Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Pasien ADHD

Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Pasien ADHD

pasien ADHD dengan gejala impulsif dan hiperaktive disorders




SOP ADHD

Sobat secangkir terapi, SOP adalah Standar Operasional Prosedur, merupakan bagian dari pedoman peningkatan mutu pelayanan kesehatan (service health) dimana pelaksanaan tersebut sesuai dengan standar kesehatan yang direkomendasikan dan bisa di pertanggung jawabkan.

Pasien ADHD adalah pasien yang mengalami gangguan perilaku berupa kurang atau tidak mampu memusatkan perhatian, hiperaktivitas dan impulsive yang terjadi pada usia kurang dari 7 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa menderita ADHD.

Definisi

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) yaitu sebuah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif, serta susah memusatkan perhatian.

Kondisi ini dulunya dikenal dengan ADD (Attention Deficit Disorder), kemudian berkembang menjadi ADHD.

Gambaran Klinis

Pasien ADHD tidak mampu mempertahankan konsentrasi sehingga mudah sekali beralih perhatian dari satu hal ke hal yang lain.

Perilaku pasien ADHD yaitu tidak bisa diam, suka berlari - lari, berjalan kesana kemari, banyak bicara, suara berisik dan nyaring.

ADHD juga menyebabkan seseorang menjadi tidak sabar, tidak bisa menunggu giliran, mempunyai potensi yang tinggi untuk melakukan aktivitas yang membahayakan dirinya maupun orang lain.

Pada umumnya pasien ADHD  jika tidak ada aktivitas, dia suka melamun, mengantuk, tidak agresif, kurang bergaul dan gerakan tubuh menjadi lamban.

Pemeriksaan IKFR

Pemeriksaan ADHD pada anak -anak

Anamnesa

  • Wawancara dengan orang tua mengenai perilaku anak.
  • Laporan dari sekolah atau guru mengenai gangguan tingkah laku, kesulitan belajar, kurang prestasi akademis, sering tidak masuk sekolah, sering kali tidak peka dengan rasa nyeri.
  • Riwayat keluarga mengenai kelainan yang sama, kelainan psikiatrik lain, gangguan psikososial, kemiskianan, tidak ada orang tua atau adanya konflik keluarga.

Pemeriksaan Fisik

  • Pemeriksaan untuk menyingkirkan gangguan pendengaran dan penglihatan
  • Pemeriksaan status gizi
  • Pemeriksaan gangguan tumbuh kembang
  • Observasi Clumpsiness tidak tampil
  • Gejala tampak jelas bila anak berada dalam situasi yang tidak diawasi, gejala tidak muncul bila melakukan aktifitas yang disukainya.

Pemeriksaan Penunjang / Pemeriksaan Mental

  • EEG (Power spectral analysis)
  • Test psikologi dengan metode child behaviour check list dab test intelegensia
  • Southern California Sensory Integration Test ( SCSIT)

Diagnosa

Sesuai dengan kriteria DSM IV tahun 1994 mengenai rehabilitasi anak, yaitu dengan mengetahui masalah gangguan pada rehabilitasi ADHD, meliputi:
  1. Gangguan pada sensori integrasi
  2. Gangguan perilaku
  3. Ganggua konsentrasi

Prognosis

Pada pasien ADHD ditemukan 30 - 80 % pasien menunjukkan gangguan pemusatan perhatian / hiperaktivitas sampai adolecense, 65 % sampai dewasa.

Secara prognosis pasien ADHD kurang baik dalam intelegensia atau IQ rendah, relasi buruk terhadap teman. Prognosis lebih baik pada keluarga yang stabil.

Delikuensi atau kepribadian pasien ADHD yaitu mereka anti sosial, pada kasus orang dewasa penderita ADHD 25 - 40% kasus mereka suka menyendiri dan tidak suka hidup bersosial. Beberapa diantaranya terlibat kasus narkoba.

Prinsip Penyembuhan Kasus ADHD

  1. Terapi tingkah laku dengan metode control learning, Allied Behaviour Analysis (ABA).
  2. Terapi kognitive dengan metode, Cognitive Behaviour Modification and Self Control (CBM).
  3. Terapi kombinasi dan evaluasi behaviour dengan rating scala
  4. Medikamentosa atau obat stimulan
  5. Sensori Integrasi

Pedoman DSM IV tahun 1994

Pedoman yang digunakan untuk mengetahui tingkatan diagnosis gangguan pemusatan perhatian (hiperaktivitas), meliputi:

1. Gangguan konsentrasi

Paling sedikit terdapat 6 gejala yang menetap minimal 6 bulan dari gejala berikut ini:

a . Tidak mampu memberikan perhatian kepada hal-hal kecil, sering membuat kesalahan yang seharusnya tidak terjadi pada waktu melakukan pekerjaan.
b. Tidak mampu memusatkan perhatian atau gagal fokus secara terus menerus pada waktu menyelesaikan tugas atau pekerjaan.
c. Sering tampak tidak mendengarkan jika ada orang bicara.
d. Sering tidak mengikuti perintah dan gagal menyelesaikan tugas atau pekerjaan.
e. Sering mengalami kesulitan untuk mengatur tugas atau aktivitas lainnya.
f. Sering kehilangan barang yang diperlukan.
g. Sering menolak atau tidak menyukai tugas yang memerlukan perhatian terus menerus.
h. Perhatian mudah beralih oleh rangsangan dari luar.
i. Sering lupa dalam menyelesaikan tugas sehari - hari.

2. Hiperaktivitas

Paling sedikit terdapat 6 gejala yang menetap minimal selama 6 bulan dari gejala hiperaktivitas dari gejala berikut ini:

a. Tidak dapat duduk diam, tangan dan kakinya banyak bergerak
b. Sering meninggalkan tempat duduk pada waktu mengikuti kegiatan di tempat kerja atau kegiatan lain yang mengharuskan tetap duduk.
c. Suka berlarian dan sering loncat-loncat.
d. Tidak dapat mengikuti aktivitas dengan tenang.
e. Sering bergerak terus atau berperilaku bagaikan di dorong dengan mesin.
f. Sering banyak bicara.

3. Impulsivitas

Gejala yang timbul secara spontan dan bersifat reaktif tanpa dipikir secara matang, baik buruknya sesuatu, sehingga perilaku pasien bisa membahayakan dirinya dan orang lain.

Contoh gejala impulsif pada pasien ADHD adalah:

a. Terlalu cepat memberikan jawaban sebelum pertanyaan selesai di dengar
b. Sulit menunggu giliran, sehingga tidak bisa berbaris dengan rapi dan suka menyerobot barisan.
c. Sering melakukan interupsi atau mengganggu orang lain.


Pada pasien ADHD menimbulkan gejala dimana pasien akan mengalami gangguan dalam pekerjaan, akademik dan tugas lainnya.

Gejala ADHD tidak diakibatkan oleh gangguan mental secara pervasif seperti skizoprenia, psikosomatis dan gangguan jiwa lainnya. Sehingga dengan melakukan SOP yang benar maka sobat secangkir terapi dapat menegakkan diagnosa kasus ADHD dengan tepat dan akurat.

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel