Mengobati Sakit Kepala Yang Benar dan Tepat Sesuai Anjuran Dokter

Pemeriksaan fisik, psikis dan pemeriksaan khusus dalam mengatsi nyeri kepala


Keluhan Sakit Kepala

Sobat secangkir terapi, pasien yang mengeluhkan sakit kepala harus diketahui dulu penyebabnya, karena salah meminum obat, bisa berakibat fatal terjadinya kasus atau gejala lain yang tidak diharapkan.

Untuk mengobati nyeri atau sakit kepala, pasien tidak diwajibkan minum obat, sebab tidak semua obat sakit kepala dapat menyembuhkan sakit kepala yang Anda derita.

Gejala Awal Sakit Kepala

Sebelum melakukan pengobatan sakit kepala, maka harus diketahui gejala awal dulu, seperti:
  1. Lokasi nyeri kepala terletak di area kepala yang mana? misal: di satu sisi, di depan, belakang kepala.
  2. Penyebab sakit kepala karena apa? contoh: terbentur, tensi naik, cemas.
  3. Tipe nyeri seperti apa? misal: terus-terusan, hilang - timbul atau bertambah hebat.
  4. Sebelumnya makan atau minum apa? contoh: makan sate kambing dan tensi naik.
  5. Aktivitas yang dikerjakan apa? misal: kepanasan saat upacara dilapangan.
  6. Ada riwayat sakit kepala sebelumnya? misal: kena serangan stroke mini.


Pemeriksaan Sakit Kepala

Anamnesa kasus nyeri kepala, pada umumnya dokter atau perawat, akan menanyakan riwayat perjalanan sakit kepala pasien atau pemeriksaan fisik pasien. Seperti: 
  1. Riwayat penyakit keluarga, riwayat pasien, riwayat tensi, riwayat penyakit lain yang berhubungan dengan nyeri di kepala, riwayat trauma, dll.
  2. Inspeksi dilihati apakah ada benjolan di kepala.
  3. Palpasi diraba apakah ada bekas pendarahan.
  4. Pemeriksaan vital sign, meliputi nadi, tensi, napas, suhu.

Jika hasilnya sehat, tapi pasien masih ada keluhan sakit kepala, maka dokter akan melanjutkan ke pemeriksaan mental atau pemeriksaan psikis pasien. Seperti:
  1. Kesadaran pasien, dengan test GCS
  2. Orientasi, dengan test MMSE
  3. Behavior, dengan test MMSE
  4. Kognitif, dengan test MMSE
  5. Emosi
  6. Persepsi

Test Khusus Sakit Kepala

Jika hasilnya masih sehat, namun pasien masih ada keluhan sakit kepala, maka dokter akan melanjutkan dengan test khusus seperti:
  1. Test penglihatan (mata), untuk mengetahui penurunan daya akomodasi mata, misal: radiasi komputer, hp yang menyilaukan mata yang berakibat sakit kepala.
  2. Test urin, untuk mengetahui kadar obat /alkohol / narkoba yang dikonsumsi sebelumnya.
  3. Test spinal tap, untuk mengetahui infeksi pada susmsum tulang belakang dan otak.
  4. Rontgen, untuk mengetahui gambaran tulang kepala, ada retak atau tidak.
  5. CT scan, untuk mengetahui gambaran otak, tulang kepala, penyumbatan pembuluh darah otak, dll.
  6. MRI, untuk mengetahui sinyal - sinyal di dalam otak, molekulnya, persyarafannya, dll.
  7. EEG, untuk mengetahui tingkat kejang - kejang yang mempengaruhi otak.

Baru, jika hasilnya terkumpul dan pemeriksaan diatas sudah final, maka dokter bisa menegakkan diagnosa, bahwa pasien ini sakit, bla... bla... bla....


Nyeri Kepala Dibedakan Dalam Beberapa Jenis

  1. Migrain.
  2. Muscle tension headache.
  3. Vascular headache.
  4. Post traumatik headache.
  5. Psikogenik headache.


Cara Mengobati Pasien Sakit Kepala Yang Benar dan Tepat Sesuai Anjuran Dokter


Dari uraian diatas pengobatan sakit kepala yang tepat, yaitu harus dilihat dari gejala yang dialami dan berdasarkan jenis dan penyebabnya.

Tidak semua jenis sakit kepala, bisa diatasi dengan hanya minum obat sakit kepala, tapi memerlukan diagnosa yang tepat dan obat yang tepat dalam mengobatinya. Jadi sobat harus mengenali jenis sakit kepala berdasarkan uraian diatas.

Contoh Mengobati Kasus Sakit Kepala

  1. Apabila sobat mengetahui sakit kepala karena kepanasan saat upacara, maka cara mengatasi dan mengobati, cukup diistirahatkan dan jauhkan pasien dari terik panas sinar matahari.
  2. Apabila sobat mengetahui pasien sakit kepala karena terbentur dinding tembok, maka obatnya adalah menurunkan inflamasi dengan kompres air es dan plester.
  3. Apabila sobat mengetahui pasien sakit kepala karena psikogenik (psikologis), misal: pasien bangkrut dalam bisnis lalu sakit kepala, maka obatnya adalah menghibur dia.
  4. Apabila sobat mengetahui pasien sakit kepala karena telat dan lupa makan, maka obatnya adalah istirahat dan makan.
  5. Apabila sobat mengetahui pasien sakit kepala karena stress, maka obatnya adalah rekreasi dan hiburan.
  6. Apabila sobat mengetahui pasien sakit kepala karena migrain, maka obatnya adalah parasetamol, ibuprofen atau aspirin.
  7. Apabila sobat mengetahui pasien sakit kepala karena ketegangan otot leher dan bahu yang menjalar ke kepala, maka obatnya adalah terapi inframerah, pijat dan releksasi.
  8. Apabila sobat mengetahui pasien sakit kepala karena salah minum obat, maka obatnya adalah berhenti minum obat itu dan terapi detoksifikasi.

Jadi apabila keluhan pasien diluar yang saya uraikan diatas, mohon konsultasikan dengan dokter setempat dan semoga artikel kami membantu dalam mengatasi sakit kepala yang Anda derita.

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel