Pemeriksaan Klinis Cedera Tendon Supraspinatus

nyeri bahu karena robekan tendon, nyeri bahu, keterbatasan gerak bahu


Sobat secangkir terapi, nyeri pada bahu selain frozen shoulder bisa juga karena penyakit tendon supraspinatus dimana hal itu mengakibatkan penderita yang mengalami cedera ini menderita saat mengangkat bahu ke atas.

Aktivitas yang memerlukan pekerjaan dengan bahu memang mengganggu apabila robekan tendon itu luas, sehingga memerlukan pemeriksaan klinis untuk menegakkan diagnosa ke arah cedera tendon itu.


Pemeriksaan Tendinitis Supraspinatus


Definisi

Tendinitis Supraspinatus adalah suatu kondisi peradangan yang terjadi pada insersio tendo supraspinatus tepatnya pada tuberositas mayor humeri yang ditandai dengan adanya rasa nyeri pada tendon supraspinatus.

Cedera tendon disebut juga tendinitis.


Epidemiologi

Prevalensi cedera nyeri bahu menurut studi anonim pada tahun 2007 yang mengenai tendon supraspinatus adalah

  • Nyeri bahu di Inggris 14%
  • Nyeri bahu di Belanda 12%
  • Indonesia 20%
  • Negara lain lebih dari 20% 


Anamnesa

Pasien datang dengan keluhan nyeri pada bahu saat melakukan gerakan mengangkat lengan ke atas, menjinjing barang dan melakukan gerakan ke arah lateral pada lengan kanan.

Usia penderita 27 tahun, berjenis kelamin perempuan, hobi suka bermain tenis meja, pekerjaan sebagai kurir antar barang di biro pengiriman barang di perusahaan JNE di kota Bandung.

Keluhan penderita nyeri saat mengangkat dan menjinjing barang bawaan saat bekerja di perusahaan JNE dimana setiap hari parsel kiriman barang harus diantar ke kota tujuan sehingga menghambat aktivitas keseharian sebagai kurir.

Penderita sudah melakukan pengobatan dengan pergi ke klinik dokter umum dan minum obat nyeri dan di pijat di rumah namun tidak sembuh bahkan sudah 2 hari ini penderita tidak masuk kerja karena nyeri yang dirasakan itu.


Pemeriksaan Fisik dan Penunjang

Pemeriksaan Fisik

1. Inspeksi
  • Postur tubuh tidak ada kelainan
  • Bahu tidak kelihatan adanya pembesaran volume karena inflamasi
2. Palpasi
  • Ada nyeri saat ditekan pada tendon supraspinatus pada bahu
  • Rasa hangat pada lokasi nyeri itu
3. Test Cepat
  • Abduksi tes bahu terdapat painful arc pada humeroscapular rhytme
  • Abduksi tes mengalami ketegangan otot
4. Tes Gerak Aktif
  • Gerak rotasi eksternal pada bahu terasa nyeri saat di kontraksikan otot itu
  • Gerak rotasi internal bahu full ROM terasa nyeri
  • Gerakan horizontal adduksi bahu full ROM hanya tegang saja
5. Tes Gerak Pasif
  • Tidak ada kelainan yang jelas pada gerakan bahu ke segala arah
  • Tapi ada nyeri tajam saat digerakkan horizontal adduksi full ROM
6. Tes Isometrik
  • Gerak bahu Abduksi dengan tes isometrik hanya melawan tahanan
  • Gerak isometrik selain gerakan abduksi tidak ada perlawanan
7. Tes Khusus
  • Palpasi dengan adduksi-ekstensi- internal rotasi full ROM terasa nyeri
  • Tes cepat dengan abduksi terjadi keterbatasan ROM

Pemeriksaan Penunjang

1. Pengukuran VAS (Visual Analog Skala)
  • Penderita mengalami nyeri pada skala 8
  • Nyeri dengan skala 8 tergolong nyeri berat dengan sifat nyeri tajam
2. Goniometri

Terdapat keterbatasan ROM pada gerakan:
  • Internal rotasi bahu terbatas
  • Adduksi bahu terbatas
  • Ekstensi bahu terbatas
3. Rontgen
  • Gambaran X-ray hanya menunjang pemeriksaan saja namun tidak mendukung ke diagnosa kasus penyakit ini
  • Rontgen diperlukan apabila diagnosa belum ditemukan


Diagnosa

Struktur Tubuh dan Fungsi
  • Tidak ada perubahan yang nampak pada struktur bahu (normal)
  • Namun ada gangguan fungsi bahu dalam mengangkat, menjinjing dan gerakan lateral
Keterbatasan Aktivitas Keseharian (ADL)
  • Penderita susah mengangkat barang kiriman pada perusahaan JNE
  • Pasien kesulitan dalam menjinjing paket JNE
  • Memindahkan barang ke arah samping kanan tubuh terasa nyeri
Partisipasi Restriksi
  • Tidak dapat bekerja di perusahaan JNE karena alasan sakit
  • Penderita tidak bisa main tenis meja di rumah
  • Menjemur pakaian mengalami hambatan
Diagnosa Berdasarkan ICF

Adanya nyeri bahu lateral sampai gerakan lengan atas karena tendinitis supraspinatus


Rencana Penatalaksanaan Terapi

Tujuan
  • Menghilangkan nyeri pada bahu
  • Mengembalikan gerakan fungsional bahu
Prinsip Terapi
  • Merilis nyeri dan sakit pada bahu
  • Memulihkan cedera bahu
Edukasi
  • Mengajarkan penderita untuk menghindari kontra indikasi nyeri bahu
  • Memberikan wawasan agar penderita istirahat total
  • Apabila terjadi tendon yang cedera dengan area yang besar disarnkan untuk operasi tendon supraspinatus
Kriteria Rujukan
  • Dokter Ortopedi
  • Dokter Spesialis Bedah
  • Fisioterapi


Prognosis

Prognosis tendinitis supraspinatus akan membaik jika dilakukan operasi pembedahan dan penyambungan tendon apabila luas area robekan tendon itu luas, kemudian dilakukan program Fisioterapi pada cedera bahu.

Prognosis akan memburuk jika hanya di pijat dan diberikan obat penghilang nyeri karena hal tersebut hanya pengobatan sementara.


Kode Penyakit

Kode ICD: M75.8
Kode ICF: -

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel