Pemeriksaan Klinis Sprain Medial Collateral Ligament (MCL)

Pemeriksaan Klinis Sprain Medial Collateral Ligament (MCL)


Sobat secangkir terapi, kasus robek pada ligament lutut saat olahraga bisa menimpa atau mengenai siapa saja.

Hal tersebut bisa terjadi pada olahragawan, atlet, pendaki gunung, orang tua lanjut usia yang terjatuh dari kamar mandi atau seseorang yang terkena trauma pada ligament itu.

Ciri-Ciri Cedera Sprain MCL dengan inspeksi dan palpasi

  • Tempurung lutut pada umumnya bisa bergeser ke sebelah (terpelecok) dimana tulang tempurung menjadi goyang atau tidak tepat pada lokasi semula
  • Terjadi ketidakstabilan lutut sewaktu berjalan
  • Hilang kontrol dari gerakan eksternal rotasi lutut
  • Gerakan flexi dan ekstensi sendi lutut menjadi terganggu

Cedera lutut yang mengenai ligament bagian tengah pada lutut akan menyebabkan jalan Anda menjadi pincang dan tidak stabil dalam berjalan dan berlari sehingga memerlukan pemeriksaan klinis untuk menegakkan diagnosa penyakit itu.

Pemeriksaan Penyakit Medial Collateral Ligament (MCL)

Definisi

Sprain Medial Collateral Ligament (MCL) adalah robek atau putusnya ligament pada bagian medial (tengah) pada lutut.

Kebanyakan cedera tepatnya di bagian meniscus pada sendi lutut Anda dimana sejajar pada tulang Tibialis dan tugas berat dari Ligament MCL ini dalam meredam getaran dan kejutan yang berlebih saat terjadi trauma jatuh.

Ligament MCL ini bertugas untuk membatasi pemisahan berlebihan dalam sendi lutut agar gerakan tungkai dan lutut Anda stabil (tidak menjadi Valgus).

Epidemiologi

Trauma atau Jatuh Pada Seseorang
  • Faktor usia dan keelastisan ligament sangat berpengaruh
  • Orang dewasa lebih banyak terjadi cedera daripada anak-anak
  • Dimana kasus anak-anak dengan perbandingan kasus pada dewasa yaitu 25%:75%
  • Pada umumnya kasus cedera MCL pada orang lanjut usia karena faktor jatuh pada lutut
  • Orang dewasa yang sering terjadi kasus MCL ini pada usia 20 sampai 35 tahun
Trauma pada olahragawan dan atlet
  • Pemain Sepak Bola dan Futsal 55%
  • Pemain Basket 11%
  • Rugby 19%
  • Ski 15%

Anamnesa

Seorang atlet Futsal sedang melakukan dribbling bola di lapangan dan melakukan gerakan akrobatik untuk melewati garis pertahanan lawan sehingga terjadi gerakan tungkai yang komplek saat melakukan gaya gerakan itu.

Valgus memutar ke arah midline lutut (pertengahan garis sendi lutut) dan memutar rotasi dari lututnya sehingga pemain futsal itu terjadi body balance (tabrakan) dengan musuh dan jatuh dengan posisi yang tidak tepat ke arah putaran eksternal rotasi lutut (jatuh memutar pada sendi lutut).

Akibat gaya akrobatik tersebut atlet itu terjadi gerakan paksa (force of knee joint external rotation) dari MCL, sehingga ligament MCL menjadi robek atau putus karena tarikan kuat itu dan atlet itu mengalami cedera MCL.

Ketika jatuh atlet itu meraung kesakitan dengan rasa sakit yang dalam pada batas tulang tibialis dan tulang lutut, dimana saat atlet itu berdiri kehilangan stabilitas dari lutut dan jalan menjadi tertatih-tatih (tidak stabil lagi).


Pemeriksaan Fisik dan Penunjang

Pemeriksaan Fisik

1. Tes Gerak Fungsi Dasar

Tes dasar untuk mengetahui kondisi umum terjadinya cedera MCL seperti
  • Gerakan flexi dari lutut normal
  • Gerakan ekstensi dari lutut terjadi hambatan
  • Gerakan internal rotasi normal
  • Gerakan valgus dalam terdapat hambatan
  • Gerakan eksternal rotasi terjadi hambatan
2. Tes Khusus
  • Tes Valgus stress Jacobson positif 
  • Palpasi pada sisi medial lutut terasa nyeri tekan dan rasa trimling

Pemeriksaan Penunjang

1. Rontgen
ada perubahan bentuk pada tulang tumit karena crash yang berlebihan dan mengakibatkan adanya peradangan 
2. MRI
Robekan pada sprain medial collateral ligament


Diagnosa

Struktur Tubuh dan Fungsi

  • Gangguan keterbatasan dan keseimbangan saat berjalan, berlari dan loncat 
  • Permukaan sendi lutut terjadi bengkak dan nyeri serius
  • Instabilitas ke arah Valgus dimana joint line tenderness
  • Penderita tidak mampu berlari

Keterbatasan Aktivitas Keseharian (ADL)

  • Penderita kesulitan saat melakukan gerakan naik turun tangga
  • Penderita kehilangan koordinasi dalam lokomotor sehingga terkadang tungkai diangkat sedikit untuk menandakan bahwa dia berjalan normal

Partisipasi Restriksi

  • Hobi bermain futsal mengalami hambatan
  • Kesulitan dalam melakukan ibadah

Diagnosa berdasarkan ICF

Adanya gangguan stabilitas keseimbangan pada saat berjalan yang mengenai Medial Colateral Ligament


Rencana Penatalaksanaan Terapi

Tujuan terapi

  • Eliminasi nyeri dan bengkak
  • Meningkatkan aktif ROM pada sendi lutut

Prinsip Terapi

  • Fungsional strengthening pada sendi lutut

Edukasi

  • Mengajarkan penderita agar bisa melakukan sendiri dalam pencegahan
  • Memberikan wawasan kepada penderita untuk menghindari komplikasi dan kontra indikasi dari gejala MCL

Kriteria rujukan

  1. Dokter Orthopedi (Spesialis bedah tulang)
  2. Dokter Saraf
  3. Dokter Bedah
  4. Fisioterapi

Prognosis

Pada cedera MCL bisa dilakukan dengan tindakan non operasi dimana dalam terapi ini indikasi yang mengarah kepada kerusakan Valgus tidak menjadi besar.

Pada orang tua dan lanjut usia dilakukan terapi modifikasi aktivitas untuk mengurangi gejala sekunder dari Medial Collateral Ligament (MCL) sehingga gejala itu tidak menjadi besar.

Rekonstruksi ligament MCL dan sendi lutut dengan tindakan operasi memang harus dilakukan pada seorang atlet agar dia bisa kembali ke lapangan untuk bermain atau bertanding lagi.

Kode Penyakit Sprain Medial Collateral Ligament

  • Kode ICF: B7150, B7601
  • Kode ICD: S83.41
DONASI LEWAT PAYPAL Mohon bantu berikan donasi apabila artikel ini memberikan manfaat. Donasi akan kami gunakan untuk pengembangan dan hidup yang lebih baik. Terima kasih.