Pemeriksaan Klinis Parkinson

Pemeriksaan Klinis Parkinson



Sobat secangkir terapi, pasien parkinson lebih banyak dikeluhkan oleh golongan umur tua atau manula dimana kasus ini merupakan degenerasi dari sel saraf otak sehingga kontrol gerakan yang pada umumnya dikelola oleh otak mengalami kehilangan fungsi (hilang kendali) dan bergerak sendiri diluar kesadaran.

Gerakan yang nampak pada penderita Parkinson adalah gerakan shaking palsy (shaking hand) atau gerakan tremor pada tangan dimana gerakan tersebut seperti menggerakkan tangan berulang-ulang diluar kendali saraf tubuh.

Sehingga memerlukan pemeriksaan klinis untuk menegakkan diagnosa penyakit itu.

Pemeriksaan Parkinson



Definisi

Parkinson adalah degenerasi sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengah yang berfungsi mengatur pergerakan tubuh


Epidemiologi

  • Prevalensi kasus Parkinson antara laki-laki dan perempuan adalah 5:1.
  • Prevalensi umur penderita parkinson antara umur 50-60 tahun.
  • Klasifikasi Parkinson terdapat 2 jenis yaitu Parkinson primer (idiopatik) dan Parkinson sekunder (simptomatik).

Simptomatik Parkinson disebabkan karena:
  1. Ensefalitis virus
  2. Pasca infeksi sifilis
  3. Meningo vaskular
  4. Tuberculosis
  5. Latrogenik
  6. Toxic
  7. Induksi obat
  8. Intoksikasi karbon monoksida
  9. Inflamasi pada trauma tulang belakang


Anamnesa

Pasien datang dengan keluhan tremor pada tangan kanan saat penderita diam tanpa gerakan tubuh, dengan keluhan kesulitan dalam membalikkan tubuh saat berjalan, terdapat pola gerak kaki yang patah-patah saat melangkahkan kaki.

Keluhan tersebut sudah dirasakan sebulan yang lalu dan keluarga penderita tidak tahu dengan gejala aneh tersebut sehingga dibawa ke rumah sakit di kota Pontianak.

Keluhan lain penderita sering ngompol dan buang air besar di celana tanpa sadar sehingga keluarga pasien sering marah dengan kejadian itu.

Umur penderita 62 tahun, jenis kelamin laki-laki, pekerjaan penjaga toko kelontong di kota Pontianak, hobi bermain gitar.


Pemeriksaan Fisik dan Penunjang

Pemeriksaan Fisik
1. Inspeksi
  • Cara berjalan penderita patah-patah
  • Kelihatan tremor saat penderita diajak komunikasi dengan terapis
  • Saat penderita membalikkan tubuh mengalami hambatan
  • Penderita mudah mengalami kebingungan (agitasi) saat ditanya mengenai keluhan itu
2. Palpasi
  • Suhu badan normal
  • Tidak ada nyeri gerak pada ekstremitas tubuh
  • Gerakan tangan menjadi kuat pada tangan kanan saat diraba (Shaking Hand)
3. Gerak aktif
  • Gerakan fleksi dan ekstensi pada kaki terdapat rigiditas
  • Terdapat pola gerak kaki )gait analisis abnormal) dengan pola gerak patah-patah
  • Tidak ada keluhan nyeri dengan gerakan ekstremitas tubuh
4. Gerak pasif
  • Gerakan supinasi, pronasi di tangan kanan menjadi rigid
  • Gerakan fleksi dan ekstensi tangan kanan rigid
  • Pola gerak tungkai terdapat spastisitas

Pemeriksaan Khusus

Tes ROM
  • Tidak ada keterbatasan gerak pada trunk, leher dan pinggang dengan nilai ROM 5 "normal".
  • Ada keterbatasan gerak pada tangan tangan kanan karena rigiditas dengan nilai 3+ ROM.
  • Pola gerak kaki terdapat spastisitas pada gerakan fleksi tungkai dan ekstensi tungkai.
  • Pola gerak abduksi dan adduksi pada pinggul terdapat spasme otot dengan nilai ROM 4.
Tes MMSE
  • Penderita mengalami kebingungan (agitasi).
  • Skor MMSE adalah 21.

* Catatan untuk mengetahui tes MMSE sobat bisa menggunakan skor sampai nilai 30, nilai normal MMSE antara 23-30.

    Pemeriksaan Penunjang

    Tidak memerlukan pemeriksaan penunjang, apabila ada keluhan sekunder maka memerlukan pemeriksaan penunjang yang lebih spesifik.


      Diagnosa

      Struktur Tubuh dan Fungsi
      • Rigiditas pada batang tubuh.
      • Resting tremor.
      • Spasme pada otot pinggul dan paha.
      • Kehilangan fungsional gerak pada tangan kanan.

      Keterbatasan Aktivitas Keseharian (ADL)
      1. Keterbatasan gerak saat membalikkan badan.
      2. Jalan mengalami pola gerakan yang menghambat yaitu patah-patah dan menyeret di lantai.
      3. Kesulitan dalam rolling.
      4. Penderita kesulitan makan dan minum dengan tangan kanan.

      Partisipasi Restriksi
      • Penderita dilarang oleh keluarga untuk menjaga toko kelontong saat ini, karena sering lupa dan bingung dalam menghitung uang kembalian barang dagangan, dimana dengan kejadian tersebut penderita terkadang salah dalam memberikan sisa uang pengembalian yang berlebih kepada pelanggan sehingga toko dirugikan secara material.
      • Hobi bermain gitar tidak dapat dilakukan karena tremor.
      • Ibadah mengalami hambatan.

      Diagnosa Berdasarkan ICF

      Adanya gangguan berjalan, membalikkan badan dan kebingungan karena tremor dan rigiditas.


      Rencana Penatalaksanaan Terapi

      Tujuan Terapi
      1. Mencegah kontraktur otot-otot tungkai bawah
      2. Mengembalikan kapasitas fungsional penderita dalam berjalan normal

      Prinsip Terapi
      • Merilis otot pinggul yang mengalami spasme
      • Koreksi postur sedini mungkin untuk mengembalikan kapasitas fungsional penderita
      • Mengembalikan normal gait penderita

      Edukasi
      • Memberikan wawasan kepada keluarga penderita bahwa penderita tidak boleh memarahi bapaknya (pasien) karena mengompol dan buang air besar di celana sebab penderita mengalami gangguan kognitif (mengalami penurunan fungsi psikologis) dan harus maklum dengan kejadian itu.
      • Mengajarkan pola yang benar dalam berjalan dan membalikkan tubuh yang benar
      • Melakukan latihan anjuran untuk berjalan ritmik dengan musik dan aba-aba agar pola jalan terkondisikan dengan pola jalan yang normal.

      Kriteria Rujukan
      • Dokter Umum
      • Dokter Saraf
      • Fisioterapi


      Prognosis

      Prognosis dari parkinson memang bukan penyakit berbahaya namun penyakit ini bersifat degeneratif sehingga kondisi fisik dan mental penderita mengalami penurunan yang drastis dan kondisi demikian membuat kerugian secara moral dan material bagi keluarga penderita.

      Prognosis akan membaik apabila segera ditangani dan dilakukan perawatan kepada ahlinya dimana dapat memperlambat dari proses degeneratif dan untuk catatan penyakit parkinson tidak dapat disembuhkan secara medis, namun hanya memperlambat proses degeneratif.

      Sehingga usia harapan hidup penderita bisa lebih lama.


      Kode Penyakit

      • Kode ICD: G20, F02.3
      • Kode ICF: -

      Related Post

      Iklan Atas Artikel

      Iklan Tengah Artikel 1

      Iklan Tengah Artikel 2

      Iklan Bawah Artikel