Pemeriksaan Klinis De Quervain Syndrome

pemeriksaan ibu jari tangan yang meradang, nyeri, sakit dan mengganggu aktivitas



Sobat secangkir terapi, mekanisme terjadinya penyakit de quervain syndrome disebabkan karena kelelahan dan trauma kecil yang berulang-ulang atau repetisi secara perlahan dan semakin lama-semakin berat terjadi pada jempol dan jari-jari tangan.

Penyakit ini dapat menimbulkan degenerasi dini pada jaringan yang tertekan dimana rasa sakit di daerah jempol tangan timbul karena overuse dari kerja otot tersebut, sehingga memerlukan pemeriksaan klinis untuk menunjang dan menegakkan diagnosa ke arah penyakit itu.

Pemeriksaan Nyeri Pada Jempol Tangan


Definisi

De Quervain Syndrome adalah penyakit dengan nyeri pada daerah prosesus styloideus akibat inflamasi kronik pembungkus tendon otot abduktor pollicis longus dan otot ekstensor pollicis brevis setinggi radius distal dan jepitan pada kedua tendon tersebut (Wright, 2004).


Epidemiologi

Penyakit De Quervain syndrome terjadi lebih banyak diderita oleh perempuan daripada laki-laki dengan perbandingan kasus 7:1

Usia yang terkena penyakit ini pada wanita berumur 30-50 tahun.


Anamnesa

Pasien datang dengan keluhan nyeri tajam pada jempol tangan dengan keluhan lain sakit pada sisi lateral pergelangan tangan kanan.

Saat melakukan gerakan fleksi, gerakan adduksi jempol tangan dan gerakan ulnar deviasi pada ibu jari terasa sakit dan dikeluhkan sejak 2 hari yang lalu.

Penderita umur 34 tahun, berjenis kelamin perempuan dan hobi memasak di dapur, pekerjaan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan kegiatan yang sering dilakukan di rumah adalah mencuci, mengetik untuk membuat blog.

Riwayat penggunaan kontrasepsi dengan spiral dihentikan dan minum obat KB dilakukan secara rutin, riwayat trauma pada ibu jari arena jatuh tidak pernah.


Pemeriksaan Fisik dan Penunjang


Pemeriksaan Fisik

1. Inspeksi

  • Bengkak pada sisi lateral pergelangan tangan
  • Jempol tangan sakit

2. Tes Cepat

  • Gerakan fleksi dan ekstensi tangan dan jari tangan terasa nyeri
  • Keluhan full ROM pada fleksi jari tangan mengalami hambatan

3. Tes Gerak Aktif

  • Gerakan adduksi ibu jari tangan sakit
  • Gerakan ulnar deviasi pada jempol nyeri
4. Tes Gerak Pasif
  • Tes penguluran jempol tangan terasa nyeri 
  • Terkadang bunyi klik jika jempol yang kaku diluruskan posisinya
5. Tes Gerak Isometrik
  • Tes gerakan isometrik melawan tahanan adduksi jari tangan terasa nyeri
  • Tes gerakan isometrik melawan tahanan adduksi jempol tangan terasa sakit
6. Tes Khusus
6.1. Finkelstein's Test
  1. Nyeri pada ibu jari dalam kondisi gerak oposisi ibu jari
  2. Gerakan reposisi jempol tangan juga terasa nyeri
6.2. Palpasi
  • Terjadi Oedema pada sisi lateral pergelangan tangan
  • Suhu dan temperature lokasi peradangan pada ibu jari dan bagian lateral ibu jari lebih hangat daripada lokasi lain yang sehat

Pemeriksaan Penunjang

Tidak memerlukan tes dan pemeriksaan penunjang kecuali diagnosa berubah

Diagnosa

Struktur Tubuh dan Fungsi
  1. Terjadi inflamasi pada ibu jari tangan
  2. Terdapat Adhesion pada jempol
  3. Penebalan tendon 
  4. Kelemahan otot
  5. Fleksibilitas jari tangan mengalami penurunan
  6. Nyeri gerak pasif dan aktif khusus pada jempol tangan

Keterbatasan Aktivitas Keseharian (ADL)
  • Penderita tidak mampu lagi menggenggam jari tangan dengan sempurna
  • Mengendarai sepeda motor mengalami hambatan
  • Mengetik terasa sakit
  • Menulis merasa nyeri
  • Mencuci tidak bisa dilakukan
  • Memotong dengan gunting mengalami hambatan

Partisipasi Restriksi
  • Penderita tidak mampu lagi bekerja di dapur untuk memasak karena nyeri
  • Hobi membuat blog dengan menulis di keyboard tidak dapat dilakukan karena sakit
Diagnosa Berdasarkan ICF


Terdapat nyeri pada tendon otot abduktor pollicis longus dan tendon otot extensor pollicis brevis akibat peradangan tendovaginitis dari otot abduktor pollicis longus dan otot ekstensor pollicis brevis.


Rencana Penatalaksanaan Terapi

Tujuan
  • Mengembalikan gerak fungsional tangan sehingga penderita dapat melakukan aktivitas keseharian
  • Memulihkan cedera jempol yang meradang

Prinsip Terapi
  • Menurunkan Nyeri
  • Menghancurkan Adhesion
  • Meningkatkan mobilitas gerak
Edukasi
  • Memberikan saran kepada pasien untuk tidak melakukan gerakan yang membebani persendian jempol tangan
  • Mengajarkan penderita untuk menghindari kontra indikasi dari gerakan jari dan pergelangan tangan yang memicu nyeri
  • Kegiatan mencuci, mengepel, menggenggam erat benda, menggunakan gunting untuk memotong sementara harus dihentikan
Kriteria Rujukan
  • Dokter Ortopedi
  • Fisioterapi



Prognosis

Prognosis De Quervain Syndrome tergantung derajat keparahan dari tenosynovitis, gejala dapat bertahan selama beberapa hari atau beberapa minggu tergantung aktivitas yang membebani (kontra indikasi penyakit) seperti uraian diatas.

Prognosis memburuk apabila dibiarkan tanpa perawatan yang tepat dan hanya diberikan obat anti nyeri dan dipijat karena efek tersebut hanya sementara saja, sedangkan prognosis dapat bertahan sampai berbulan-bulan dan tentu menghambat aktivitas keseharian, bukan!

Penggunaan Modalitas Ultrasound Terapi dan MWD (Micro Wave Diathermy) terapi dapat menghancurkan adhesive dan kesembuhan akan membaik sampai 90%.

Apabila prognosis sudah memburuk tindakan operasi bedah pada tenosynovitis sangat dianjurkan dan diperlukan untuk memulihkan kondisi semula dan kembali pulih 98%.


Kode Penyakit

Kode ICD: M65.4
Kode ICF: -

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel