Tips Mengobati Anemia Hemolitik Dengan Transfusi Darah Rutin

penyebab anemia hemolitik pada awalnya lemah, letih, lesu dan kurang bergairah dalam menempuh hidup




Anemia Hemolitik


Sobat secangkir terapi, Anemia merupakan salah satu penyakit yang sering dialami atau diderita oleh sebagian orang, dimana anemia juga memiliki jenis-jenis anemia yang membedakan antara gejala dan juga penyebabnya.

Salah satunya yaitu anemia hemolitik. Anemia hemolitik merupakan salah satu anemia yang diakibatkan karena kerusakan sel darah merah. Sehingga tubuh tidak akan memproduksi sel darah yang sehat dan akhirnya akan menyebabkan gejala pada penderita anemia hemolitik. 

Penderita Anemia Hemolitik seharusnya  melakukan pemeriksaan secara dini untuk mencegah penyakit anemia hemolitik ini.

Nah, untuk itulah disini kami akan menjelaskan lebih lanjut mengenai anemia hemolitik, selengkapnya simak ulasan singkat di bawah ini!

Di bawah ini ada beberapa penjelasan mengenai anemia hemolitik yang wajib Anda ketahui. Adapun beberapa penjelasan tersebut diantaranya:

Penyebab Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik merupakan salah satu jenis anemia yang disebabkan karena sum-sum tulang belakang tidak mampu mengatasi usia sel darah merah yang terlalu pendek. Sehingga sum-sum tulang belakang akan melakukan regenerasi atau mengganti dan mempercepat pembentukan sel darah merah dengan waktu yang singkat. 

Jika keadaan terjadi secara terus menerus pada pasien dikhawatirkan akan menyebabkan anemia hemolitik dan membebani hidup seseorang.

Adapun beberapa penyebab anemia hemolitik diantaranya:
  • Terjadi pembesaran pada limpa. 
  • Sistem kekebalan yang menghancurkan reaksi autoimun. 
  • Penderita anemia hemolitik memiliki kelainan pada darah atau sel darah merah. Sehingga akan mempengaruhi dari produksi sel darah merah dalam tubuh. 
  • Mengkonsumsi obat-obatan yang bisa memperlambat pembentukan sel darah merah. 
  • Serta, terjadinya sumbatan pada pembuluh darah dalam tubuh saat akan menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. 



Gejala Anemia Hemolitik

Dengan penyebab yang sangat spesifik tersebut, berarti memang benar jika penyakit anemia hemolitik bukanlah penyakit anemia biasa. Sehingga Anda memang harus melakukan serangkaian tes jika Anda merasa terindikasi penyakit anemia. 

Akan tetapi, untuk lebih memperjelas mengenai Anemia Hemolitik, disini kami akan menjelaskan mengenai gejala anemia hemolitik. 

Adapun gejala anemia hemolitik diantaranya:
  • Gejala anemia hemolitik yang pertama yaitu perasaan melayang. 
  • Mengalami demam. 
  • Penurunan tekanan darah secara drastis. 
  • Penderita akan mengalami menggigil. 
  • Penderita juga akan mengalami perubahan dengan munculnya penyakit kuning dan air kemih yang berubah warna menjadi sangat gelap. Hal ini terjadi karena bagian sel darah merah yang hancur masuk ke dalam darah. 
  • Pada beberapa kasus penderita akan mengalami nyeri punggung dan sakit pada lambung. 


Cara Mengobati Anemia Hemolitik

Dengan gejala yang sangat mengkhawatirkan tersebut, tentu Anda juga ingin mengetahui cara mengobati Anemia Hemolitik. Sehingga dengan begitu, anemia tidak akan menjadi salah satu penyakit yang membahayakan. 

Serta anemia hemolitik Anda juga tidak akan semakin parah. Adapun beberapa cara untuk mengobati anemia hemolitik diantaranya:

Mengkonsumsi Obat-Obatan

Cara mengobati Anemia Hemolitik yang pertama yaitu dengan mengkonsumsi obat-obatan. Obat-obatan yang bisa dikonsumsi biasanya sesuai dengan tingkat keparahan dari anemia yang Anda alami. 

Sehingga sebelum memberikan obat dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan obat yang tepat untuk Anda konsumsi.

Pada umumnya dokter akan memberikan obat seperti autoimmune hemolytic anemia (AHA), atau dengan obat -obatan jenis kortikosteroid. Mohon konsultasikan dengan dokter setempat penggunaan obat tersebut dengan komplikasi yang Anda derita.

Melakukan Transfusi Darah

Selain dengan melakukan cara diatas, untuk mengobati Anemia Hemolitik Anda bisa melakukan transfusi darah. transfusi darah bertujuan untuk mengobati anemia hemolitik yang berat.

Pada beberapa kasus transfusi darah, banyak pasien yang berkurang dengan gejala Anemia Hemolitik akut disebabkan karena proses regenerasi sel darah merah Anda yang pada awal tubuh tidak memproduksi sel darah merah yang cukup.

Sehingga dengan melakukan transfusi darah yang rutin,  maka tubuh Anda mulai memproduksi sel darah merah dengan jumlah yang lebih dari biasanya.

Walaupun demikian, ketika Anda akan melakukan donor darah, darah yang akan didonorkan harus sesuai dengan jenis donor penerima dan idealnya donor darah untuk penderita Hemolitik yaitu setiap 2-3 bulan sekali cukup untuk menggantikan sel darah yang mengalami penurunan produksi.
Semoga informasi kami bermanfaat untuk Anda dan selamat mencoba !

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel