Mengenal Sprain Ankle





Mengenal Sprain Ankle Lebih Dalam



Sobat secangkir terapi, banyak dari kita yang belum mengetahui mengenai sprain ankle dimana kasus sprain ankle dapat menimbulkan luka yang serius jika tidak diobati dengan benar.

Ankle atau pergelangan kaki merupakan suatu sendi yang rapuh ketika trauma mekanik yang kuat terjadi, dimana ankle akan mengalami disuse (tidak berfungsi dengan normal) apabila seseorang mengalami trauma mekanik yang kuat (force mechanic).

Definisi Sprain Ankle

Sprain ankle adalah cedera pada pergelangan kaki yang diakibatkan oleh cidera pada ligament pergelangan kaki.

Istilah awam sprain ankle

Dalam bahasa awan sprain ankle dapat diartikan keseleo yang mengakibatkan pergelangan kaki tidak dapat berfungsi dengan normal.

Keseleo disini bukan disebabkan oleh terpeleset saja namun kepada rusak dan robek ligament pada pergelangan kaki sehingga memaksa seseorang harus istirahat total dalam menggerakkan sendi ankle.

Istilah Kedokteran Sprain Ankle


Sprain dalam bahasa medis disebut dengan robekan atau putusnya ligament.
Ankle dalam bahasa medis disebut dengan persendian di pergelangan kaki.

Sprain ankle dalam kedokteran disebut dengan gejala torn ligament ankle akibat robekan dan ruptur jaringan di daerah pergelangan kaki.


Posisi Tubuh Yang Sakit Saat Sprain Ankle


Biasanya seseorang yang mengalami robekan ligament pada pergelangan kaki akan menimbulkan gejala nyeri pada saat seseorang melakukan gerakan seperti:
  1. Menapakkan kaki di tanah saat mulai berjalan
  2. Rasa nyeri ketika bangkit dari posisi duduk kemudian melakukan gerakan dengan posisi berdiri
  3. Mulai melangkahkan kaki
  4. Mulai meloncat
  5. Posisi menahan beban saat berjalan


nyeri terpeleset pada tumit (ankle)


Hal diatas merupakan indikasi awal kearah sprain ankle sehingga gerakan mekanik ankle yang kuat akan menimbulkan tarikan kuat ligament ankle dan menjadi pergelangan Anda robek, apabila posisi tubuh juga ikut membebani pada ankle sewaktu Anda jatuh.

Posisi Lain Yang Mendukung Nyeri

Saat terjadi nyeri pada ankle, maka ekstremitas atas seperti lutut dan jari kaki akan mengalami kram dimana hal tersebut biasa terjadi dari efek sekunder sprain ankle pada pergelangan kaki.

Sakit dan nyeri tersebut diakibatkan karena ligament di pergelangan kaki mengalami robekan (torn ligament) dimana fungsi dari ligament sebagai pengikat tulang sewaktu menggerakkan telapak kaki kearah plantar flexi dan dorsal pada ankle.

Sebagian besar cidera pergelangan kaki disebabkan karena kaki tidak kuat menyangga ekstremitas tubuh sewaktu melakukan gerakan lokomotor (gerakan jalan) sewaktu seseorang mulai berjalan.

Sprain pada ankle pada umumnya dikeluhkan oleh atlit dan pendaki gunung, dimana trauma pada ankle yang serius memaksa ligament tertarik dengan kuat dan akhirnya karena gaya mekanik terlalu kuat menahan beban, maka ligament menjadi robek.

Contoh Kasus Sprain Ankle

  • Jatuh dari ketinggian yang mengenai ankle dan tarikan mekanik kuat pada ligament
  • Terpeleset sewaktu melakukan gerakan mengangkat beban berat
  • Terkena tackling pada ankle sewaktu atlit bola melakukan 
  • Meloncat dan jatuh pada posisi yang salah pada telapak kaki sehingga terjadi kasus sprain ankle
  • Terpeleset (terpelecok) saat memakai sepatu hak tinggi dan jatuh



Contoh sprain ankle seperti terpeleset sewaktu mendaki gunung.

Pada kasus terpeleset pada lantai licin juga bisa menyebabkan robekan serius jika posisi mekanik sewaktu trauma mengenai ligament ankle dimana tarikan kuat yang mengenai jaringan ligament pada ankle menyebabkan ruptur.

Penyebab Sprain Ankle

Posisi jatuh yang mengenai ankle juga bisa menyebabkan robekan pada ligament dan sendi pergelangan kaki.

Hal tersebut lebih mengarah kepada kesetabilan sendi ankle dalam menyangga ekstremitas atas dan bawah ketika terjadi trauma pada ankle.

Gerakan inversi dan eversi yang kuat pada ankle menyumbang keluhan nyeri dan memicu robekan pada ligament 


Pada beberapa kasus inversi dan eversi pada pergelangan kaki karena ketidakstabilan sendi ankle dapat menimbulkan gejala gangguan lokomotor dimana sprain ankle lebih cenderung terjadi pada kasus tersebut.

Beberapa penyebab pada seseorang yang mengalami CTEV (Conginetal Talipes Equivano Varus) atau kaki inversi dan eversi akan menimbulkan gerakan kekakuan pada sendi ankle.

Keluhan diatas disebabkan oleh tertariknya ligament, otot dan jaringan lunak yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan sprain ankle apabila pasien tidak menjaga gerakan saat berdiri dan berjalan.


contoh CTEV
Contoh CTEV



Sehingga sprain ankle dalam penyebab dan keluhan lebih luas kearah jaringan lunak dan ligament yang mengalami overuse.

Gerakan pola kaki diatas lebih ke arah inversi sehingga mendorong pasien yang mengeluhkan gejala kaki bengkok atau pengkor kedalam akan menyebabkan sprain yang serius jika pasien tidak dipasangi alat bantu Orthesa sepatu CTEV.

Semoga informasi sprain diatas membantu Anda, terimakasih.


Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel