.
  3. Ethol cglor berbahaya jika mengenai selaput lendir pada mata, mulut dan hidung.
  4. Gas etil chlor mudah menguap dengan cepat sehingga bisa terbakar dan mudah meledak jika penanganan tidak sesuai aturan.

Cara penggunaan etil chlor sprayer

pengobatan dengan etil chlor spray meredakan ketegangan otot


Cukup disemprotkan pada area otot yang mengalami cedera sampai kulit menjadi dingin.

Kemudian otot yang terkena sprayer harus dilakukan massage ringan disertai strengthening dan stretching untuk mengembalikan elastisitas otot yang mengalami ketegangan pasca trauma.


Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel