Waspadai Dan Cegah Virus Zika

mengenal virus Zika dan penyembuhannya



Virus Zika

Sobat secangkir terapi, belakangan ini media massa menyiarkan pemberitaan mengenai virus Zika dan gejala yang terjadi.

Virus Zika merupakan salah satu virus yang dibawa oleh nyamuk yang gejalanya mirip dengan penyakit chikungunya dan penyakit demam berdarah.


Penyebab Virus Zika

Penyebab penyakit Zika (Zika disease) ataupun demam Zika (Zika fever) adalah virus Zika. Virus Zika termasuk dalam garis virus flavivirus yang masih berasal dari keluarga yang sama dengan virus penyebab penyakit dengue/demam berdarah.

Virus Zika disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi. Nyamuk ini menjadi terinfeksi setelah menggigit penderita yang telah memiliki virus tersebut.

Nyamuk ini sangat aktif di siang hari dan hidup serta berkembang biak di dalam maupun luar ruangan yang dekat dengan manusia, terutama di area yang terdapat genangan air.

Walaupun jarang, virus Zika dapat ditransmisikan dari seorang ibu ke bayinya. Virus Zika berkemungkinan ditularkan dari seorang ibu hamil pada janin di dalam kandungannya. Dapat pula bayi tertular pada waktu persalinan.

Hingga saat ini, kasus penularan virus Zika melalui proses menyusui belum ditemukan sehingga ahli medis tetap menganjurkan ibu yang terinfeksi untuk tetap menyusui bayinya.

Selain itu, terdapat beberapa laporan virus Zika yang penularannya terjadi melalui tranfusi darah dan hubungan seksual.


Tanda dan Gejala Virus Zika

Adapun gejala infeksi virus zika diantaranya
  1. Demam
  2. Kulit berbintik merah
  3. Sakit kepala
  4. Nyeri sendi
  5. Nyeri otot
  6. Sakit kepala
  7. Kelemahan dan kelumpuhan
  8. Terjadi peradangan konjungtiva


Pada beberapa kasus zika dilaporkan terjadi gangguan saraf dan komplikasi autoimun. Gejala penyakit ini menyebabkan kesakitan tingkat sedang dan berlangsung selama 2-7 hari. 

Penyakit ini kerap kali sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis. Pada kondisi tubuh yang baik penyakit ini dapat pulih dalam tempo 7-12 hari.


Diagnosis Virus Zika

Melihat dari gejala yang menyerupai banyak penyakit lain, pemeriksaan terhadap rute perjalanan yang pernah dilakukan oleh pasien, khususnya ke area-area yang memiliki kasus infeksi virus Zika dapat membantu mempersempit diagnosis.

Dokter mungkin akan menanyakan area, waktu, dan aktivitas saat melakukan kunjungan ke daerah tersebut.

Dokter dapat melakukan tes darah untuk mendeteksi asam nukleat virus, mengisolasi virus, atau uji serologis. Selain melalui pengambilan darah yang biasanya dilakukan pada 1-3 hari setelah gejala muncul, urine dan air liur juga dapat menjadi bahan uji pada hari ketiga hingga hari kelima.

penularan virus zika



Penyakit Zika Pada Wanita Hamil

Infeksi virus Zika pada ibu hamil tetap menjadi perhatian khusus. Hal ini disebabkan karena ditemukannya peningkatan kasus kelainan bawaan berupa mikrosefali (cacat pertumbuhan otak) yang terjadi pada bayi baru lahir dan ibu yang terinfeksi virus Zika pada saat hamil.

mikrosefali merupakan kelainan bawaan yang terjadi dimana si bayi terlahir dengan ukuran kepala yang lebih kecil dibandingkan dengan ukuran pada umumnya. Dalam kasus ini, ukuran kepala si bayi tidak proporsional dengan ukuran tubuhnya. Adapun penyebab atau latar belakang dari hal ini dikarenakan oleh adanya kelainan perkembangan otak bayi sejak dalam kandungan.

Dalam hal ini, sebelum virus Zika menyerang, mikrosefali pada umumnya disebabkan dan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti down syndrome, konsumsi alkohol, paparan obat yang dikonsumsi ibu selama masa kehamilan dan infeksi rubella (campak jerman) selama masa kehamilan.

Mengingat resiko dari virus ini yang begitu besar, maka mungkin inilah salah satu hal atau faktor yang membuat sebagian negara sampai menerapkan panduan atau anjuran pada warga wanita untuk menunda kehamilannya.

Virus Zika Berefek Serius terhadap Wanita Hamil

Menurut laman resmi Depkes RI dikatakan bahaya terbesar dari serangan Zika Virus justru muncul pada ibu hamil, karena ibu hamil yang positif memiliki virus tersebut kemungkinan bisa menularkan virus tersebut pada janin dalam kandungannya. Dan Zika Virus akan menyerang jaringan otot dan sistem saraf termasuk sistem saraf pusat di otak dari janin.

Menurut laman itu juga dikatakan hubungan infeksi virus Zika pada ibu hamil dengan kejadian cacat mikrosefalus. (ukuran otak yang kecil) pada bayi yang dilahirkan belum terbukti secara ilmiah, namun bukti ke arah itu semakin kuat.

Dalam temuan di Brazil yang diketahui sebagai salah satu kota di Amerika Latin dengan kasus Zika Virus yang tinggi pada tahun 2015, terjadi peningkatan signifikan kasus bayi yang lahir dengan cacat mikrosefalus.

Berdasarkan data pada tahun 2015, di Brazil secara keseluruhan ditemukan kasus Zika hingga ribuan temuan dengan 500 lebih kasus diderita oleh ibu hamil pada bulan desember lalu.

Dan dari angka tersebut ditemukan 150 kasus ibu hamil yang akhirnya melahirkan bayi dengan mikrosefalus. Menurut pemberitaan CNN secara total diperkirakan ada peningkatan bayi dengan mikrosefalus hingga 4000-an kasus sepanjang tahun 2015 hingga Januari 2016 ini.

penyebaran virus zika di dunia
Warna ungu adalah negara dengan endemik Zika Virus



Pengobatan dan Perawatan Virus Zika

Menurut situs WHO ( World Health Organization)

Sign and Symptom

Masa inkubasi (waktu dari paparan gejala) penyakit virus Zika tidak jelas, tetapi mungkin beberapa hari. Gejala yang mirip dengan infeksi arbovirus lainnya seperti demam berdarah, dan termasuk demam, ruam kulit, konjungtivitis, otot dan nyeri sendi, malaise, dan sakit kepala. Gejala-gejala ini biasanya ringan dan berlangsung selama 2-7 hari.


Complication

Setelah kajian komprehensif terbukti, ada konsensus ilmiah bahwa virus Zika adalah penyebab microcephaly dan sindrom Guillain-Barré. upaya intens terus menyelidiki hubungan antara virus Zika dan berbagai gangguan neurologis, dalam kerangka penelitian yang ketat.


Transmisi

Virus Zika terutama ditularkan ke orang melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti di daerah tropis. nyamuk aedes biasanya menggigit pada siang hari, memuncak pada pagi dan sore / malam.

Ini adalah nyamuk yang sama yang mentransmisikan penularan lewat darah, chikungunya dan demam kuning. penularan virus Zika seperti transfusi darah sedang diselidiki.

Diagnosa

Infeksi virus Zika dapat diduga berdasarkan gejala dan sejarah perjalanan (misalnya tinggal di atau perjalanan ke daerah dengan penularan virus Zika aktif). Diagnosis infeksi virus Zika hanya dapat dikonfirmasi melalui tes laboratorium pada darah atau cairan tubuh lainnya, seperti urin, saliva atau air mani.


Pengobatan

Penyakit virus Zika biasanya ringan dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Orang yang terjangkiti virus Zika harus :
  1. Banyak beristirahat.
  2. Minum cukup cairan elektrolit.
  3. Mengobati rasa sakit.
  4. Demam dengan obat-obatan umum. 

Jika gejala memburuk, mereka harus mencari perawatan medis. Saat ini belum ada vaksin yang tersedia.


Pencegahan

Gigitan Nyamuk

Perlindungan terhadap gigitan nyamuk adalah ukuran kunci untuk mencegah infeksi virus Zika. Hal ini dapat dilakukan dengan mengenakan pakaian (sebaiknya berwarna terang) yang melindungi tubuh mungkin; menggunakan penghalang fisik seperti layar jendela atau menutup pintu dan jendela; tidur di bawah kelambu; dan menggunakan obat nyamuk yang mengandung DEET, IR3535 atau icaridin sesuai dengan petunjuk label produk. 

Perhatian khusus dan bantuan harus diberikan kepada mereka yang mungkin tidak dapat melindungi diri mereka sendiri secara memadai, seperti anak-anak, orang sakit atau tua.

Wisatawan dan mereka yang tinggal di daerah yang terkena endemi virus Zika harus mengambil tindakan pencegahan dasar yang dijelaskan di atas untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Dianjurkan  menggunakan prinsip 3 M yaitu menutup wadah yang berisi air bersih agar potensi penyebaran dan perkembangbiakan nyamuk tercover yaitu di dalam dan sekitar rumah seperti ember, drum, pot, selokan, dan ban bekas tidak menjadi sarang nyamuk.

Masyarakat harus mendukung upaya pemerintah daerah untuk mengurangi nyamuk di wilayah mereka. Otoritas kesehatan juga dapat menyarankan bahwa penyemprotan insektisida harus dilakukan.


