Penyebab Buta Warna Pada Usia Muda dan Dewasa

buta warna segaa umur




Penyebab Buta Warna

Sobat secangkir terapi, buta warna banyak dikeluhkan oleh beberapa orang. Dewasa ini banyak kasus buta warna disebabkan oleh beberapa faktor general yaitu faktor genetika dan faktor khusus yaitu disebabkan oleh trauma dan lingkungan.

Bebicara mengenai penyebab buta warna adalah sebagai berikut:

Pertama adalah faktor keturunan

Buta warna bawaan disebabkan adanya mutasi dalam kromosom X yang diturunkan ayah atau ibu. Kasus buta warna lebih banyak terjadi pada laki-laki.

Mengapa?

Karena laki-laki yang terbentuk dari kromosom XY hanya mempunyai satu kromosom X.

Dengan demikian, jika kromosom X-nya terganggu atau rusak, maka dia berpotensi lebih besar mengalami buta warna.

Sementara itu, perempuan yang terbentuk dari kromosom XX, jika salah satu kromosom X-nya mengalami gangguan, masih ada satu kromosom X lagi sehingga ia hanya menjadi pembawa sifat (carrier) buta warna.

Kedua adalah faktor trauma

Hal ini biasanya terjadi ketika anak mengalami kerusakan retina atau cedera (trauma) pada otak yang menyebabkan pembengkakan di lobus occipital.

Kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet karena tidak menggunakan pelindung mata secara benar juga bisa menyebabkan buta warna.

Menurut dr Amyta Miranty, Sp M, Presiden Direktur RS Mata Aini, Jakarta, orangtua perlu waspada dan segera memeriksakan anaknya bila tidak bisa membedakan warna atau salah menyebutkan warna meski sudah sering diajarkan. 

Perhatikan juga riwayat keluarga, apakah ada anggota keluarga yang mengalami buta warna.

Orangtua bisa melakukan pemeriksaan buta warna sendiri di rumah. Caranya, campurkan benang wol beraneka warna.

Kemudian, minta anak mengambil benang warna tertentu. Jika ia tampak bingung, maka sekecil apa pun kecurigaan, tak ada salahnya untuk dikonsultasikan pada dokter mata.

Untuk memastikan kasus buta warna, dokter mata umumnya akan melakukan tes hara dengan buku berisi kombinasi berbagai warna.

Biasanya juga akan dilakukan tes penunjang, seperti pemeriksaan organ mata, dan sebagainya.

Kerusakan itu secara umum tak hanya terkait dengan keluhan buta warna, tetapi juga pada hal lain, semisal ketajaman penglihatan, luas pandang, dan sebagainya.

Yang perlu disadari, anak penderita buta warna tidak mengalami hambatan secara fisik dan kesehatan. Anak tetap dapat hidup, beraktivitas, bersekolah, berkarier, dan sebagainya.

Orangtua bisa mengarahkan anak pada bidang-bidang profesi yang tidak membutuhkan keahlian warna secara dominan.

Contoh kasus buta warna usia muda dan dewasa

Perlu diwaspadai untuk gangguan buta warna pada usia muda, disebabkan karena faktor trauma dan lingkungan. Faktor cahaya matahari yang langsung mengenai mata tanpa alat pelindung berpotensi menimbulkan gejala buta warna. 

Ada kasus di Rumah Sakit bahwa seorang pekerja di Perusahaan Tambang Batu Bara milik PT. Conch  mengalami cedera di retina akibat trauma oleh mesin pemotong baja.

Kondisi dia mengalami kerusakan retina atau cedera (trauma) pada otak yang menyebabkan pembengkakan di lobus occipital sehingga dia tidak bisa melihat secara normal disamping itu dia ada gangguan dengan penglihatan warna dan kesulitan untuk membedakan warna.

Maka jaga mata Anda dari kerusakan yang diakibatkan oleh faktor lingkungan dan trauma mata.

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel