Gunakan Test MMSE Untuk Defisit Kognitif Pasien dan Penyembuhan Stroke maupun Demensia

Gunakan Test MMSE Untuk Defisit Kognitif Pasien dan Penyembuhan Stroke maupun Demensia

test mental MMSE diperlukan untuk menilai pasien kognitif

Sobat secangkir terapi, pasien yang mengalami penurunan derajat kognitif mempengaruhi psikologi seseorang.

Kasus kognitif dalam dunia kedokteran masuk kedalam ranah psikologi dan dalam perkembangannya, kasus kognitif untuk pasien cenderung ke arah neuropsikologi.

Tes MMSE


Dalam pemeriksaan neuropsikologi pasien, penilaian penurunan derajat kognitif harus menggunakan test MMSE (Mini Mental State Exam), dimana test itu memberikan penilaian mental dan perilaku pasien yang meliputi lima bagian pokok yaitu:
  1. Atensi
  2. Bahasa
  3. Memori
  4. Visual ruang
  5. Fungsi eksekutif

Sejarah Singkat Test MMSE

Tes Mini Mental State Examination (MMSE) diperkenalkan pertama kali oleh M.F. Folstein (1971). Namun test tersebut di desain ulang dan dipopulerkan ke publik oleh ketiga orang Psikiatris yang bernama Marshal F. Folstein, Susan Folstein, and Paul R. McHugh pada tahun 1975.

Mereka bertiga adalah ahli psikologi kelahiran Amerika serikat, dimana penggunaan test tersebut untuk menilai perilaku pasien, daya ingat pasien, bahasa pasien, dll

Jika sobat secangkir terapi ingin mengetahui versi kuesioner MMSE, sobat dapat searching  di situs web Kementerian Kesehatan British Columbia.

Test MMSE terdiri dari kuesioner 30 poin pertanyaan, digunakan dalam pengaturan klinis dan penelitian dalam mengukur derajat kerusakan kognitif. Test MMSE dapat digunakan dalam pengobatan demensia. 

Kegunaan Test MMSE

Test ini juga bermanfaat dalam memperkirakan tingkat keparahan dan perkembangan kognitif pasien.
Test tersebut berlangsung selama 10 menit yang terdiri dari registrasi, atensi, kalkulasi, recall, bahasa dan kemampuan orientasi dan perintah sederhana.

MMSE digunakan sebagai alat untuk mendeteksi adanya gangguan kognitif pada seseorang/individu, mengevaluasi perjalanan suatu penyakit yang berhubungan dengan proses penurunan kognitif dan memonitor respon terhadap pengobatan (Turana, 2004).

Bagian Pokok Test MMSE


1. Atensi

Atensi adalah kemampuan untuk memfokuskan (memusatkan) dan mempertahankan perhatian pada suatu masalah.

2. Bahasa

Bahasa adalah kemampuan pasien dalam komunikasi yang meliputi kelancaran bicara, bicara spontan, komprehensi, repetisi dan penamaan.

Bicara spontan dapat dinilai pada waktu wawancara bagaimana kelancaran bicaranya, berputar-putar atau kesulitan mencari kata-kata.

3. Memori

Memori adalah kemampuan untuk mempelajari informasi, mempertahankan, menyimpan dan memanggil kembali suatu informasi.

Adanya gangguan memori verbal berarti kerusakan pada hemisfer kiri, sedangkan gangguan memori visual menunjukkan adanya kerusakan pada hemisfer kanan.

Gangguan memori recall dan rekognisi berhubungan dengan atrofi lobus temporalis dan talamus.

4. Visual ruang

Visual ruang adalah kemampuan pasien untuk mengenali bentuk ruang, objek dan kemampuan pasien dalam menggambar objek atau menyalin gambar geometris.

Adanya gangguan visual ruang menunjukkan lesi vokal otak di hemisfer posterior.

Pemeriksaan fungsi memori dapat dilakukan dengan menilai orientasi tempat dan waktu, atau menilai kemampuan recall.

5. Gangguan fungsi semantik

Gangguan semantik adalah jika pasien tidak bisa menjawab fakta-fakta secara umum, misalnya dalam satu minggu ada berapa hari.

6. Fungsi eksekutif

Fungsi eksekutif adalah kemampuan pasien dalam pemecahan masalah, pemikiran, abstrak, kalkulasi, dan mengambil keputusan. 

Pemeriksaan fungsi eksekutif dapat dilakukan dengan cara pasien disuruh membedakan hal-hal yang mirip misalnya mobil dengan kereta, menginterpretasikan peribahasa, atau menjawab pertanyaan.