Transmisi Seksual

Penularan virus Zika telah didokumentasikan di beberapa negara yang berbeda. Untuk mengurangi resiko penularan seksual dan potensi komplikasi kehamilan terkait dengan infeksi virus Zika, mitra seksual wanita hamil ( Sang suami), yang tinggal di atau kembali dari daerah di mana transmisi virus lokal Zika (daerah endemik virus Zika) harus mempraktekkan seks aman (termasuk menggunakan kondom) atau menjauhkan diri dari aktifitas seks selama kehamilan.

Masyarakat yang tinggal di daerah di mana transmisi virus lokal Zika terjadi juga harus mempraktekkan seks aman atau menjauhkan diri dari aktivitas seksual.

penularan virus zika melalui seksual

Selain itu, orang yang kembali dari daerah mana penularan virus lokal Zika terjadi harus mengadopsi praktek seksual yang aman atau tidak melakukan hubungan seks selama minimal 8 minggu setelah mereka kembali, bahkan jika mereka tidak memiliki gejala.

Jika pria mengalami gejala virus Zika mereka harus mengadopsi praktek seksual yang lebih aman atau mempertimbangkan hubungan seksual selama minimal 6 bulan. Mereka merencanakan kehamilan harus menunggu setidaknya 8 minggu sebelum mencoba untuk hamil jika tidak ada gejala infeksi virus Zika muncul, atau 6 bulan jika salah satu atau kedua anggota pasangan yang terjangkiti virus Zika.

Pencegahan Virus Zika

Mencegah gigitan nyamuk adalah salah satu tindakan pencegahan awal yang bisa membantu Anda terhindar dari infeksi virus Zika.

jentik nyamuk pembawa vektor virus zika

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan saat berada di daerah yang terjangkit virus Zika, antara lain:
  1. Memastikan tempat yang Anda tinggali memiliki pendingin ruangan atau setidaknya memiliki tirai pintu dan jendela yang dapat mencegah nyamuk masuk ke ruangan.
  2. Gunakan kelambu pada tempat tidur jika area yang Anda kunjungi tidak memiliki hal di atas.
  3. Gunakan baju dan celana berlengan panjang
  4. Gunakan bahan penolak serangga yang terdaftar pada badan perlindungan lingkungan atau environmental protection agency (EPA), sesuai dengan instruksi yang tertera pada kemasan. Instruksi yang terlampir akan memberikan informasi mengenai pengaplikasian ulang, area pengaplikasian yang diperbolehkan, waktu dan durasi pengaplikasian.
  5. Bayi yang berusia di bawah dua bulan tidak diperkenankan menggunakan bahan penolak serangga ini sehingga Anda harus memastikan agar pakaian bayi dapat melindunginya dari gigitan nyamuk.
  6. Gunakan juga kelambu pada tempat tidur bayi, kereta dorong bayi, dan gendongan atau alat pengangkut bayi lainnya.
  7. Perhatikan area tubuh anak yang berusia lebih dewasa saat mengaplikasikan bahan penolak serangga. Hindari area tubuh yang terluka atau sedang mengalami iritasi, area mata, mulut, dan tangan.
  8. Pilihlah perawatan, pencucian, atau pemakaian pakaian serta peralatan yang menggunakan bahan dengan kandungan permethrin. Pelajari informasi produk dan instruksi penggunaan mengenai perlindungan yang diberikan. Hindari menggunakan produk ini pada kulit.
  9. Pelajari juga informasi mengenai daerah yang akan Anda kunjungi, seperti fasilitas kesehatan dan area luar ruangan terbuka sebelum waktu keberangkatan tiba, khususnya area yang terjangkit virus Zika.
  10. Lakukan tes virus Zika sekembalinya Anda, khususnya perempuan hamil, dari daerah penyebaran virus Zika.

Pengobatan Virus Zika

Pengobatan virus Zika difokuskan kepada upaya mengurangi gejala yang dirasakan oleh pasien karena vaksin serta obat-obatan penyembuh penyakit ini belum ditemukan. Pengobatan terhadap gejala yang dialami dapat berupa pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi, obat pereda rasa sakit untuk meredakan demam dan sakit kepala, serta istirahat yang cukup. 

Penggunaan aspirin dan obat anti peradangan nonsteroid lainnya tidak direkomendasikan sebelum kemungkinan pasien terkena dengue dapat dihilangkan.

Bagi pasien yang telah terinfeksi virus Zika diharapkan untuk menghindari gigitan nyamuk selama terjangkit virus ini karena virus Zika yang dapat bertahan lama di dalam darah penderita dapat menyebar ke orang lain melalui gigitan nyamuk.

Sumber:

  1. Alodokter
  2. Bidanku
  3. Wikipedia
  4. Deherba
  5. Shutterstock
  6. WHO ( World Health Organization)

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel