Program Fisioterapi Pada Cedera Pergelangan Kaki

Program Fisioterapi Pada Cedera Pergelangan Kaki


Kasus pergelangan kaki banyak dikeluhkan pada beberapa orang sewaktu kita melakukan aktifitas yang menggunakan ankle sebagai tumpuan dan keseimbangan.

Nama lain cedera pergelangan kaki disebut juga dengan keseleo, terpelecok, terkilir, kecekluk pada persendian pergelangan kaki.

Pemeriksaan Fisioterapi Pada Cedera Pergelangan Kaki


Cedera pergelangan kaki dalam dunia medis dikenal dengan nama sprain ankle dimana kasus tersebut mengganggu aktifitas Anda seperti:
  • Rasa nyeri sewaktu menapakkan telapak kaki pada lantai
  • Keterbatasan gerak saat Anda melangkahkan kaki
  • Memar pada sekitar tumit Anda
  • Hilangnya kesetabilan pergelangan kaki Anda
  • Rasa sakit menjalar pada jari-jari kaki dan betis Anda


Keluhan tersebut akan meningkat onset keluhan kearah ruptur jaringan lunak pada pergelangan kaki Anda, jika pasca trauma pergelangan kaki dipaksa tetap melakukan kegiatan berjalan dan berlari.

Sprain ankle pada umumnya 85% disebabkan oleh kerusakan struktur jaringan pada bagian lateral atau dikenal dengan nama ligament lateral complex.

Kejadian tersebut membuat aktivitas Anda akan terhambat sehingga perlu dilakukan terapi agar keluhan yang Anda rasakan dapat diobati dengan benar.


Pemeriksaan klinis cedera pergelangan kaki

Sebelum menegakkan diagnosa, maka sobat secangkir terapi harus melakukan pemeriksaan klinis dulu sebagai dasar mengetahui symptom gejala penyakit tersebut.

Anamnesis Cedera Pergelangan Kaki

Saat kita mendapatkan pasien dengan keluhan cedera pergelangan kaki, maka pasien harus menceritakan dulu kronologi proses terjadinya cedera yang mengakibatkan sakit pada pergelangan kaki.

Contoh:

Pasien datang dengan keluhan nyeri pada pergelangan kaki sewaktu terpeleset dari kamar mandi dengan keras dan mengakibatkan pergelangan kaki tidak mampu untuk berfungsi normal dalam berjalan dan berdiri sehingga pasien hanya meraung kesakitan dan kejadian tersebut dikeluhkan satu hari yang lalu.

Dari anamnesa kita mendapatkan riwayat awal perjalanan penyakit dan selanjutnya kita melakukan pemeriksaan fisik agar kejadian tersebut diketahui seberapa parah onset dari cedera pergelangan kaki.


Pemeriksaan Fisik cedera pergelangan kaki


Pemeriksaan fisik berfungsi untuk mengetahui derajat keparahan dan sebagai indikasi metode yang tepat agar keluhan pasien lebih tepat sasaran untuk pengobatan dan efisien dalam penggunaan waktu pengobatan, tentu menggunakan teknik Fisioterapi, menggunakan pemeriksaan fisik meliputi:

1. Inspeksi

  • Kita lihat postur pasien, dia berjalan kesulitan atau mudah
  • Apakah ada flat back atau lumbal lordsis
  • Mimik wajah apakah meringis dan menangis menahan sakit di ankle
  • Keterbatasan gerak sewaktu berjalan

2. Palpasi

  • Kita raba daerah yang mengalami nyeri yaitu di ankle apakah empuk dan bengkak
  • Kulit terasa panas atau dingin
  • Sentuhan taktil dengan lidi atau goresan apakah ada reflek tambah sakit dan menarik kaki
  • Digerakkan ankle kearah eversi, inversi, dorsoflexi, plantar flexi apakah ada keterbatasan gerak

3. Test Fisioterapi

Test ini bernilai positif dan indikasi kearah sprain ankle jika pasien dilakukan test merasa nyeri gerak dan tekan seperti test:
  • Test gerak aktif: apakah ada nyeri posisi inversi 
  • Test gerak aktif: nyeri kontalateral dari arah gerakan ankle dan ada gerak searah menuju nyeri
  • Test gerak isometrik: gerak isometrik bernilai negatif namun menjadi positif jika ada pengedangan otot inversi
  • Test khusus: drawer sign positif

4. Penegakan diagnosa

  • Activity limitation: adanya gangguan berlari, loncat, kemampuan berjalan, keseimbangan tubuh terganggu, kontrol gerak tungkai terhambat
  • Body structure and body function: terdapat nyeri dan oedem di sekitar cedera
  • Participation restriction: pasien tidak mampu melakukan olahraga dengan maksimal
  • Diagnosa berdasarkan ICF: adanya gangguan stability ankle dan adanya ketidaknyamanan melakukan koordinasi gerakan ankle.



Rencana Program Fisioterapi Pada Cedera Pergelangan Kaki


Tujuan pengobatan

  1. Mencegah malalignment
  2. Meningkatkan movement coordination
  3. Meningkatkan stabilitas ankle
  4. Meningkatkan kemampuan ankle

Prinsip terapi

  1. Istirahat
  2. Aktivasi otot-otot stabiliser
  3. Meningkatkan kemampuan fungsional

Konseling dan edukasi

  1. Latihan keseimbangan
  2. Latihan aktivitas fungsional

Kriteria rujukan

  1. Dokter
  2. Fisioterapis

Prognosis gejala cedera pergelangan kaki

  • Pada umumnya pasien sprain ankle dapat sembuh dan beraktivitas kembali sebagaimana mestinya
  • Prognosis akan memburuk jika pasien mengalami ruptur jaringan

Penyembuhan sementara

  1. Elastic bandage
  2. Taping
  3. Tera band
  4. Wobble bandage

DONASI LEWAT PAYPAL Mohon bantu berikan donasi apabila artikel ini memberikan manfaat. Donasi akan kami gunakan untuk pengembangan dan hidup yang lebih baik. Terima kasih.