Pemeriksaan Klinis Plantar Fasciitis




Sobat secangkir terapi, penggunaan sepatu hak tinggi ternyata dapat merubah posisi biomekanika tubuh.

Gejala nyeri pada telapak kaki disebabkan oleh penekanan berulang pada tulang calcaneus dan penguluran pada tuberositas calcaneus sehingga terjadi robekan yang serius pada bagian tengah telapak kaki Anda.

Hal tersebut tentu menghambat aktivitas Anda karena harus tampil menarik menggunakan sepatu hak tinggi dan untuk menunjang penyakit plantar fasciitis harus dilakukan pemeriksaan klinis untuk menunjang diagnosa penyakit itu.


Pemeriksaan Plantar Fasciitis



Definisi

Plantar Fasciitis adalah nyeri pada bagian medial calcaneus yang ditandai dengan inflamasi atau peradangan pada perlengketan oppo neurosis plantaris bagian bawah dari tuberositas calcaneus akibat penguluran yang berlebihan dan terus menerus, penekanan saat kaki menyangga beban tubuh sehingga terjadi cedera berulang dan menimbulkan robekan kecil pada fascia plantaris.


Epidemiologi

Penelitian yang dilakukan Defour dan kawan-kawan pada tahun 2009, menyimpulkan bahwa 29% dari 1901 wanita di Framingham Foot Study mengalami nyeri pada tumit (Heel pain) dan nyeri pada permukaan bawah kaki (arc pain) oleh penggunaan sepatu hak tinggi (High Heels) selama 5 tahun.

Kasus plantar fasciitis banyak diderita perempuan daripada laki-laki.


Anamnesa

Pasien datang dengan keluhan nyeri telapak kaki belakang tepatnya di area tumit dengan keluhan lain nyeri tajam pada telapak kaki posterior, nyeri pada pagi hari (morning sickness) dan meningkat ketika penderita berjalan.

Umur penderita 27 tahun, jenis kelamin perempuan, bekerja di bagian sales marketing di perusahaan telekomunikasi di Bali.

Hobi penderita sebagai penyanyi dan model di pantai Kuta Bali, pada malam hari.


Pemeriksaan Fisik dan Penunjang

Pemeriksaan Fisik

1. Inspeksi tidak tampak keluhan
2. Tes cepat

  • Gerak dorsal fleksi pada posisi berdiri nyeri
  • Analisa jalan ada nyeri sewaktu menapakkan kaki sewaktu pertama kali dipakai berjalan dengan telapak kaki anterior.
3. Tes Gerak Aktif
  • Gerak dorsal fleksi sakit
  • Gerak sedikit Inversi dan Eversi tumit ada sakit
4. Tes Gerak Pasif
  • Gerakan dorsal fleksi ankle terasa nyeri tepatnya pada tulaang calcaneus
  • ROM terbatas dengan springy end feel
5. Tes Gerak Isometrik
  • Terdapat nyeri saat melakukan plantar fleksi ankle
  • Gerak inversi lutut sakit
6. Tes Khusus
7. Palpasi
Palpasi pada oppo neurosis plantaris dari tuberositas calcaneal terasa nyeri tajam

Pemeriksaan Penunjang

Rontgen: 
Tampak gambaran Osteofit pada tulang calcaneus


Diagnosa

Struktur Tubuh dan Fungsi
  • Terdapat nyeri di bagian dalam tumit
  • Keterbatasan sendi tumit dalam bergerak bebas
  • Otot tumit tidak seimbang
  • Terdapat inflamasi
Keterbatasan Aktivitas Keseharian (ADL)
  • Berjalan jauh terasa nyeri
  • Kompat  nyeri
  • Berdiri lama sakit pada daerah tumit
Partisipasi Restriksi
  • Penderita tidak bisa bekerja sebagai marketing di perusahaan Telekomunikasi di Bali karena sakit saat menggunakan sepatu hak tinggi sehingga harus berubah pekerjaan
  • Hobi sebagai model terpaksa harus berhenti sementara karena nyeri tajam pada telapak kaki
  • Ibadah mengalami gangguan dan hambatan
Diagnosa Berdasarkan ICF

Adanya nyeri tajam pada tumit yang mengakibatkan gangguan aktivitas sehingga menurunkan produktivitas penderita dalam bekerja dan menyelesaikan pekerjaan di kantor.


Rencana Penatalaksanaan Terapi

Tujuan Terapi
  • Mengembalikan gerak fungsional kaki sehingga penderita bisa beraktivitas seperti biasanya.
  • Menurunkan nyeri tajam
Prinsip Terapi
  1. Meningkatkan ROM
  2. Meningkatkan kekuatan otot
Edukasi

Saran kepada pasien untuk memindah daerah penekanan nyeri ke lokasi telapak kaki yang lain yang tidak ada nyeri dengan insole dari bahan lunak seperti:
  1. Karet
  2. Busa
  3. Silikon
  4. Visco heel
Kriteria rujukan
  • Dokter Ortopedi
  • Fisioterapi


Prognosis

Prognosis akan membaik apabila dilakukan terapi dengan cepat dan penggunaan insole pada sepatu hak tinggi dapat membantu menurunkan penekanan pada daerah trigger nyeri.

Apabila dibiarkan tanpa perawatan akan memburuk.

Hindari memijat pada lokasi nyeri sebab dapat mengakibatkan terjadinya inflamasi.


Kode penyakit

  • Kode ICD: M72.2
  • Kode ICF: 

Info Terkait

Previous
Next Post »