Pemeriksaan Klinis Spinal Cord Injury

Pemeriksaan Klinis Spinal Cord Injury

patah tulang yang menyebabkan penyakit spinal cord injury

Sobat secangkir terapi, spinal cord injury disebut juga cedera tulang belakang dimana kasus ini banyak mengakibatkan kelumpuhan karena terjadi cedera yang mengenai saraf pusat manusia.

Tipe kelumpuhan dari spinal cord injury meliputi tetraplegia dan paraplegia dimana hal itu membuat penderita kesulitan dalam melakukan gerakan pada anggota gerak atas dan bawah sehingga mengakibatkan kecacatan fisik.

Sehingga memerlukan diagnosis yang akurat untuk menunjang tegaknya diagnosa penyakit yang mengarah kepada cedera spinal cord injury pada tulang belakang, seperti berikut ini.

Pemeriksaan Cedera Tulang Belakang Yang Mengenai Spinal Cord

Definisi

Spinal Cord Injury (SCI) adalah trauma yang menyebabkan kerusakan pada spinal cord dimana menyebabkan menurun atau menghilang fungsi motorik maupun sensoris tubuh manusia.

Epidemiologi

  • Menurut data SCI di negara Amerika Serikat sekitar 8.000 kasus spinal cord injury didiagnosis setiap tahun
  • Lebih dari 80% penderita adalah laki-laki berusia 16-30 tahun
  • Trauma kecelakaan lalu-lintas sekitar 36%
  • Kasus kekerasan 28,9%
  • Jatuh dari ketinggian 21,2%
  • Menderita paraplegia sekitar 450.000 penduduk dengan kondisi hidup menderita spinal cord injury
  • Perbandingan paraplegia lebih banyak daripada tetraplegia

Anamnesa

Pasien datang dengan keluhan nyeri tajam pada punggung bawah tepatnya pada lokasi tulang belakang karena jatuh dari ketinggian 8 meter saat memanjat pohon dengan waktu kejadian 1 minggu yang lalu dan kronologis pasien jatuh kebawah yang mengenai tulang belakang kemudian pingsan di tempat kejadian.

Setelah itu penderita dibawa ke unit gawat darurat (UGD) di rumah sakit dan dilakukan perawatan, keluhan yang timbul sekarang ini adalah pusing dan mual, nyeri di lokasi punggung bawah.

Umur penderita 32 tahun laki-laki dengan hobi dan pekerjaan mencari madu di pohon yang tinggi.

Pada waktu menggerakkan anggota tubuh seperti tangan dan kaki terasa berat dan timbul nyeri tajam pada lokasi cedera itu sehingga memerlukan tindakan perawatan intensif.


Pemeriksaan Fisik dan Penunjang

Pemeriksaan Fisik

  • Inspeksi: penderita mengalami luka lebam di punggung bawah
  • Palpasi: nyeri tekan pada lokasi nyeri itu
  • Pemeriksaan MMT: Terjadi keterbatasan gerak pada ekstremitas atas dan bawah

Pemeriksaan Penunjang

Rontgen: terjadi fraktur pada vertebra lumbal VL3-4 dengan  kontusius pada vertebra lumbal


Diagnosa

Struktur Tubuh dan Fungsi

  • Terjadi spastisitas pada anggota gerak tangan dan jari-jari
  • Spastisitas juga terjadi di daerah lutut, paha dan kari kaki saat digerakkan

Keterbatasan Aktivitas Keseharian (ADL)

  • Penderita tidak mampu untuk duduk dan berdiri
  • Berjalan mengalami hambatan
  • Penderita tidak mampu untuk pergi ke toilet
  • Kelumpuhan pada ekstremitas atas dan bawah dengan kondisi paraplegia.

Partisipasi Restriksi

  • Kesulitan dalam menggerakkan jari-jari tangan karena terdapat spastisitas
  • Kelemahan saat duduk, berdiri dan berjalan
  • Penderita tidak bisa lagi mencari madu karena kelumpuhan itu

Diagnosa Berdasarkan ICF

Adanya spastisitas pada ekstremitas atas dan bawah dimana ada keterbatasan gerak karena adanya cedera pada tulang belakang sehingga penderita tidak dapat mencari madu lagi dimana hal itu merupakan hobi dan profesi keseharian penderita


Penatalaksanaan Terapi

Tujuan

  • Mengurangi spastik
  • Mengembalikan ROM pada tungkai, tangan, jari dan punggung 
  • Menghilangkan nyeri akibat proper positioning tubuh yang salah

Prinsip Terapi

  • Memberikan alat bantu korset punggung agar terjadi stabilitas pada tulang punggung (stabilization vertebra dengan normal)
  • Merilis spastik pada ekstremitas atas dan bawah

Edukasi

  • Memberikan wawasan kepada penderita mengingat cedera tulang belakang bukan masalah yang biasa sehingga korset punggung dapat menjaga gerakan yang salah dan menambah riwayat cedera
  • Memberikan pemahaman kepada keluarga penderita agar bisa melakukan proper positioning setiap 2-4 jam sekali untuk mika-miki di bed (miring kanan dan kiri di ranjang) dimana hal itu untuk menghilangkan ulkus dekubitus pada punggung penderita
  • Mengajarkan keluarga penderita untuk melatih semua ekstremitas pada tubuh dengan harapan mencegah kontraktur otot

Kriteria rujukan

  1. Dokter Umum
  2. Dokter Bedah
  3. Fisioterapi

Prognosis

Cedera akan pulih apabila dilakukan operasi pada tulang belakang.

 Prognosis penyakit spinal cord injury akan memburuk apabila keluarga penderita lambat dan tidak tahu untuk melakukan terapi yang benar

Kode Penyakit Spinal Cord Injury (SCI)

  • Kode ICD: S14, S24, S34
  • Kode ICF:b2 dan s7
DONASI LEWAT PAYPAL Mohon bantu berikan donasi apabila artikel ini memberikan manfaat. Donasi akan kami gunakan untuk pengembangan dan hidup yang lebih baik. Terima kasih.