Pemeriksaan Klinis Skoliosis

Pemeriksaan Klinis Skoliosis


Sobat secangkir terapi, penyakit skoliosis merupakan suatu gejala pergeseran dan kelengkungan tulang belakang manusia yang ditandai dengan adanya kelengkungan pada tulang vertebra pada bagian depan.

Gejala skoliosis ini disertai dengan rotasi vertebra pada bidang transversal dan hipo kifosis pada bidang sagital tulang belakang.

Jadi harus dilakukan pemeriksaan klinis untuk menegakkan diagnosa ke arah perubahan tulang belakang.

Pemeriksaan Skoliosis

Definisi

Skoliosis adalah suatu kelainan bentuk 3 dimensi yang abnormal pada tulang belakang.

Epidemiologi

  • Kasus skoliosis banyak diderita perempuan daripada laki-laki dengan perbandingan 65-35%
  • Prevalensi pada skoliosis jenis idiopatik tergantung pada kurva vertebra dan jenis kelamin pasien dimana kurva pada perempuan lebih cenderung menderita skoliosis daripada pria
  • Menurut penelitian terbaru bahwa penggunaan sepatu hak tinggi dan menggendong tas yang berat pada salah satu bahu merupakan penyebab terjadinya perubahan kasus skoliosis dengan indikasi tersebut sebesar 94% dimana perempuan lebih banyak memakai untuk penampilan
  • Skoliosis pada anak-anak remaja (adolescent scoliosis) terjadi pada umur 11-18 tahun dan 90% menjadi kasus idiopatik skoliosis


Anamnesa

Pasien datang dengan keluhan nyeri di bahu tepatnya di punggung atas disertai nyeri di sisi kiri punggung itu dengan gejala nyeri lokal pada otot dan ligamen.

Umur penderita 25 tahun berjenis kelamin perempuan dan bekerja di kantor pemasaran properti di Jakarta dengan keluhan tulang belakang menjadi miring ke arah depan dan transversal dalam bidang sagital tulang belakang.

Sebelumnya penderita sering menggunakan tas berat pada salah satu bahu untuk mengangkat dilakukan hampir setiap hari dimana penderita juga selalu memakai sepatu hak tinggi.


Pemeriksaan Fisik dan Penunjang

Pemeriksaan Fisik Inspeksi dan Palpasi

  1. Bahu kanan lebih tinggi daripada yang kiri
  2. Terdapat kelengkungan pada vertebra
  3. Pinggul kiri lebih tinggi dari pinggul sebelahnya
  4. Terdapat arm space yang tidak sama pada sisi kiri dan kanan

Pemeriksaan Khusus

1. Tes Kelengkungan Adam Foreward Bend

Terdapat tonjolan pada permukaan punggung sisi sebelah kanan dan pinggang kiri
Cobb angle

Ditemukan kurva 10 derajat setelah dilakukan cobb angle dari hasil pemeriksaan rontgen

2. Tes Scoliometer

Alat ini digunakan untuk mengukur kesimetrisan dari badan dan rotasi dari punggung atas dimana dalam tes ini dilakukan pada 3 daerah trigger point seperti:
  • Upper Thoracic (T3-T4) : penderita mempunyai kelebihan 10 derajat
  • Main Thoracic (T5-T12): penderita mempunyai kelebihan 7 derajat
  • Thoracic lumbal area (L1-L5): Penderita mempunyai kelebihan 12 derajat

3. Pemeriksaan Penunjang

  • Rontgen
  • CT-Scan

Diagnosa

Struktur tubuh

  1. Spine
  2. Terputar pada struktur tulang torakal

Keterbatasan aktivitas

  • Sensasi nyeri pada punggung jadi penderita mempertahankan gerakan yang salah
  • Sakit pada bahu dan pinggang bawah sehingga sakit untuk menggendong tas
  • Hambatan bermain
  • Kesulitan dalam duduk yang benar

Partisipasi restriksi

  • Tidak dapat mengikuti kegiatan di kantor
  • Rasa pegal dan nyeri saat dia duduk dan berjalan lokasi di bahu, pinggang dan punggung atas

Diagnosa berdasarkan ICF

Keterbatasan dan nyeri pada bahu, pinggul dan punggung atas dimana ada keluhan perubahan sudut kelengkungan pada vertebra yang merujuk kepada kasus skoliosis.


Rencana Penatalaksanaan Terapi

Tujuan

  1. Autocorrection 3D
  2. Coordination Equilibrium
  3. Posisi Ergonomi tubuh
  4. Muscular Endurance strength
  5. Meningkatkan ROM
  6. Side Shift
  7. Stabilisasi punggung atas
  8. Neuromotorial control of the spine

Prinsip terapi

  • Reposisi tulang belakang
  • Menghilangkan nyeri
  • Memperkuat otot penyangga bahu, pinggang dan punggung atas

Edukasi

  • Mengajarkan penderita untuk konsisten dan teratur dalam latihan terapi ini
  • Memberikan dukungan kepada pasien dengan alat bantu vertebra khusus scoliosis support
  • Memposisikan penderita agar mampu duduk dan bekerja dengan tidak ada keluhan
  • Mengajarkan penderita terhadap kontra indikasi dari dampak skoliosis itu sehingga penderita bisa menjauhi sesuatu hal yang memperberat kondisi itu

Kriteria rujukan

  • Dokter Umum
  • Fisioterapi


Prognosis

Keluhan akan membaik apabila penderita rutin melakukan terapi dan terjadwal dalam latihan dengan dilakukan intervensi pada sudut tulang belakang kurang dari 20 derajat, maka penderita bisa sembuh total.

Keberhasilan terapi 97% dan bisa mendekati 100% apabila manajemen terapi dilakukan oleh orang yang ahli dalam pemulihan cedera skoliosis.


Sarana dan Prasarana

  • Matras
  • FisioBall
  • Cermin
  • Tongkat
  • Goniometri
  • Dll

Kode Penyakit Skoliosis

  • Kode ICD: M.41
  • Kode ICF:-
DONASI LEWAT PAYPAL Mohon bantu berikan donasi apabila artikel ini memberikan manfaat. Donasi akan kami gunakan untuk pengembangan dan hidup yang lebih baik. Terima kasih.