Ketahuilah 7 Penyebab Impotensi Pada Usia Muda

Ketahuilah 7 Penyebab Impotensi Pada Usia Muda

tidak bisa ereksi pada usia muda dan gejala impotensi dan disfungsi ereksi



Sobat secangkir terapi, beberapa kasus disfungsi ereksi yang dikeluhkan oleh pria menyebabkan keluhan yang serius disaat usia masih muda, namun daya terjang menjadi lemah. Sehingga banyak pasutri (pasangan suami istri) yang mengalami tekanan batin.

Kasus impotensi pada umumnya di keluhkan oleh orang tua dan lanjut usia, namun beberapa penelitian terbaru ini ditemukan oleh orang yang baru menikah ataupun masih usia belia.

Impotensi adalah ketidakmampuan penis dalam melakukan ereksi sehingga menghambat pria dalam memuaskan hubungan intim.

Beberapa waktu yang lalu, penelitian yang dilakukan oleh Journal of Sexual Medicine, mengungkapkan bahwa kasus impotensi sebagian besar dikeluhkan oleh usia muda dan bukan lagi pada orang tua.

Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa usia dibawah 40 tahun yang menderita impotensi berjumlah 26 % dan hampir setengah dari usia muda telah mengalami gangguan disfungsi ereksi.

Apa Penyebab Impotensi di Usia Muda


1. Perokok

Kaum laki - laki usia muda banyak yang setiap harinya menjadi ahli hisap atau pecandu rokok, konsumsi rokok yang berlebihan dan kurangnya olahraga menyebabkan tertumpuknya nikotin di dalam darah.

Penyebab tingginya sampah nikotin didalam tubuh menyebabkan gangguan pada pembuluh darah penis, dimana nikotin bersifat mengikat dan menyempitkan pembuluh darah di daerah organ vital, sehingga untuk menegakkan agar penis bisa berdiri harus membutuhkan supply darah yang cukup agar terjadi ereksi yang sempurna.

Namun karena nikotin sebagai biang yang mengunci aliran darah organ intim tersebut, suplay darah ke daerah penis menjadi kurang maksimal dan akibatnya Mr. P tidak bisa tegak dan jadilah letoy (disfungsi ereksi). Olahraga yang rutin dan mengurangi rokok dapat mengatasi kendala Anda.

2. Depresi

Usia muda, lebih rentan terhadap gangguan depresi daripada usia tua, pada usia muda mereka harus bisa hidup mandiri tanpa bantuan orang tua dan mencari pekerjaan yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Problem depresi terbesar pada usia muda dikategorikan dalam 5 point utama yaitu:

  • uang
  • pekerjaan
  • hubungan sosial
  • penghidupan yang layak
  • faktor kecocokan dalam memilih pasangan.


Namun karena tingginya tensi kehidupan untuk mengarah kelima point diatas, maka pada usia muda mengalami kesulitan dalam memenuhi  kebutuhan rumah tangga, uang, hubungan sosial dan faktor lainnya, sehingga bila seseorang tidak tahan, maka akan menyumbang depresi di usia muda.

Timbulnya depresi menyebabkan impotensi pada usia muda. Tanda bahwa pada usia muda mengalami depresi adalah kurangnya minat untuk berhubungan intim secepatnya, dimana takut untuk menghadapi masa depannya dan menunda kesenangan itu secara berlarut - larut.


3. Konsumsi Alkohol

Penggunaan alkohol yang berlebihan pada usia muda, akan mengakibatkan saraf pusat seseorang menjadi terganggu, sehingga impuls saraf pusat yaitu otak akan di blokir oleh efek alkohol yang mengirimkan pesan ereksi saat kontak dengan sesuatu yang sensitif.

Saat terjadinya pemblokiran impuls saraf oleh pengaruh alkohol, maka penis tidak bisa ereksi dengan sempurna dan akibatnya hubungan intim menjadi terganggu.

4. Konsumsi Obat Anti Hipertensi

Pada usia muda yang sering mengkonsumsi obat anti hipertensi, seperti captopril, penipril dan sejenisnya juga berpotensi menyumbang gangguan ereksi.

Cara kerja obat itu adalah menurunkan tekanan darah yang naik disaat terjadi hipertensi, jika seseorang minum obat hipertensi, maka akan menjadi turun seketika dengan cara obat hipertensi memaksa arteri pembuluh darah agar membuka dan menjadi fleksibel, sehingga laju darah yang deras pada penderita hipertensi menjadi turun.

Penggunaan obat hipertensi yang sering dikonsumsi pada usia muda juga menyumbang terjadinya kasus impotensi, sebab fleksibilitas pembuluh darah arteri yang menuju ke penis menjadi sempit, sehingga suplay darah ke penis menjadi terganggu, tanda yang nampak adalah seseorang tidak mampu menegakkan Mr. P dengan sempurna.

5. Konsumsi Obat Zenith atau Jenit

Obat zineth atau carnopen banyak yang disalahgunakan oleh usia muda, dimana penggunaan zineth  yang notabene hanya digunakan untuk obat alergi dan tulang, akhir - akhir ini penggunaan obat tersebut merebak ke penguat stamina dan daya tahan tubuh.

Efek dari zineth dapat merusak sistem saraf pusat, dimana pasien akan mengalami efek fly atau mabuk dan menggangu impuls otak ke penis untuk mengadakan ereksi, sehingga pengguna obat zineth rata-rata akan mengalami gangguan impotensi.

6. Obat Penumbuh dan Penyubur Rambut Yang Rontok.

Penelitian oleh Drug and Food Amerika serikat beberapa tahun yang lalu, memberikan peringatan yang tegas kepada pengguna obat penumbuh dan penyubur rambut bahwa obat itu mengandung propecia, dimana obat itu menyebabkan efek samping diantaranya ejakulasi dini, impotensi dan berkurangnya libido.

7. Komunikasi Yang Harmonis

Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa komunikasi yang efektif ternyata dapat mencegah usia muda dalam mengeluhkan gejala disfungsi ereksi.

Studi lembaga psikologi menyatakan bahwa, pasangan muda yang hidupnya banyak menyibukkan diri dan kerja full time tanpa mempedulikan pasangannya akan menyebabkan disfungsi ereksi. dan timbul kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Hal tersebut dipicu bahwa seseorang yang kerja full time hanya mempunyai waktu yang sedikit dirumah, dimana pagi kerja malam pulang dan di rumah sebentar lalu tidur, besoknya kerja lagi dan dilakukan sehari-hari tanpa ada komunikasi yang efektif.

Apalagi di rumah tangga sering terjadi percekcokan atau kekerasan dalam rumah tangga, bisa menyebabkan komunikasi antar pasangan rumah tangga menjadi terganggu, sehingga libido seseorang akan turun drastis dan lambat laun faktor psikologi tersebut berdampak pada hubungan seksual kepada pasangan suami istri.

Lembaga psikologi tersebut memberikan konseling bahwa, jika terjadi percekcokan dalam rumah tangga sebisa mungkin jangan lewat lebih dari 3 hari, sebab akan menyebabkan komunikasi kurang efektif.

Pasutri tersebut diwajibkan melakukan hubungan intim secepatnya, jangan ditunda - tunda, walaupun tensi naik namun libido juga harus dijaga agar ikut naik mengikuti ritme kehidupan, dengan rayuan manis dan kata kata gombal, itulah kunci utama dalam menjaga komunikasi efektif dalam menjaga keluarga yang harmonis, sakinah, mawadah warohmah, sehingga dampak impotensi bisa di cegah sedini mungkin.

Semoga artikel kami bermanfaat.

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel