Pemeriksaan Klinis Tip Toe Walking

Pemeriksaan Klinis Tip Toe Walking

anak sering terjatuh saat jalan, lari, jinjit dan tidak normal pada tumit


Sobat secangkir terapi, tip toe walking merupakan jenis kelainan jalan dimana kaki pada seseorang menjadi jinjit.

Tip Toe Walking pada umumnya terjadi pada anak-anak dengan gejala gangguan pola jalan sewaktu anak usia 3 tahun dan kejadian itu wajar jika dialami pada usia dibawah 3 tahun.

Namun gejala Tip Toe Walking akan parah jika usia anak diatas 3 tahun masih menunjukkan pola jalan yang jinjit dan harus dilakukan pemeriksaan klinis untuk menunjang dan menegakkan diagnosa ke arah Tip Toe Walking.



Pemeriksaan Jalan Jinjit Pada Anak



Definisi

Tip Toe Walking adalah bentuk abnormal dari gait yang ditandai dengan hilangnya pola normal heel strike pada kedua kaki selama gait berlangsung dengan fore foot sebagai tumpuan saat melakukan kontak dengan lantai sewaktu melakukan gait cycle.

Arti lain Tip Toe Walking adalah jalan Jinjit Pada Anak.

Gait adalah Pola jalan pada seseorang dimana berjalan dengan gerakan yang selaras dan normal sesuai dengan putaran langkah dalam berjalan.


Epidemiologi


  • Jalan jinjit pada anak yang paling banyak ditemukan di rumah sakit atau balai pengobatan adalah tipe Idiopathic Toe Walking (ITW).
  • Studi di negara Belanda pada tahun 2011 ditemukan prevalensi 7-24% dari populasi anak-anak yang menderita gangguan gait
  • Studi di negara Swedia menemukan ITW sebesar 4,9% pada anak-anak usia dibawah 5 tahun pada tahun 2012


Anamnesa

Pasien datang dengan keluhan jalan jinjit, kaku pada pergelangan kaki, betis terasa pegal dan keluhan dalam berjalan normal serta sering jatuh saat penderita berlari.

Usia penderita adalah 6 tahun dengan jenis kelamin perempuan dan menunjukkan pola jalan yang jinjit sewaktu dia masih usia 2,5 tahun sewaktu hendak berjalan, posisi tungkai yang jinjit adalah kaki kiri dengan keluhan tersebut penderita menjadi minder dan sering di bully teman sebayanya.



Pemeriksaan Fisik dan Penunjang

Pemeriksaan Fisik

1. Inspeksi

  • Statis: Kaki lebih cenderung plantar fleksi
  • Dinamis: Saat berjalan postur kaki berjinjit

2. Palpasi

  • Spasme otot gastrocnemius 
  • Spasme otot soleus

3. Gait Analysis

  • Fase inisial contact terdapat perubahan pola jalan abnormal
  • Respon berjalan menunggu tumpuan kaki kanan untuk melangkahkan kaki kiri
  • Pola jalan midstance menjadi lambat dalam bergerak

4. Asworth Scale

  1. Penilaian otot Gastrocnemius dan soleus: nilai 2
  2. Penilaian otot Tibialis: nilai 1

5. Tes ROM pada tungkai dan kaki kiri

  1. Plantar fleksi: 45 derajat
  2. Dorso fleksi 20 derajat
  3. Inversi 30 derajat
  4. Eversi 20 derajat

Pemeriksaan Penunjang

  • Rontgen: Terdapat perubahan pada arcus di tumit kiri dengan keluhan bengkok ke arah inversi
  • MAD (Mechanical Axis Deviation): pengukuran dengan titik femoral head dan titik tengah lutut ada perbedaan panjang lutut dimana posisi lutut kiri lebih pendek daripada lutut kanan



Diagnosa

Struktur Tubuh dan Fungsi

  • Terdapat spasme pada otot gastrocnemius dan soleus
  • Terdapat nyeri dan mudah pegal di otot tersebut
  • Lelah dalam berjalan jauh
  • Tumit cenderung melakukan plantar fleksi

Keterbatasan Aktivitas Keseharian (ADL)

  • Gangguan berjalan
  • Tidak dapat berjalan lama
Partisipasi Restriksi
  • Penderita kesulitan dalam bermain bola kaki
  • Menarik dari pergaulan sosial dengan teman sebaya karena minder dengan bentuk kaki yang unik
  • Jalan jauh tidak tahan
Diagnosa Berdasarkan ICF

Gangguan berjalan akibat spasme dan kontraktur dari otot gastrocnemius dan soleus yang mengakibatkan plantar fleksi pada ankle.


Rencana Penatalaksanaan Terapi

Tujuan
  • Mengurangi ketegangan otot gastrocnemius dan soleus
  • Mengembalikan pola jalan yang abnormal yaitu jinjit
  • Mengurangi tonus otot yang terjadi tiba-tiba saat kelelahan dalam aktivitas
Prinsip Terapi
  1. Contract relax stretching
  2. Ultrasound Therapy
  3. Self Stetching
  4. Gait exercise

Edukasi

  • Memberikan dukungan psikologis kepada penderita untuk tidak minder dan takut karena abnormalitas pada kaki karena jalan jinjit atau cacat.
  • Memberikan latihan self stretching yang diajarkan oleh Fisioterapi kepada penderita agar tidak mudah mengalami ketegangan otot gastrocnmius dan soleus
  • Menjadwalkan program latihan dengan menggunakan modalitas ultrasound diathermy agar penderita dapat merilis keluhan spasme otot itu
  • Mengajarkan penderita dan keluarga pasien untuk latihan jalan di rumah dengan latihan jalan yang normal dan benar dipandu oleh Fisioterapi.
Kriteria Rujukan
  1. Dokter Umum
  2. Fisioterapi


Prognosis

Prognosis membaik dan dapat dikondisikan dengan baik apabila tidak ada gejala tambahan akibat adanya keluhan sekunder seperti neuro defisit atau perubahan postural tonus otot secara tiba-tiba.

Namun gejala penyakit tip toe walking akan memburuk apabila kondisi fisik dan mental penderita dibiarkan tanpa perawatan yang baik dan kondisi mental penderita sering di bully oleh teman sejawat di sekolah atau di lingkungan tempat tinggalnya membuat prognosis memburuk.



Kode Penyakit

Kode ICD: R26.89
Kode ICF: Struktur tubuh dan fungsi
  • b2: sensory function and pain
  • b7: neuromusculoskeletal and movement related function
  • d1: learning and applying
  • d4: mobility
  • s7: Structured related to movement

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel