Pemeriksaan Klinis Frozen Shoulder

Pemeriksaan Klinis Frozen Shoulder

pemeriksaan, sakit, nyeri, pegal-pegal, terbatas gerakan pada bahu



Sobat secangkir terapi, kaku dan nyeri pada bahu bisa disebabkan oleh penyakit frozen shoulder  dimana kondisi ini membuat penderita mengalami gangguan atau menghambat aktivitas dalam mengambil dompet di saku celana belakang, menyisir rambut, menggendong anak, dll

Dalam kondisi nyeri tersebut kapsul sendi pada bahu telah mengalami pembekuan dan mengakibatkan perubahan patologi penyakit dimana kapsul sendi bahu menjadi macet dan akhirnya menghambat semua aktivitas keseharian yang menggunakan persendian bahu sebagai alat penggerak tubuh.

Apabila prognosis dari penyakit ini tidak ditangani atau dilakukan  terapi segera, maka kegiatan yang menggunakan bahu akan mengalami hambatan dan memerlukan pemeriksaan klinis untuk menegakkan diagnosa ke arah penyakit frozen shoulder.


Pemeriksaan Nyeri Bahu Karena Frozen Shoulder



Definisi

Frozen shoulder adalah suatu kondisi yang menyebabkan keterbatasan gerak pada sendi bahu disertai dengan nyeri dan kekakuan yang sering terjadi tanpa dikenali penyebabnya. (Cluet, 2010).

Frozen Shoulder dikenal dengan nama capsulitis adhesiva dimana kondisi bahu menjadi sakit dan kaku.


Epidemiologi


  • Pada umumnya onset penyakit ini terjadi sekitar 40-65 tahun
  • Perempuan lebih banyak menderita frozen shoulder daripada laki-laki dengan perbandingan 2:1
  • 60% kasus nyeri bahu diakibatkan oleh frozen shoulder
  • Penderita diabetes mellitus menyumbang nyeri frozen shoulder sebanyak 10-20%



Anamnesa

Pasien datang dengan keluhan nyeri bahu, lengan atas dan bahu menjadi kaku saat digerakkan, penderita berumur 45 tahun berjenis kelamin laki-laki dan bahu yang menderita adalah bahu kanan yang sakit ketika melakukan gerakan itu.

Keluhan penderita yang lain tidak bisa menyisir rambut, mengambil dompet di saku celana belakang, dimana terasa nyeri dan terbatas gerakan lengan saat melakukan aktivitas itu.

Sewaktu penderita melakukan gerakan lengan ke segala arah dengan bahu, onset nyeri meningkat dan berkurang nyeri itu sewaktu pasien melakukan istirahat total pada bahu, hobi penderita adalah bermain bulu tangkis.

Pasien bekerja sebagai sopir Grab yang berlokasi di Jakarta, untuk melakukan gerakan menyetir kemudi taksi mengalami keluhan mudah capek, pegal dan keluhan lain seperti diatas.

Riwayat DM (Diabetes Melitus) positif, penyakit keluarga yang mengalami DM ada kakek yang mengalami hal serupa.


Pemeriksaan Fisik dan Penunjang

Pemeriksaan Fisik

1. Inspeksi

  • Posisi sendi glenohumeral pada MLPP bahu kanan tampak lebih tinggi daripada bahu yang kiri dengan pola bahu asimetris
  • Gerakan abduksi-elevasi bahu mengalami keterbatasan "Reverse Humeroscapular Rhythm" dimana gerak terbatas dengan "Firm End Feel".
  • Pola keterbatasan bahu dengan ciri capsular pattern.
  • Pada ROM penuh bahu terasa nyeri sampai lateral lengan atas
2. Test Gerak Isometrik
  • Penderita tidak mengeluhkan dengan tes tersebut (tes negatif)
  • Kecuali penderita ada penyakit sekunder pada bahu seperti strain atau tendinitis bahu sehingga tes isometrik mempunyai nilai positif karena ada robekan dari rotator cuff bahu.
3. Tes Khusus
Joint Play Movement
  • Saat dilakukan traksi manual pada bahu terjadi nyeri dan menghambat ROM sendi bahu dimana ada firm end feel
  • Gerakan Joint play Movement bernilai positif dimana penderita merasa sakit dengan tes tersebut
4. Palpasi
  • Spasme otot bahu sebelah kanan
  • Bahu sebelah kanan ada perubahan bentuk daripada bahu kiri
  • Ada panas sedikit di permukaan kulit luar bahu kanan yang menandakan ada inflamasi
5. Contract Relax Stretched Test
  • Ada nyeri pasca kontraksi bahu
  • Nyeri sedikit berkurang saat dilakukan tes tersebut sehingga penderita positif forzen shoulder

Pemeriksaan Penunjang

1. Rontgen

Pemeriksaan  X- Ray dilakukan apabila dicurigai ada keluhan sekunder dari bahu seperti:
  • Bursitis bahu
  • Dislokasi sendi bahu
  • Infiltrasi neoplsma
2. Pemeriksaan Cek Gula Darah di Laboratorium Klinis

Pada penderita diabetes melitus penyumbang kasus frozen shoulder terbesar sebab peningkatan kadar gula dalam darah mempengaruhi cairan synovial dan menghambat pergerakan sendi bahu yang mengalami peradangan.

Sehingga cek gula darah normal diperlukan penderita diabetes melitus yang mengalami penyakit sekunder yaitu frozen shoulder.



Diagnosa

Struktur Tubuh dan Fungsi

  • Penderita mengalami muscle imbalance
  • Nyeri hipomobilitas
Keterbatasan Aktivitas Keseharian (ADL)
  • Menyisir rambut mengalami keterbaatasan dan nyeri
  • Memakai baju mengalami hambatan karena sakit pada bahu
  • Mengangkat gayung sewaktu mandi
  • Mengemudi kendaraan bermotor mengalami keluhan mudah capek dan sakit pada bahu
  • Menjemur pakaian mengalami sakit saat mengangkat pakaian
Partisipasi Restriksi
  • Tidak dapat bekerja sebagai sopir Grab karena nyeri
  • Bermain bulu tangkis mengalami hambatan
  • Tidak mampu membantu istrinya di rumah untuk menjemur pakaian
Diagnosa Berdasarkan ICF

Terdapat nyeri bahu hingga lengan atas dan hypomobility non capsular pattern akibat idiopathic frozen shoulder


Penatalaksanaan Terapi

Tujuan
  • Menghilangkan nyeri
  • Mengembalikan gerak dan aktivitas fungsional penderita
Prinsip Terapi
  • Memperbaiki ROM pada baahu
  • Mengurangi spasme otot
Edukasi
  • Mengajarkan penderita untuk melatih codman pendular exercise di rumah
  • Memberikan wawasan kepada penderita untuk mengurangi kontra indikasi dari penyakit itu
  • Arahan untuk istirahat sementara dan dilakukan program terapi bahu
  • Informasi kepada pasien untuk pemulihan pasca injury bahu dengan modalitas terapi
Kriteria Rujukan
  • Dokter Ortopedi
  • Fisioterapi


Prognosis

Penderita dapat sembuh jika ditangani dan dirawat dengan cepat oleh ahli medis di atas dengan tingkat kesembuhan 98%.

Prognosis dapat memburuk apabila dibiarkan tanpa perawatan, untuk kasus ringan frozen shoulder sebenarnya dapat sembuh sendiri tanpa terapi, namun dikuatirkan onset penyakit tersebut merubah struktur dan fungsi dari regio glenohumeral pada bahu penderita.


Kode Penyakit

Kode ICD: M75.0
Kode ICF: 
  • b7102
  • d5100
  • d5400
  • d5401

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel