Penyembuhan Cereberal Palsy ( CP) Dengan Metode Bobath

Penyembuhan Cereberal Palsy ( CP) Dengan Metode Bobath

Metode Fisioterapi dengan NDT Bobath menangani Cerebral Palsy


Metode Bobath


Sobat secangkir terapi, metode penyembuhan Bobath atau NDT (Neuro Development Treatment) dikembangkan oleh bapak Karel dan ibu Bertha Bobath pada tahun 1997.

Mereka adalah sepasang suami - istri yang mempunyai keahlian di bidang neurologi (persarafan).

Dalam metodenya diketahui bahwa anak cerebral palsy muncul reflek patologis yang seharusnya umur 3 bulan reflek tersebut hilang namun dalam perkembangannya reflek tersebut masih timbul dan menghambat gerakan - gerakan normal tubuh.

Misal: Gerakkan menggenggam dengan kuat masih timbul (grasp reflek) ditandai dengan pola menggenggam abnormal bayi.

Deteksi dini pada bayi perlu diketahui untuk penanganan berlanjut dan meminimalisir kecacatan pada bayi.

Konsep dari metode Bobath yaitu menangani gangguan yang timbul pada saraf pusat bayi dan anak-anak, dimulai dengan penanganan secepatnya.

Metode Bobath efektifnya digunakan pada anak berusia dibawah 6 bulan. Namun tidak menutup kemungkinan penanganan metode bobath masih tepat digunakan pada anak diatas umur 6 bulan.

Kondisi umur juga menentukan berapa lama proses penyembuhan dengan metode ini, semakin lama umur anak maka potensi kesembuhan akan semakin panjang dan lama.

Sehingga kesabaran untuk melakukan terapi diperlukan keluarga dan terapis dalam mendukung kesembuhan pasien.

Terapi pasien cerebral palsy juga harus diketahui kondisi pasien dengan umur. Pasien dengan umur diatas 2 tahun biasanya akan timbul gerakan abnormal tubuh disertai dengan pemendekan otot (kontraktur otot) dan tingginya tonus otot. 

Saya terkadang menemukan anak CP dengan umur diatas 10 tahun dengan kondisi, spastik di area lengan dan tungkai.

Pola gerakan abnormal pada ekstremitas atas dan bawah, kontraktur sendi dan kontraktur otot, namun tonus otot mulai menghilang daripada anak yang berumur 2 tahun.

Hal demikian saya amati pola gerakan antara umur 2 tahun berbeda dengan anak umur 10 tahun.


menghilangkan kontraktur dengan teknik bobath


Tujuan Metode Bobath

1. Memperbaiki dan mencegah postur dan pola gerakan abnormal.
2. Mengajarkan postur dan pola gerak yang normal.



Prinsip Terapi dan Penanganan

1. Simetris dalam sikap dan gerakan
2. Seaktif mungkin mengikuti sertakan sisi yang sakit pada segala kegiatan.
3. Pemakaian gerakan-gerakan ADL dalam terapi.
4. Konsekuensi selama penanganan (ada tahap-tahap dalam terapi).
5. Pembelajaran bukan diarahkan pada gerakannya, tetapi pada perasaan gerakan.
6. Terapi dilakukan secara individu



Prinsip Bobath

  1. Kemampuan mekanik setelah mengalami lesi atau dengan menggunakan penanganan yang tepat memungkinkan untuk diperbaiki
  2. Lesi pada susunan saraf pusat menyebabkan gangguan fungsi secara keseluruhan namun dalam NDT yang ditangani adalah motorik.
  3. Spastisitas dalam NDT dipandang sebagai gangguan dari sikap yang normal dan kontrol gerakan.
  4. Gerakan otot yang normal dapat dilakukan jika tonus otot normal.
  5. Mekanisme Postural Reflex yang normal merupakan dasar gerakan yang normal.
  6. Otot kehilangan fungsi masing - masing gerakan dan pola.
  7. Gerakan dicetuskan di sensoris dilaksanakan oleh motorik dan dikontrol oleh sensoris.

Metode ini dimulai dengan mula-mula menekankan reflek-reflek abnormal yang patologis menjadi penghambat terjadinya gerakan-gerakan normal. 

Anak harus ditempatkan dalam sikap tertentu yang dinamakan Reflek Inhibiting Posture (RIP) yang bertujuan untuk menghambat tonus otot yang abnormal. 

Sehingga menyulitkan terapis dalam pengobatan pasien.


Cara Penanganan dan Menghambat Tonus Otot Abnormal Dengan Teknik RIP


1. Handling (pegangan)

Pegangan pasien yang tepat diperlukan untuk mempengaruhi tonus postural (tubuh), mengatur koordinasi, menginhibisi pola abnormal, dan memfasilitasi respon secara otomatis. 

Dengan handling yang tepat, tonus serta pola gerak yang abnormal dapat dicegah sesaat setelah terlihat tanda-tandanya.

2. Key Point of Control (KPoC)

KPoC yaitu titik yang digunakan terapis dalam melakukan inhibisi dan fasilitasi. KPoC harus dimulai dari proksimal ke distal (bergerak mulai dari kepala-leher-badan-kaki dan jari kaki ). 

Dengan bantuan KPoC, pola inhibisi dapat dilakukan pada pasien dengan cara kebalikan pola KPoC ( dari distal-proksimal) sehingga memudahkan terapis untuk melakukan inhibisi.

cara melakukan key point of control


Teknik Terapi Bobath

Metode Bobath mempunyai beberapa teknik : 

1) Inhibisi dari postur yang abnormal dan tonus otot yang dinamis.
2) Stimulasi terhadap otot-otot yang mengalami hipertonik.
3) Fasilitasi pola gerak normal (Rood, 2000).


1. Inhibisi

Inhibisi : usaha untuk menghambat dan menurunkan tonus otot. 

Tekniknya disebut Reflex Inhibitory Pattern. Perubahan tonus postural menyebabkan dapat bergerak lebih normal dengan menghambat pola gerak abnormal menjadi sikap tubuh yang normal dengan menggunakan teknik "Reflex Inhibitory Pattern".



Cara Melakukan Inhibisi

Caranya dengan Inhibisi dari postur yang abnormal dan tonus otot yang dinamis. Dengan bantuan KPoC maka inhibisi dapat dilakukan dengan cara kebalikan pola KPoC. Yaitu dari distal ke proksimal.




2. Fasilitasi

Fasilitasi : usaha untuk mempermudah reaksi-reaksi automatik dan gerak motorik yang sempurna pada tonus otot normal. Tekniknya disebut “Key Point of Control”.



Fungsi Fasilitasi

Fasilitasi berfungsi untuk stimulasi otot - otot yang mengalami hipertonik.


Tujuanya fasilitasi

a. Untuk memperbaiki tonus postural yang normal.
b. Untuk memelihara dan mengembalikan kualitas tonus normal.
c. Untuk memudahkan gerakan-gerakan yang disengaja, diperlukan dalam aktivitas sehari-hari.




3. Stimulasi

Stimulasi (rangsangan) : usaha untuk memperkuat dan meningkatkan tonus otot melalui propioseptik dan taktil. Berguna untuk meningkatkan reaksi pada anak, memelihara posisi dan pola gerak yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi secara automatic. 

Teknik stimulasi


  • Tapping: Ditujukan pada group otot antagonis dari otot yang spastic. 
  • Placcing dan Holding: Penempatan pegangan. 
  • Placing Weight Bearing: Penumpukan berat badan.

cara melakukan stimulasi cerebra palsy



Tahap Dasar Latihan Bobath dibagi menjadi 4 tahapan


1. Latihan mengontrol kepala dan tangan

Latihan mengontrol kepala dan tangan sangat penting sebagai tahap awal dari latihan selanjutnya. Mengangkat dan menahan kepala serta badan melalui penumpuan tangan berguna untuk persiapan berguling, merangkak dan duduk.

2. Latihan mengontrol badan untuk duduk

Pada tahap ini, anak diajarkan untuk mempertahankan badannya tetap tegak sewaktu ia bergerak bersandar pada tangannya. Posisi duduk akan membuat anak mampu melihat kedua tangannya dan mempergunakannya. 

Tujuan latihan pada tahap ini yaitu agar anak dapat beraktivitas ke segala arah pada saat duduk, mempersiapkan diri untuk berdiri dan jongkok dari posisi duduk, dan beraktivitas dari posisi duduk ke merangkak.

3. Latihan untuk mengontrol tungkai untuk berdiri dan berjalan

Tujuan yang ingin dicapai pada tahap ini yaitu agar anak dapat mempersiapkan tungkainya dari duduk berlutut untuk selanjutnya berdiri. 

4. Edukasi keluarga

Edukasi diperlukan untuk mengajarkan dan menginformasikan kepada keluarga untuk melatih anak dengan teratur dan penuh kasih sayang di rumah agar anak lebih cepat mandiri. 

Keluarga atau orang tua diajarkan untuk menggerakkan sendi secara penuh setiap hari sekitar 3 kali per sendi tanpa disertai dengan gerakan paksaan. Hal ini untuk memelihara jarak gerak sendi anak dan untuk mencegah kekakuan.

DONASI LEWAT PAYPAL Mohon bantu berikan donasi apabila artikel ini memberikan manfaat. Donasi akan kami gunakan untuk pengembangan dan hidup yang lebih baik. Terima kasih.