Penyembuhan Fisioterapi Dalam Kasus Sprain Ankle Lengkap




Sobat secangkir terapi, pada cedera pergelangan kaki yang sering menggunakan ankle sebagai alat untuk mobilisasi atau gerak.

Seringkali didapatkan bahwa pada ekstremitas bawah mengalami bengkak dan terjadi peradangan akibat dari gejala tersebut membuat pasien tidak dapat beraktivitas seperti biasa.


Keseleo Pada Ankle



Cedera Ankle dalam bahasa sehari-hari disebut dengan sakit dan nyeri di engkel dimana pada persendian engkel berfungsi sebagai stabilisator pada alat lokomotor tubuh.

Mengenal Sprain Ankle

Sprain ankle dalam bahasa awam disebut dengan keseleo atau cedera akut pada engkel, sebelumnya Anda harus mengetahui dan mengenal sprain ankle lebih dalam agar mengetahui gejala awal dan onset kearah riwayat keparahan suatu penyakit.

Banyak yang bertanya perihal engkel yang mengalami keparahan dan tidak sembuh apakah boleh diurut atau dipijat?

Untuk menjawab pertanyaan ini Anda harus mengetahui dulu masa yang benar dalam mengetahui kondisi cedera Anda dan menentukan pengobatan yang tepat dalam mengatasi keluhan yang Anda derita.

Anatomi tulang dan sendi ankle

Pada sendi ankle terdapat ruas tulang
  1. Tulang Tibialis
  2. Tulang Fibula
  3. Tulang Talus
  4. Tulang Calcaneus




Daftar otot dan gerakan pada persendian ankle

Plantar Fleksi
  1. Gastrocnemius
  2. Soleus
  3. Plantaris
  4. Peroneus longus
  5. Tibialis posterior
  6. Flexor digitorum longus
  7. Flexor halucis longus
  8. Peroneus brevis
Dorso Fleksi
  1. Tibialis anterior
  2. Ekstensor digitorum longus
  3. Ekstensor hallucis longus
  4. Peroneus tertius
Inervasi
  1. Tibialis anterior
  2. Tibialis posterior
Eversi
  1. Peroneus longus
  2. Peroneus tertius
  3. Peroneus brevis


Ligament Sendi Ankle

Ligament adalah tali pengikat antar tulang agar stabil saat melakukan gerakan dan menjaga persendian dari kerusakan internal dan eksternal yang menyebabkan tulang bergeser dari posisinya.

Sendi ankle mempunyai 3 bagian ligament yang menjaga ankle Anda stabil dan kuat dalam melakukan gerakan lokomotor, ligament tersebut adalah:
  1. ATL : Anterior Talo Fibular Ligament
  2. PTL : Posterior Talo Fibular Ligament 
  3. CFL : Calcaneo Fibular Ligament







Dermatome dan myotome cedera ankle


  1. Popliteus = L3, L4, L5
  2. Tibialis anterior = L4, L5
  3. Tibialis posterior = L4, L5
  4. Tensor fascia lata = L4, L5
  5. Gastrocnemius = S1, S2
  6. Plantaris = S1, S2
  7. Soleus = S1, S2
  8. Peroneus brevis = L5, S1
  9. Peroneus longus = L5, S1
  10. Peroneus tertius = L5, S1

Jika terjadi keluhan kronis pada ankle Anda, maka akan mengalami gejala seperti kebas, mati rasa, tidak berfungsi otot ankle, hilangnya kontrol otot ankle Anda.

Hal tersebut bisa di cek dengan test dermatome dan myotome dimana area yang mengalami kerusakan bisa ditandai pada area kulit dan penyebarannya, contoh L4 dan L5 mati rasa dan kebas berarti ada trouble pada area ankle Anda.

Mengenai area yang lengkap dan disertai gambar bisa Anda buka pada Dermatome dan Myotome Ankle





Pengobatan sementara dan lanjutan cedera ankle



Penjelasan tersebut sudah kami rangkum dalam pengobatan cedera pada pergelangan kaki supaya kedepan onset cedera tersebut tidak menimbulkan gejala yang serius dalam penanganan cedera pada masa akut dan kronis.

Mengenai lokasi engkel yang mengalami cedera yang serius dan terjadi pada masa akut sobat secangkir terapi dapat melakukan tindakan pengobatan sementara dengan memposisikan tubuh dalam posisi istirahat, pemberian es pada lokasi engkel yang mengalami trauma, melakukan kompres pada lokasi yang cedera dan terakhir Anda harus menggunakan teknik elevasi.

Banyak kasus yang dapat menimbulkan cedera pada pergelangan kaki dan banyak yang kambuh saat sudah dilakukan terapi sementara namun hasil dari terapi tersebut tidak menyentuh kearah perbaikan kondisi dari engkel Anda sehingga onset penyakit tersebut naik ke level cedera serius dan harus dilakukan pengobatan berlanjut.

Gerakan yang harus dihindari

Mengenai gerakan yang memicu timbulnya sakit kebanyakan disebabkan oleh faktor aktivitas sehari-hari seperti melakukan senam dan olahraga yang memaksa engkel Anda untuk bekerja lebih keras dalam menjaga stabilitas ekstremitas Anda.

Untuk itu Anda juga harus mengetahui kegiatan atau aktivtas apa yang perlu dihindari untuk menjaga cedera ankle Anda, maka sobat secangkir terapi harus memahami gerakan yang harus dihindari saat melakukan aktivitas tersebut.

Bunyi nyeri pada ankle

Pada beberapa kasus atlit dan olahraga seperti pemain sepak bola yang pernah mengalami keseleo dan cedera pada otot engkel, maka akan mengalami gejala yaitu berbunyi kletukan (krepitasi) pada engkel, bunyi tersebut disebabkan oleh kerusakan struktur jaringan lunak yang menyebabkan permukaan tulang tibialis dan tulang Calcaneus terjadi gesekan dan berbunyi krepitasi.

Hal tersebut sebenarnya tidak apa-apa atau menjadi masalah yang perlu dikawatirkan asalkan tidak ada robekan pada ligament penyangga persendian ankle Anda.

Penanganan cedera atlet post injury ankle

Pada cedera atlit sepak bola cara menangani keseleo pada kaki kanan atau kiri yang terkena tackling dan sliding harus dilakukan istirahat sementara di pinggir lapangan, gunakan es atau sprayer pada ankle Anda untuk menghilangkan rasa sakit dan menurunkan vasodilitas dari inflamasi akut engkel Anda.

Lalu kompres pada area yang sakit bisa menggunakan kinesio taping atau juga bebat manual agar vasodilatasi pembuluh darah pasca trauma menjadi berhenti lalu gerakkan elevasi agar pendarahan disekitar lokasi engkel tidak menyumbat dan mengakibatkan peradangan.

Anda juga harus mengetahui informasi mengenai berapa banyak kasus sprain ankle yang ditemui di sekitar kita,  kebanyakan diderita oleh para atlit dan olahragawan tidak menutup kemungkinan wanita yang menggunakan sepatu hak tinggi bisa menyebabkan sprain ankle.


Penanganan pada ankle yang terputar dan geser karena keseleo


Fisioterapi dapat melakukan reposisi engkel yang terputar pasca tackling pemain bola dengan cara melakukan manual exercise dengan meluruskan tulang calcaneus searah dengan tulang tibilis, hindari gerakan memutar engkel dengan terlalu menggerakkan inversi agar tidak terjadi robekan pada ligament penyangga pergelangan kaki atlit.

Pada kasus geser sendi pada engkel dapat ditangani dengan reposisi kearah medial dan hindari kearah inversi berlebihan agar tidak terjadi kerusakan pada ligament ankle.

Setelah keseleo pada umumnya orang akan melakukan pemijatan pada area engkel namun hal tersebut sebenarnya tidak banyak membantu dalam reposisi ankle yang terputar sehingga harus diserahkan ahlinya dalam melakukan tindakan tersebut.



Cara menyembuhkan kambuhan keseleo pada ankle


Pada umumnya setelah terjadi trauma ringan pada ankle dan setelah beberapa waktu digunakan aktifitas yang agak berat seperti loncat-loncat dan naik turun tangga dapat menyebabkan kekambuhan dari keseleo tersebut.

Sehingga hal tersebut harus dilakukan tindakan reposisi pada sendi ankle Anda dan juga diberikan stabilisasi pada engkel agar kedepannya persendian ankle Anda tidak mudah goyah karena ada tahanan gerakan dari stabiliser tersebut.

Stabiliser yang bagus untuk menjaga arcus persendian ankle adalah menggunakan orthesa atau splint ankle.

Untuk splint ankle dapat menggunakan splint yang fleksible dan jangan menggunakan splint yang rigid karena menimbulkan terbatasnya geraka range of movement persendian engkel Anda.

Jika harus dipasangi orthesa, maka gunakan sepatu khusus ankle yang bisa Anda pesan pada Fisioterapi terdekat.

Lama penyembuhan sprain ankle


Pada cedera keseleo akut penyembuhan cedera memerlukan waktu paling cepat  2-3 hari.

Namun untuk kasus yang kronis yang memerlukan tindakan arthoplasty atau pembedahan ankle karena robekan ligament yang mengarah pada tidak stabilnya persendian engkel memerlukan waktu 4-6 bulan tergantung lokasi dan luas keparahan sendi yang rusak.



Pengobatan Fisioterapi Dalam Kasus Sprain Ankle



Dalam pengobatan Fisioterapi memerlukan anamnesa dan diagnosa yang akurat agar data mengenai keluhan sprain ankle dapat disembuhkan dengan benar dan tepat sehingga diagnosa kasus tersebut dapat ditegakkan dengan benar.

Peran Fisioterapi pada cedera pergelangan kaki

Fisioterapi berperan dalam mengembalikan posisi cedera dari masa sebelum pre injury ankle dan menyembuhkan keluhan kearah tindakan konvensional dalam menjaga luas gerak sendi tersebut dan melatih jalan pasien agar bisa berjalan dengan lancar.

Sebelum melakukan tindakan terapi dan pengobatan fisioterapi alangkah baiknya sobat secangkir terapi memahami dulu program fisioterapi pada cedera pergelangan kaki  supaya pasien dapat di programkan dengan benar sehingga diagnosa kearah sprain ankle dapat di sembuhkan.

Prognosa kearah destruktif pada ankle dapat dicegah dengan pemberian support health atau alat bantu agar kedepannya pasien dapat menjaga luas gerak sendi pada ankle serta stabilisasi sendi yang benar.

Kami menggunakan contoh penerapan terapi pada cedera engkel dengan modalitas Ultrasound diathermi.

Modalitas Fisioterapi Ultrasound Diathermie

Kasus nyeri sprain ankle bisa di cegah dengan menggunakan modalitas Fisioterapi yaitu menggunakan modalitas Ultrasound Diathermie (US).

alat ultrasound memberikan kesembuhan pada nyeri lutut
Ultra Sound Diathermi



Kegunaan Ultrasound untuk Cedera Ankle

Kegunaan alat ini sangat banyak, selain untuk kasus cedera ankle, Ultrasound juga bisa digunakan untuk kasus seperti:
  1. Rematoid Arthritis
  2. Bursitis akut dan kronis
  3. Epicondilitis 
  4. Cedera pergelangan kaki atau ankle sprain
  5. Oedema ankle sprain
  6. Algodystropy
  7. Syndrome sudeck
  8. Tendovaginitis
  9. Tendinitis
  10. Myospasme


Kasus Cedera pergelangan kaki sering ditandai dengan bunyi "kruk" atau disebut bunyi krepitasi pada tulang tibilas bersinggungan dengan tulang kalus, dan keluhan ini masuk dalam kasus ortopedi, sehingga pasien kesulitan untuk berjalan, melangkahkan kaki dan menapakkan kaki karena ankle sakit.

Untuk itu kegunaan modalitas ultrasound diatermie terapi, memberikan solusi di saat orang tua mengalami kejadian nyeri ankle yang membatasi ruang gerak dan langkahnya.