Penilaian Test MMSE

Nilai MMSE dipengaruhi dipengaruhi oleh faktor sosio demografi, behavior dan lingkungan. MMSE menilai fungsi-fungsi kognitif secara kuantitatif dengan skor maksimal adalah 30. 

Berdasarkan skor atau nilai tersebut, status kognitif pasien dapat digolongkan menjadi 3 yaitu:
  1.  Status kognitif normal (nilai 24-30), 
  2.  Probable gangguan kognitif (nilai 17-23) dan 
  3.  Definite gangguan kognitif (nilai 0-16). 

Pada test MMSE, gangguan kognitif pasien bisa ditegakkan bila didapatkan nilai MMSE 0-23, yaitu meliputi kriteria probable dan definite gangguan kognitif (Dikot & Ong, 2007).


Cara Menggunakan Test MMSE


1. Orientasi

Sekarang tahun, musim, bulan, tanggal, hari apa? =  nilai 5 jika jawaban benar semua, jika salah dikurangi dengan yang benar, contoh 3 benar 2 salah.

Kita berada dimana ? Negara, provinsi, kota, jalan, alamat rumah? = nilai 5 jika jawaban benar semua, jika salah dikurangi dengan yang benar, contoh 4 benar 1 salah.

2. Registrasi

Sebutkan 3 buah nama benda, contoh apel, meja, kursi. Tiap benda harus dijawab satu detik, pasien disuruh mengulangi nama benda tadi.

Nilai 1 untuk nama tiap benda yang benar, ulangi sampai pasien dapat menyebutkan dengan benar dan catat pengulangan.

3. Atensi dan Kalkulasi

Penjumlahan dan perhatian hitungan, contoh mulai hitung 1-10, jika pasien kelewat hitungan atau kurang maka beri nilai 1, misal 1,2,3,4,6,7,8,9,10. Nilai 5 hilang dari hitungan.

Penjumlahan sederhana 5+2 = ?, beri nilai 1 jika benar. Pengurangan 7-3=?, dll. Buat 5 pertanyaan dan catat berapa kesalahan.

Bisa juga disuruh mengeja tiap nama dan mengeja terbalik contoh: "PANDI" nilai diberi pada huruf yang benar, kemudian dibalik " IDNAP" = jika salah mengeja beri nilai = 2.

4. Mengingat atau Recall

Pasien disuruh menyebut kembali 3 nama benda diatas = nilai 3 jika benar semua jawaban.

5. Bahasa

Pasien disuruh menyebutkan nama benda yang ditunjuk, contoh: pensil, buku = nilai 2 jika jawaban benar.

Pasien disuruh kata-kata.

Contoh: namun.....  tanpa.... bila..... ( bila hujan aku sedia payung), ganti kata bila dengan namun atau tanpa = nilai 1 jika jawaban benar.

Pasien disuruh melakukan perintah, contoh: angkat tangan kiri bapak, jika yang diangkat tangan kanan maka jawaban salah. Nilai = 1 jika jawaban benar.

Pasien disuruh membaca dan melakukan perintah, contoh: tulis di kertas "tutup mata", kemudian pasien melihat tulisan dan melakukan perintah dari secarik kertas, nilai = 1 jika jawaban benar.

Pasien disuruh menulis spontan, contoh: tulis nama anda dengan cepat, nilai= 1 jika pasien bisa menulis spontan.

Pasien disuruh menggambar, contoh: tanda tangani kertas ini, nilai =1 jika tandatangan sama atau hampir mirip dengan tanda tangan yang dulu. Boleh juga menggambar objek, seperti segilima, segitiga, lingkaran, dll


Mohon sobat secangkir terapi, bila ingin print / mencetak test MMSE, silahkan download file dibawah, ukuran kertas  A4. Gratis untuk di download.


* Catatan download: 
  1. Jika Anda download di Komputer / PC > tentukan lokasi drive pengunduhan.
  2. Jika Anda download di HP Android > lihat di seting / pengaturan android > pengunduhan.
  3. Untuk mencetak (print) ukuran kertas A4 = 21 cm X 29,7 cm atau 8,27 inch X 11,69 inch
  4. Ukuran kertas A4, sudah saya ukur sedemikian rupa, sehingga tidak perlu bingung mencetak dan mengedit, tinggal klik print.


Semoga artikel saya berguna dan membantu untuk pasien Anda. Terimakasih.

Sumber Artikel
  1. Wikipedia
  2. Kementerian Kesehatan British Columbia
  3. MMSE test Psikologi
  4. Pengobatan Stroke dengan Fisioterapi

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel