Jenis Bahan Kimia Makanan yang di Salahgunakan dan Berbahaya bagi Kesehatan

Jenis Bahan Kimia Makanan yang di Salahgunakan dan Berbahaya bagi Kesehatan

anjuran dan larangan mengkonsumsi bahan kimia sebagai pengawet makanan



Sobat secangkir terapi, belakangan ini banyak kasus penyalahgunaan bahan kimia untuk makanan dan sangat berbahaya. Sebab jumlah takaran yang melebihi batas aman untuk dikonsumsi telah menyebabkan keracunan dan kematian.

Sehingga perlu lembaga yang mengawasi peredaran makanan yang berbahaya bagi kesehatan dan mencegah agar masyarakat tidak menjadi korban dengan berita keracunan dan kematian, sehingga pemerintah memerintahkan BPPOM dalam melaksanakan tugas itu.

BPPOM ( Balai Pengawas Obat dan Makanan) adalah lembaga yang mengawasi peredaran obat dan makanan di Indonesia, jika di negara Amerika serikat BPPOM setara dengan FDA (Food and Drug Administration), dimana lembaga tersebut sebagai pengawas dalam mengawasi, mencegah peredaran, menutup toko atau swalayan yang menjual makanan yang berbahaya dan mengamankan masyarakat dari tindakan nakal dari pelaku usaha makanan.

Pelaku usaha makanan seringkali menggunakan jenis bahan makanan yang sebenarnya digunakan untuk pengawet logam, tekstil, kayu, mayat, dll. Bahan makanan tersebut dicampuri jenis pengawet berbahaya untuk makanan agar makanan bertahan lebih lama dan tidak menjadi busuk.

Akibatnya penyalahgunaan bahan tersebut mengganggu dan merusak kerja dari saluran pencernaan, darah dan saraf, lambat laun bahan tersebut apabila digunakan dalam jumlah yang banyak dan tidak ada kontrol dari BPPOM akan menyebabkan kejadian seperti diatas.

Jenis bahan makanan yang disalahgunakan


1. Formalin

Formalin sebenarnya digunakan untuk pengawet kayu, tekstil, lem, pengawet  mayat dan organ tubuh.

Apabila di konsumsi secara rutin dan terus menerus dalam jumlah melebihi batas ambang BPPOM maka akan menyebabkan gejala kanker.

Dalam dunia makanan, formalin sebenarnya dilarang oleh BPPOM dan penggunaannya diawasi dengan ketat, mengingat bahan tersebut bisa menyebabkan kanker.

2. Rhodamin B

Rhodamin B belakangan ini disalahgunakan dalam industri kerupuk, terasi, jajanan pangan yang berwarna merah.

Sobat secangkir terapi, Rhodamin B sebenarnya berguna untuk perwana sintetis pada industri tekstil dan kertas. Pengunan Rhodamin B untuk wantex merah atau dalam bahasa industri garmen disebut dengan kesumba merah.

Bila sobat mengkonsumsi Rhodamin B dalam jumlah diatas ambang batas yang dianjurkan BPPOM, maka dalam jangka panjang Anda akan menderita kanker.

3. Metanil Yellow

Methanil yellow lebih populer dengan nama wantex kuning, dimana bahan tersebut digunakan industri pakaian untuk pewarnaanuntuk tekstil.

Penyalahgunaan Methanil Yellow digunakan dalam makanan kerupuk, mie dan panganan jajanan yang berwana kuning.

Bahaya penggunaan Methanil Yellow sangat berbahaya dikonsumsi dalam jangka panjang dan juga mengakibatkan kanker.

Pada umumnya Metanil Yellow digunakan dalam sumbo atau sepuhan atau naftol atau teres.


4. Sodium Trhee Poly Phospat (STPP)


Sodium Tri Phospat (STPP) disebut juga dengan nama pengganti boraks, dimana penggunaan STPP dalam jumlah yang sangat banyak dapat menyebabkan kanker.

Penggunaan STPP dalam makanan bisanya digunakan dalam bakso biar keras, mie basah, pisang molen, lemper, buras, siomay, lontong, ketupat, pangsit, dll

Penjual makanan yang nakal menggunakan STPP untuk mengeraskan bahan makanan tersebut agar tidak lembek dan memperbaiki tekstur pola makanan tersebut sehingga akan keras di lidah saat di konsumsi dan memaksa makanan tersebut tahan dalam beberapa hari.

Bahaya STPP lebih ke arah kanker usus dan penebalan dinding usus halus sehingga usus susah untuk mengadakan kontraksi peristatik saat mencerna makanan, akibatnya usus halus akan rusak.

Kegunaan STPP dalam dunia kedokteran sebenarnya untuk membunuh kuman (antiseptik) dan lainnya juga digunakan untuk pelindung dalam inflamasi.

Larangan dan Anjuran Mengganti Bahan Makanan

BPPOM telah melarang keras penggunaan bahan kimia diatas walaupun di toleransi sedikit penggunaan bahan kimia itu, namun bahaya mengkonsumsi dalam jangka waktu yang lama dan beresiko terjadinya kanker.

Sebagai gantinya BPPOM menganjurkan untuk mengganti keempat bahan kimia makanan tersebut dengan bahan kimia yang ramah dengan tubuh kita, seperti pengganti bahan:



Pengawet
BTP
Pewarna Sintesis
BTP
Pewarna Alami
BTP
Kelayakan
Konsumsi
Asam/Natrium/
Kalium Benzoat
Biru berlian Karamel Aman
di Konsumsi
Asam / Natrium/
Kalium Propinat
Chocolate Brown
HT
Beta Karotin Aman
di Konsumsi
Kalium / Natrium Nitrat Eritrosin Klorofil Aman
di Konsumsi
Belerang dioksida Indigotin Kurkumin Aman
di Konsumsi
Sorbat / Garam Kalsium
Kalium
Karmoisin Daun suji Aman
di Konsumsi
Sulfit/ Garam Kalium /
Natrium bisulfat
Kuning FCF Kunyit Aman
di Konsumsi
Kuning Kuinolin Karmin Aman
di Konsumsi
Merah Allura Aman
di Konsumsi
Ponceau 4 R Aman
di Konsumsi
Tartrazing Aman
di Konsumsi
Hijau S Aman
di Konsumsi
Info BPPOM by Secangkir Terapi


Bahan kimia di dalam tabel diatas sangat dianjurkan oleh BPPOM dan melarang menggunakan bahan kimia seperti Formalin, Rhodamin B, Methanil Yellow dan Sodium Tri Poly Posphat ( STPP).

Cara Mencampur Bahan Pengawet Makanan Agar Tidak Busuk

BPPOM juga menyadari bahwa penjual makanan yang menjual makanan dalam sehari karena tidak laku, maka mereka mencampur bahan pengawat yang berbahaya dan tidak ramah kesehatan.

Pola pikir penjual makanan dimana prinsip ekonomi dalam menjajakan makanan pada umumnya menjual makanan yang tidak laku dan mudah basi, maka mereka akan merugi, sama halnya dengan membuang uang secara sia - sia dan harus diawetkan supaya besoknya bisa dijual lagi.

Namun karena bahan kimia seperti formalin dan sejenisnya diatas sangat berbahaya untuk ditambahkan sebagai pengawet makanan, maka BPPOM mencarikan alternative aman pengganti bahan kimia berbahaya diatas dengan bahan kimia seperti tabel di atas dan halal maupun sehat di konsumsi asal dengan takaran yang dianjurkan dalam aturan BPPOM.

Sehingga BPPOM memberikan pelatihan kepada para UKM yang bergerak dalam industri makanan kecil dan restoran untuk menjauhi penggunaan bahan pengawet berbahaya tersebut, dimana penjual tidak selalu dirugikan dengan barang makanan mereka yang tidak laku dalam sehari dan masyarakat pecinta makanan atau disingkat PUJASERA ( Penikmat Jajanan Selera Rakyat) tidak was - was atau kuatir ada bahan kimia berbahaya yang mengancam kesehatan.

Sumber:
Buku Pelatihan UKM (Usaha Kecil Menengah) dalam Industri Makanan Sehat - tahun 2015

DONASI LEWAT PAYPAL Mohon bantu berikan donasi apabila artikel ini memberikan manfaat. Donasi akan kami gunakan untuk pengembangan dan hidup yang lebih baik. Terima kasih.