Ultrasound diathermie adalah sebuah alat yang bekerja secara mekanik dengan getaran tingkat tinggi gelombang suara, dimana gelombang tersebut masuk kedalam jaringan tubuh dengan frekuensi diatas 20.000 HZ.
Kepala Ultrasound Diathermie atau Tranduser

Penggunaan alat ultrasound diatas dalam dunia kedokteran khususnya fisioterapi menggunakan gelombang  0,5-5 MHz dengan tujuan untuk menimbulkan efek terapeutik melalui proses tertentu.





Cara kerja ultrasound diathermi


Jika terjadi inflamasi didalam sendi ankle, maka pasien merasa nyeri yang tak tertahankan, dibuat jalan, jongkok, membungkuk, melangkah dan aktifitas lainnya menjadi sakit. Hal tersebut menandakan sudah terjadi inflamasi.


Penetrasi Tranduser Ke Permukaan Jaringan Ankle Anda

Gambar diatas adalah gambar lapisan sendi ankle pasien dimana sendi ankle sudah terjadi inflamasi pada masa kronis, lalu ultrasound di tempelkan di lapisan superficialis kulit sendi ankle dengan dilapisi gel supaya tidak terjadi kerusakan pada alat tranduser, untuk kasus yang kronis penggunaan tranduser 1 MHz 82 mm lebih efektif untuk mengurangi nyeri daripada menggunakan tranduser 3 MHz 27 mm. 


Penetrasi gelombang suara tingkat tinggi yang dikeluarkan tranduser itu, akan menggetarkan jaringan di bawah kulit yang mengalami inflamasi, efek tersebut disebut efek terepeutik terapi dimana gelombang suara elektromagnetik tersebut memecah spot nyeri ankle dan mengalirkan darah yang membeku dan menghasilkan efek panas berlebih sehingga menimbulkan luka bakar jika tranduser tidak digerakkan.


Bentuk Tranduser

Tranduser adalah kepala alat ultrasound yang memancarkan gelombang suara elektromagnetik dan penggunaanya harus dilapisi gel sebagai penghantar suara ke jaringan kulit dan transfer gelombang tingkat tinggi ke dalam jaringan terdalam tubuh.



Jenis Tranduser


Tranduser dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :
  1. Tranduser 1 MHz 82 mm penetrasi alat tersebut sangat dalam dan menembus jaringan tubuh, sampai ke tulang. cocok digunakan untuk kasus osteoarthritis, epicondylitis, dll
  2. Tranduser 3 MHz 27 mm penetrasi alat tidak dalam dan digunakan untuk kasus subakut dan ringan seperti, myalgia, myo spasme, tendovaginitis, sprain ankle dll


Pancaran gelombang suara ultrasound diathermi

Tabel Koefisien tranduser frekuensi 1 MHz dan 3 MHz pada jaringan tubuh manusia:

MediumFrek. 1 MHzFrek. 3 MHz
Darah0,0280,084
Pembuluh darah0,41,2
Tulang3,22-
Kulit0,621,86
Tulang rawan1,163,48
Udara2,278,28
Tendon1,123,38
Otot0,762,28
Lemak0,280,84
Air (20°C)0,140,42
Serabut saraf0,00060,0018




Penyembuhan dengan Ultrasound diathermi

Efek terapeutik ultrasound diathermie dalam menyembuhkan kasus sprain ankle dapat dikatakan bagus dan memberikan efek yang baik pada jaringan dan persendian engkel pasien.

Alat ultrasound sangat banyak membantu pasien di lapangan dalam mengatasi dan mencegah nyeri di ankle akibat proses degenerasi maupun proses mekanik.

Pada penggunaan ultrasound diatas sangat membantu sobat secangkir terapi dalam mengarahkan orang tua yang menderita ankle injury untuk di terapi di ruang Poli Fisioterapi terdekat,

Pengalaman kami selama menerapi pasien osteoartritis akut dan cedera ankle, pasien memberikan feedback positif tentang kerja dari alat ultrasound diatermie, dimana pasien merasa puas dan nyeri berkurang.

Semoga informasi diatas bisa membantu dan menambah wawasan Anda, terimakasih.

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel