Pemeriksaan Klinis Erb's Palsy




Sobat secangkir terapi, pasien yang menderita erb's palsy akan mengalami kelumpuhan pada level saraf tingkat atas yang menghambat gerak fungsional dan aktivitas keseharian penderita.

Dimana hal itu tentu membuat orang tua dari anak kuatir dengan perkembangan fisik dan pertumbuhannya, sehingga memerlukan pemeriksaan klinis untuk menegakkan diagnosa penyakit itu.


Pemeriksaan Kelumpuhan Karena Erb's Palsy



Definisi

Erb's Palsy adalah kelumpuhan pada lengan yang disebabkan oleh cedera pada kelompok saraf lengan atas, khususnya saraf yang berada pada C5 sampai C6 dimana bagian dari plexus brachialis yang terdiri dari rami ventral saraf spinal C5 sampai C8 dan T1.


Epidemiologi


  • Prevalensi di negara Amerika Serikat 4,4 dari 1.000 kelahiran hidup menderita erb's palsy
  • Di negara Perancis 8 orang dari 1.000 kelahiran hidup menderita erb's palsy
  • Perbandingan kasus laki-laki dan perempuan adalah hampir seimbang
  • Lebih banyak disebabkan oleh bayi dengan lahir prematur
  • Kasus penyakit ini dapat juga disebabkan oleh proses persalinan yang salah sewaktu ibu melahirkan anak


Anamnesa

Pasien datang dengan keluhan kesulitan dalam menggunakan tangan kiri, sulit untuk rolling, posisi duduk mengalami hambatan gerak.

Keluhan lain posisi tangan kiri lurus terus tidak dapat ditekuk dan memutar ke dalam, orang tua sering menekuk tangan kiri yang lurus terus namun kembali lagi ke posisi semula.

Anak tidak bisa melakukan tengkurap sendiri serta tangan kanan tidak aktif.

Orang tua pasien kuatir jika anak ada gangguan tersebut dan mempengaruhi kemampuan anak di kemudian hari.

Saat proses persalinan, ibu melahirkan anak itu dengan waktu yang lama dan sulit.

Usia penderita 4,5 tahun, jenis kelamin laki-laki.


Pemeriksaan Fisik dan Penunjang

Pemeriksaan Fisik

1. Inspeksi
Statis:
  • Seluruh tubuh terlihat normal kecuali pada lengan kiri
  • Lengan kiri terlihat dalam posisi adduksi bahu
  • Forearm pronasi
  • Elbow ekstensi
  • Wrist fleksi
Dinamis
  • Lengan kiri tidak aktif bergerak
  • Meraih benda dengan tangan kiri tidak dapat dilakukan
  • Tangan kanan aktif bergerak daripada tangan kiri
2. Pemeriksaan Reflek
  • Reflek menggenggam masih ada
  • Reflek bicep tidak ada pada lengan kiri
  • Radial reflek tidak ada pada tangan kiri
3. Tes sensorik
  • Lateral fore arm (C6) tidak ada respon
  • Lateral lengan (C5) tidak ada respon
  • Trisep respon tidak ada
4. Tes Tonus Otot (postural tone test)
  • Terdapat hipotonus pada daerah deltoid kiri
  • Ada hipotonus pada bicep kiri
  • Palpasi pada lengan kiri terdapat hipotonus
  • Gerak pasif lengan tidak ada tahanan gerak dan memicu hipotonus

Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan NCV
  • Sistem motorik mengalami kenaikan tonus
  • Kecepatan saraf pada latensi distal sinistra meningkat
  • Sensorik tidak ada respon
2. Rontgen
  • CT Scan normal
  • Tidak ada kelainan pada lengan kiri
3. MRI
  • Struktur anatomi tubuh penderita bagian lengan kiri mengalami perubahan bentuk
  • Jaringan lunak dan saraf perifer mengalami kenaikan grafik respon sensomotorik


Diagnosa

Struktur Tubuh dan Fungsi
  • Lesi pada pleksus brachialis bagian kiri
  • Kontraktur pada otot lengan atas dan bawah bagian sinistra
  • Lengan kiri hiperekstensi
Keterbatasan Aktivitas Keseharian (ADL)
  • Penderita tidak dapat Rolling
  • Memegang mainan terasa sulit pada tangan kiri
  • Penderita kehilangan fungsi gerak tangan kiri
Partisipasi Restriksi
  • Penderita tidak dapat bermain dengan baik dengan menggunakan tangan dan lengan kiri
  • Kesulitan dalam mengambil mainan
Diagnosa Berdasarkan ICF

Anak kesulitan dalam memainkan gerak lengan kiri dimana fungsi gerak rolling, memegang mainan, posisi lengan kontraktur karena adanya lesi pada pleksus brachialis bagian atas sisi kiri.


Rencana Penatalaksanaan Terapi

Tujuan
  • Meningkatkan fungsi motorik lengan kiri
  • Mengembalikan fungsi sensorik pada daerah lengan kiri
  • Meningkatkan kemampuan fungsional anak
Prinsip Terapi
  • Meningkatkan fungsi motorik lengan kiri
  • Mengembalikan sensorik pada daerah lengan kiri
  • Membantu dalam tumbuh kembang anak
Edukasi
  • Mengajarkan gerak pasif melawan pola lengan penderita
  • Memberikan fasilitasi anak untuk rolling dan tidak langsung dibantu rolling
  • Mengajak penderita untuk program fisioterapi
Kriteria Rujukan
  • Dokter Umum
  • Fisioterapi


Prognosis

Prognosis akan membaik dan sembuh apabila penderita mengalami erb's palsy pada tingkat level saraf C5 dan C6 sekitar 90% sembuh sendiri tanpa melakukan terapi.

Kondisi 53% ekstremitas atas dapat berfungsi dengan normal.

Namun jika penderita mengalami erb's palsy tingkat level saraf C7 ke bawah, maka dipastikan tidak sembuh dan memerlukan terapi khusus untuk memulihkan kondisi anak itu.

Jika dibiarkan tanpa perawatan, maka prognosis akan memburuk.


Kode Penyakit

  • Kode ICD: P14.0
  • Kode ICF: b2, S2

Info Terkait

Previous
Next Post »