Pemeriksaan Klinis Chondromalacia Patella

Pemeriksaan Klinis Chondromalacia Patella

pemeriksaan klinis dan penunjang chondromalacia patella


Sobat secangkir terapi, kasus Chondromalacia patella banyak dikeluhkan pada pekerjaan sopir, khususnya sopir taksi, sopir truk, sopir bis, dan sopir lainnya.

Kehidupan sopir dalam aktivitas keseharian dihabiskan dalam pekerjaan dan minimal melakukan pekerjaan itu selama 10 jam atau kurang sedikit, dalam waktu lama mengendarai kendaraan bermotor itu.

Pada umumnya kasus Chondromalacia patella dikeluhkan oleh sopir profesional dengan jam terbang mengendarai mobil dalam waktu yang relatif sangat lama.

Ciri-ciri Chondromalacia Patella
  1. Mal alignment gerak patella
  2. Nyeri pada lutut bagian depan
  3. Deformitas pada lutut
  4. Keterbatasan gerak dan nyeri pada sendi lutut
  5. Nyeri saat menginjak gas, rem dan kopling pada kendaraan bermotor

Mengenai pemeriksaan penyakit tersebut adalah sebagai berikut:



Pemeriksaan Penyakit Chondromalacia Patella



Definisi

Chondromalacia patella adalah kerusakan tulang rawan di bawah lutut.

Kerusakan pada tulang rawan lutut dapat mengakibatkan hambatan dan gangguan dalam upaya produktivitas pekerjaan, maka hal tersebut jika dibiarkan dalam waktu yang lama atau tidak dirasakan (dibiarkan tanpa pengobatan) akan menghambat aktivitas keseharian.


Epidemiologi

Penelitian yang dilakukan oleh Anderson dan Raanas yang dikutip oleh Chen bahwa pada tahun 2000, melakukan penelitian terhadap 1242 pengemudi taksi di Taipei, Taiwan.

Menemukan pengemudi taksi yang mengemudi selama lebih dari 10 jam per hari ditemukan prevalensi nyeri lutut sebesar 703 pengemudi taksi profesional.

Di Norwegia ditemukan kasus nyeri lutut pengemudi taksi sebesar 29% dibandingkan masyarakat umum 25% dengan menggunakan Nordic Musculoskeletal questionnaire.

Para pengemudi taksi mengeluh sakit di lutut lebih tinggi dibandingkan prevalensi nyeri lutut nasional sebesar 11% berbanding 8,6%.

Sedangkan di Rumah Sakit RSCM Jakarta kasus nyeri lutut mencapai 56,7% dari semua pasien yang mengeluh dan berobat ke bagian Rematologi dan ke dokter spesialis penyakit dalam.

Mengenai usia yang menderita nyeri lutut ini, usia 20 tahun menderita sebesar 10% dan meningkat menjadi lebih dari 80% pada usia di atas 55 tahun.


Anamnesa

Pasien datang dengan keluhan nyeri daerah lutut bagian anterior dan menyebabkan rasa nyeri di bagian lutut, nyeri akan meningkat ketika berjalan naik turun tangga, berlutut, jongkok, duduk dengan lutut ditekuk untuk jangka waktu yang lama.

Umur penderita adalah 52 tahun berjenis kelamin laki-laki, dengan pekerjaan sebagai sopir taksi taksi Grab di Jakarta.

Hobi penderita adalah bersepeda santai di kota Jakarta.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Fisik

  • Tes gerak pasif fleksi ekstensi ROM Normal
  • Tes Kompresi pada patella terasa nyeri
  • Palpasi nyeri pada medial patella terasa nyeri
  • Tes kelemahan pada Vastus medialis Oblique
  • Antropometri ada atropi pada otot Quadricep femoris
Pemeriksaan Penunjang
Rontgen:
Adanya gambaran perubahan formasi pada patella


Diagnosa

Struktur Tubuh dan Fungsi
  • Keterbatasan gerak pada lutut
  • Nyeri saat berjalan
  • Sakit saat naik turun tangga
  • Jongkok terasa sakit

Keterbatasan gerak aktivitas keseharian (ADL)

  • Keterbatasan gerak saat melakukan olahraga yang bertumpu pada lutut
  • Bekerja dengan posisi duduk lama pada sopir taksi akan mengalami nyeri pada lutut dimana fungsi rem, kopling, gas memerlukan lutut untuk aktivitas itu
Partisipasi Restriksi
  • Pekerjaan sebagai sopir taksi terganggu karena mengalami hambatan pada lutut
  • Hobi bermain sepeda berhenti karena nyeri
  • Penderita kesulitan dalam melakukan Ibadah
Diagnosa ICF

Terdapat nyeri pada anggota gerak bagian bawah dan gangguan gerak, nyeri pada lutut



Rencana Penatalaksanaan Terapi

Tujuan
Meningkatkan kemampuan fungsional dari lutut dan mengembalikan semula kondisi patella yang mengalami kerusakan tulang rawan atau meminimalisir kemungkinan cedera berlanjut.

Prinsip terapi
  • Meningkatkan kekuatan otot-otot sekitar lutut 
  • Mengurangi tekanan pada lutut
  • Memperbaiki alignment pada lutut
  • Mengurangi nyeri
Edukasi
  • Mengajarkan penderita untuk melakukan latihan yang memperkuat bagian otot pada bagian dalam lutut
  • Mengajarkan pasien untuk menghindari kontra indikasi nyeri lutut
  • Edukasi dalam aktivitas naik turun tangga
  • Melakukan bimbingan dalam aktivitas keseharian (ADL)
Kriteria rujukan
  • Dokter umum
  • Dokter Ortopedi
  • Fisioterapi


Prognosis

Keluhan akan memburuk jika penderita melakukan aktivitas yang berlebihan terhadap cedera yang telah dia rasakan.

Keluhan akan membaik apabila melakukan istirahat, terapi, dan pengobatan yang tepat dalam mengurangi nyeri lutut


Kode penyakit

  • Kode ICD: M22.40
  • Kode ICF: b28016

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel