Pemeriksaan Klinis Hidrosefalus

Pemeriksaan Klinis Hidrosefalus




Sobat secangkir terapi, penyakit hidrosefalus merupakan keadaan yang disebabkan gangguan keseimbangan antara produksi dan absorpsi cairan serebrospinal dalam ventrikel otak.

Kata Hidrosefalus sebenarnya berasal dari bahasa latin yaitu hydro yang berarti air dan cephalus yang artinya adalah kepala.

Kenapa hidrosefalus identik dengan pembesaran kepala?

Hal ini disebabkan karena sistem produksi cairan serebrospinal mengalami peningkatan yang mengakibatkan pembesaran kepala penderita dimana produksi cairan itu lebih besar dari absorpsi sehingga peningkatan tekanan cairan itu menghasilkan dilatasi pasif ventrikel.

Hidrosefalus disebabkan oleh beberapa keadaan dimana salah satu penyebab adalah gangguan perkembangan janin dalam uterus atau infeksi intrauteri atau disebut dengan penyakit konginetal.

Hampir 60-90% penderita hidrosefalus disebabkan karena konginetal, hal ini tidak luput dari infeksi toxoplasma gondii pada saat penderita mengalami masa kehamilan.

Pemeriksaan Klinis Spina Bifida


Definisi

Hidrosefalus adalah peningkatan jumlah volume cairan serebrospinal dalam kepala yang ditandai dengan pembesaran kepala yang berisi cairan.


Epidemiologi

  • Kasus penyakit hidrosefalus terjadi diantara 0,2 - 4 dari 1.000 kelahiran
  • Insidensi hidrosefalus konginetal adalah 0,5-1,8 pada tiap 1000 kelahiran
  • 11% - 43% disebabkan oleh stenosis aqueductus serebri
  • Tidak ada perbedaan insidensi untuk kedua jenis kelamin yaitu perbandingan laki-laki dan perempuan adalah seimbang
  • Hidrosefalus infantil 46% akibat abnormalitas perkembangan otak
  • 59% terjadi karena pendarahan subarachnoid dan meningitis
  • 4% akibat tumor fossa posterior


Anamnesa

Pasien datang dengan keluhan terjadi pembesaran kepala di bagian posterior dengan keluhan susah menegakkan leher dan kepala dan sering menangis.

Umur penderita 2,5 tahun jenis kelamin laki-laki mengalami gangguan spastisitas di leher dan sering mengantuk, kondisi ini mengganggu dalam perkembangannya.


Pemeriksaan Fisik dan Penunjang

Pemeriksaan Fisik
  • Lingkar kepala 32-39 cm
  • Terjadi penambahan lingkar kepala 2 cm saat usia 3 bulan
  • Penambahan lingkar kepala berkurang 1 cm pada 3 bulan kedua
  • Ada penambahan lingkar kepala pada 6 bulan dengan ukuran penambahan 0.5 cm
Pemeriksaan Penunjang
  • Foto Rontgen memperlihatkan kepala membesar dengan sutura dan fontanel yang masih terbuka, kondisi tulang kepala sangat tipis, jika ada fosa crania posterior tampak kecil dibandingkan fossa crania medial dan anterior bisa dipastikan bahwa hydrosefalus tersebut disebabkan karena stenosis akuadatus sylvii.
  • CT Scan kepala terdapat obstruksi dan adanya pelebaran dari ventrikel lateralis dan ventrikel III, ventrikel IV terjadi perubaha ukuran normal dan adanya penurunan densitas oleh karena terjadi reabsorpsi transependimal dari cairan serebrospinal.
  • Pada hidrosefalus komunikan gambaran CT Scan menunjukkan dilatasi ringan dari semua sistem ventrikel termasuk ruang subarachnoid di proksimal dari daerah sumbatan
  • USG menunjukkan sistem ventrikel yang melebar

Diagnosa

Keterbatasan gerak
  • Penderita tidak dapat menegakkan leher dan kepala
  • Penderita kesulitan bergerak secara normal
Fungsi Tubuh dan Struktur Tubuh
  • Keterbatasan gerak leher dan kepala
  • Susah dalam bergerak bebas dalam posisi miring dan terlentang
Partisipasi restriksi
  • Tidak mampu bermain dengan teman sebaya
  • Kelemahan dalam menggerakkan badan
Diagnosa Berdasarkan ICF
Penderita kesulitan dalam duduk dan menegakkan kepala karena adanya pembesaran kepala yang mengganggu mobilitas ekstremitas leher dan kelemahan dalam bergerak

Rencana Penatalaksanaan Terapi

Tujuan
  • Meningkatkan kemampuan fungsional bergerak bebas
  • Mengembalikan fungsional gerak tubuh ekstremitas atas dan leher
Prinsip Terapi
  • Memperkuat kekuatan otot leher dan bahu
  • Mobilisasi gerak seluruh ekstremitas tubuh
Edukasi
  • Mengajarkan keluarga penderita untuk melatih pada ekstremitas atas
  • Memberikan arahan untuk latihan aktif resisted exercise pada penderita
  • Latihan aproksimasi kaki dan penguatan otot kaki
Kriteria Rujukan
  • Dokter Umum
  • Dokter Bedah
  • Fisioterapi


Prognosis

Prognosis kasus penyakit hidrosefalus yang tidak dilakukan terapi akan menimbulkan gejala sisa, gangguan neurologis serta menurunnya kecerdasan penderita.

50%-70% penderita hidrosefalus yang tidak dilakukan terapi dengan benar sesuai anjuran dokter, fisioterapi akan mengalami kematian karena penyakit itu sendiri dan terjadi infeksi berulang lainnya disebabkan karena aspirasi pneumonia.

Tapi jika proses pembesaran cairan serebrospinal berhenti 40% anak akan mencapai kecerdasan normal

Setelah di lakukan operasi 51% kasus hidrosefalus akan normal dan 16% mengalami retardasi mental ringan.

Sarana dan Prasarana

  • Ruang operasi untuk penyedotan cairan sereberospinal
  • Ruang terapi khusus untuk penderita hidrosefalus


Kode Penyakit

  • Kode ICD:G91
  • Kode ICF:b6s6, b139

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel