Short Wave Diathermi Dalam Penyembuhan Penyakit

alat fisioterapi short wave diathermi atau swd



Short Wave Diathermy

Sobat secangkir terapi, sudahkah merasakan manfaat short wave diathermy?

Definisi SWD

Short wave diathermy (SWD) adalah suatu alat terapi yang menggunakan gelombang pendek, dimana efek alat tersebut merubah gelombang elektromagnetik menjadi gelombang panas.

Metode SWD

Penggunaan alat short wave diathermy (SWD) banyak membantu praktisi kesehatan dalam penyembuhan beberapa kasus neuromuskular, kasus ortopedi, kedokteran olahraga, dermatologi, ginekologi, praktisi THT (telinga hidung tenggorokan), dokter penyakit dalam, urologi dan fisioterapi.

Metode menggunakan terapi SWD telah merubah paradigma berpikir negara maju dalam hal pemberdayaan kesehatan, kedokteran dan rehabilitasi medis.

Efek Gelombang Panas SWD

Efek dari gelombang panas microwave diathermy menggunakan metode induktif dan kapasitif elektrode, dimana secara fundamental memberikan efek terapi yang sangat jauh lebih memberikan hasil daripada menggunakan metode panas secara konvensional.

Penggunaan terapi panas lainnya seperti hot pack, lampu infra red dan pemanas dari botol telah memberikan sumbangan terbesar pada perkembangan penyembuhan penyakit secara konvensional.

Gelombang panas yang dihasilkan oleh micro wave diathermy memberikan keuntungan yang lebih dalam (deep penetrasi) daripada menggunakan metode pengobatan panas secara konvensional, seperti contoh diatas.

Aplikasi SWD dalam penyembuhan

Di dalam penyembuhan kasus penyakit, menggunakan SWD lebih memberikan feed back yang positif kepada pasien, dimana manfaat terapi panas yang dihasilkan lewat terapi kapasitif dan terapi induktif  SWD telah diuji coba secara lebih jauh kepada pasien, sehingga kesembuhan pasien lebih dirasakan.


Aplikasi penyembuhan SWD dibagi menjadi 2 metode:

1. Metode Kapasitif

Cara kerja metode ini menggunakan field kapasitif bagian tubuh yang diterapi dan ditempatkan di dalam medan listrik frekuensi tinggi diantara 2 elektroda yang saling berhubungan.

Aplikasi kerja alat tersebut begini, 2 elektrode yang saling berhubungan di letakkan di sisi kiri dan kanan pada jaringan tubuh yang akan di terapi, perpindahan medan energi tubuh terjadi di saat pasien mengeluhkan cidera atau trauma pada area tersebut, sehingga efek sirkulasi darah rendah di area cidera atau trauma pasien terstimulasi dengan pemberian short wave atau gelombang elektromagnetik.

Gelombang elektromagnetik tersebut dipancarkan berulang kali dan secara konstan, saling bersinggungan dengan jaringan kulit pada area cidera atau trauma yang sakit, sehingga menghasilkan efek terepeutik.

Efek terepeutik SWD dihasilkan oleh sentuhan gelombang pendek, dimana gelombang tinggi tersebut bertransformasi menjadi gelombang panas dan memberikan tekanan darah yang negatif atau sirkulasi darah negatif (rendah) berubah menjadi sirkulasi darah  positif.

Contoh metode kapasitif

Alat aplikator kapasitif diletakkan di atas jaringan lemak atau cidera, setelah terjadi pancaran gelombang pendek elektromagnetik, maka selang beberapa detik efek tersebut menjadi panas dan merubah nyeri menjadi hilang.

Penyebab nyeri di area kulit atau lebih dalam lagi dibawah epidermis kulit adalah terjadinya peradangan, efek terepeutik itu menembus sampai ke jaringan terdalam yang terkena radiasi elektromagnetik, sehingga gelombang pendek tersebut merubah sirkulasi darah negatif (rendah) menjadi sirkulasi darah positif, efeknya nyeri menjadi reda dan sembuh.

Sensasi yang dihasilkan alat SWD pada pasien adalah panas dan berkeringat, pengeluaran keringat pada pasien adalah wajar karena terjadi penguapan sampah - sampah kotoran yang mengganggu area yang nyeri pada tubuh, sehingga proses metabolisme tubuh menjadi lancar.

SWD dapat diputar 360 derajat
Fleksibilitas SWD aplikator dapat di putar dan lipat 360 derajat


2. Metode Induktif

Cara kerja metode ini adalah menginduksi jaringan yang nyeri dan sakit, dimana menghasilkan gelombang pendek dengan frekuensi tinggi masuk ke dalam tubuh melalu proses induksi.

Arus listrik bertekanan tinggi tersebut akan membawa efek gelombang panas yang lebih dalam daripada efek dari kapasitif metode, akibatnya jaringan dibawah dan terdalam dari kulit, seperti epidermis, saraf dan jaringan lunak, akan ikut terstimulasi, dimana efek tersebut menjadi panas bila sudah end wave penetration menyentuh jaringan terdalam tubuh (efek deep penetrasi).

Pengaturan jarak aplikasi induksi juga berperan dalam menstimulasi saraf dan jaringan terdalam tubuh, sehingga lapisan kulit diatas akan terasa panas duluan daripada jaringan dibawahnya.

Beberapa kasus yang memerlukan induksi metode SWD adalah kasus yang dianggap kronis dan letaknya terdalam dari jaringan kulit, seperti saraf, otot, sendi, tulang, dll

Sistem kerja alat induksi SWD sama seperti metode kapasitif dalam menyembuhkan penyakit, namun perbedaan terletak dari penetrasi dan penerapan aplikasi alat.

Contoh Metode Kapasitif

Alat aplikator induktif diletakkan dekat dengan kulit, di dalamnya ada cidera atau trauma yang perlu diterapi, sehingga efek gelombang pendek tersebut merubah induksi gelombang pendek masuk kedalam jaringan terdalam tubuh (deep penetrasi), maka selang beberapa detik efek tersebut menjadi panas serta merubah nyeri dan sakit menjadi sembuh.

cara menggunakan SWD di tubuh manusia
Contoh Penggunaan Aplikator SWD pada Tubuh


Petunjuk gambar SWD


  • Pada gambar diatas, 2 alat aplikator di tempatkan di sisi kanan dan kiri adalah aplikator kapasitif.
  • Pada gambar diatas, 1 alat aplikator diletakkan di atas permukaan kulit itu adalah aplikator induktif.



Kasus Penyakit Yang Memerlukan Alat SWD

Bidang dan Profesi yang memerlukan Aplikasi SWD


  • Rehabilitasi medis : Fisioterapi dan dokter S.P.R.M (spesialis rehabilitasi medis).
  • Ortopedi.
  • Neurologi.
  • Kedokteran Olahraga.
  • Dermatologi (luka bakar, bekas luka, dll).
  • Ginekologi.
  • THT (dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan).
  • Dokter Penyakit dalam.
  • Urologi.


Penyakit yang dapat disembuhkan dengan terapi SWD


  1. Myalgia.
  2. Low Back Pain (LBP).
  3. Sprain dan strain otot.
  4. Sprain dan strain ligamen.
  5. Neuritis.
  6. Bursitis.
  7. Tendonitis.
  8. Arthitis.
  9. Osteoartitis.
  10. Myositis.
  11. Fibromyalgia.
  12. Spasme otot.
  13. Kontraktur sendi.
  14. dll

Protokol penggunaan alat SWD

Sebelum melakukan operasi alat SWD, maka kita wajib mengetahui cara penggunaan SWD dan penggunaan gelombang yang terbaik untuk pasien, agar penyembuhan pasien menjadi tepat dan tidak asal - asalan menerapi serta disesuaikan dengan jenis penyakit.

Layar SWD dengan layar sentuh
Layar touch screen SWD untuk pengoperasian alat


Contoh Kasus dengan sakit Bahu Menggunakan SWD

Misalnya, ada pasien sakit di bahu, diagnosa dokter adalah frozen shoulder, maka kita cari diagnosa alat dengan menombol layar (touch screen) ke arah diagnosa tersebut, selanjutnya gelombang aplikasi alat harus disesuaikan dengan jenis kondisi penyakit tersebut, yaitu kronis atau akut.

Apabila pasien menderita kondisi akut cukup gunakan kapasitif metode saja, namun bila nyeri tidak tertahankan dan di kategorikan kronis pada bahu, maka tombol layar pada induktif kapasitif dengan merubah induksi wave kearah maksimal gelombang penetrasi.

SOP Alat SWD dalam Terapi

Sebelum melakukan terapi SWD pasien harus di istirahatkan dalam posisi senyaman mungkin, dengan posisi rilek pasien bisa duduk, telentang atau tidur tengkurap.

Apabila ada metal atau logam yang dikenakan pasien, maka terapis harus memberikan edukasi pasien agar menjauhkan dan melepas benda metal, seperti gelang emas, kalung emas, dll supaya pasien tidak terkena shock wave frekuensi tinggi berupa panas dari terbenturnya radiasi SWD pada tubuh pasien.

Atur toleransi waktu SWD sesuaikan dengan derajat nyeri yang dirasakan pasien,  jangan lupa di set minimal 5 - 15 menit, lalu letakkan aplikator ke tempat yang sakit, untuk kasus penyakit frozen shoulder, penempatan aplikator paling tepat yaitu pada bahu.

Save protokol SWD itu, lalu tinggal tombol start, alat tersebut akan bekerja sendiri dan berjalan sesuai beban kerja yang sudah kita save di protokol mesin SWD.

Selanjutnya waktu akan otomatis countdown atau menghitung dengan sendiri kearah mundur sampai waktu menjadi nol. Pada momen itu, kita harus menunggu pasien dan sekali waktu menanyakan pasien mengenai derajat panas yang dirasakan.

Ada beberapa pasien yang mengeluhkan panas berlebih karena hipersensitif kulit, sehingga kita harus menyadari dengan kondisi itu, dengan cara agak menjauhkan aplikator alat tersebut menjauhi tubuh pasien.

Tunggu hingga alarm SWD berbunyi nyaring pertanda alat tersebut selesai mengerjakan protokol program terapi, ditandai dengan bunyi alarm otomatis sebagai tanda bunyi alarm pengingat, bahwa program tersebut sudah berakhir.

Sentuh tombol set off pada layar touch screen atau jika menggunakan merek SWD lain, silakan ulir knob tombol ke posisi off untuk mematikan alat.

Jadwal terapi menggunakan SWD dilakukan sesuai kondisi penyakit pasien dan derajat nyeri tersebut, misal seminggu 4x untuk jenis kronis penyakit atau 2x perminggu untuk penyakit akut.

Semoga artikal kami membantu kesembuhan Anda.

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel