Mengenal Hipotensi (tekanan darah rendah)

penyebab tensi rendah dan pusing


Tensi Rendah (Hipotensi)

Sobat secangkir terapi, Hipotensi adalah keadaan dimana tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal dan biasa disebut dengan tekanan darah rendah.

Sewaktu darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan pada dinding arteri yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah.

Ada dua ukuran yang digunakan dalam tekanan darah, yaitu tekanan sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). Tekanan darah yang normal adalah antara 90/60 dan 140/90.

Penderita hipotensi memiliki tekanan darah di bawah 90/60, sedangkan jika tekanan darah di atas 140/90 maka orang tersebut menderita hipertensi.

Gejala Tensi Rendah

Gejala Hipotensi (tekanan darah rendah) adalah sebagai berikut :
  1. Jantung berdebar kencang atau tidak teratur.
  2. Pusing.
  3. Lemas.
  4. Mual.
  5. Pingsan.
  6. Kehilangan keseimbangan tubuh.
  7. Tubuh menjadi goyang dan sempoyongan.
  8. Pandangan buram.
  9. Mata berkunang - kunang.
  10. Sewaktu berjalan terasa tidak ada pijakan di telapak kaki.


Penyebab Tensi Rendah

Penyebab hipotensi banyak dikeluhkan oleh beberapa orang karena beberapa sebab:
  1. Faktor keturunan.
  2. Faktor aktifitas.
  3. Faktor cuaca.
  4. Faktor usia.
  5. Faktor makanan.
  6. Faktor pikiran.


Perawatan Tensi Rendah

Faktor cuaca yang ekstrim menyebabkan tekanan darah manusia berubah sepanjang waktu, cuaca yang panas penyebab tekanan darah menjadi rendah dari biasanya. 

Disamping itu, aktivitas atau kegiatan menyebabkan tensi berubah. Orang yang bekerja keras dari biasanya akan menyebabkan tensi-nya turun dan drop disebabkan karena faktor kecapean dan letih bekerja. 

Tekanan darah pada malam hari akan menurun seiring menurunnya aktivitas kita dan tekanan darah akan naik jika pagi hari sampai sore kita gunakan untuk aktifitas bekerja.

Orang yang sedang santai atau rajin berolahraga juga umumnya mempunyai tekanan darah yang lebih rendah. Sebenarnya tekanan darah bisa berubah sepanjang hari, tergantung dari kegiatan yang sedang dilakukan dan hal ini dianggap normal.

Usia adalah penyebab tensi mengalami perubahan. Orang dewasa dan tua kebanyakan mempunyai riwayat tensi tinggi dan anak muda atau anak kecil mempunyai riwayat tensi rendah. Tapi tidak menutup kemungkinan orang tua dan dewasa bisa mengalami tekanan darah rendah.

Makanan yang dimakan menyebabkan tensi manusia berubah.

Konsumsi mentimun dan belimbing wuluh dapat menurunkan tensi dan kelebihan konsumsi makanan tersebut, berakibat terjadinya hipotensi.

Selain itu disaat Anda baru saja makan, tekanan darah akan menurun karena banyak darah yang akan mengalir menuju saluran pencernaan untuk mencerna dan menyerap makanan.

Faktor pikiran memainkan peran terpenting dalam kestabilan tekanan darah.

Orang yang lagi galau, rindu atau kangen, lagi bete, tidak mood menyebabkan tekanan darah tidak stabil dalam tubuhnya.

Sehingga darah turun ke jantung lebih cepat berakibat terjadinya hipotensi, ditandai dengan lemas, cepat lapar, pengen makan terus (seperti ngidam) dan jantung berdebar kencang tidak teratur.



Kondisi Tensi Rendah

Hipotensi bisa diakibatkan oleh kondisi atau penyakit tertentu, beberapa di antaranya adalah:
  1. Hipotensi ortostatik. Gejala hipotensi ortostatik biasanya muncul saat Anda berubah posisi secara tiba-tiba. Seseorang dengan hipotensi ortostatik mengalami penurunan tekanan darah sistolik sebanyak 15-30 mm Hg ketika berdiri dari posisi duduk atau berbaring.
  2. Dehidrasi. Dehidrasi terjadi akibat tubuh kekurangan cairan dan bisa disebabkan oleh kurang minum, puasa atau diare.
  3. Efek samping pengobatan. Ada beberapa obat yang bisa menurunkan tekanan darah, seperti obat antidepresi dan obat anti-hipertensi seperti alpha-blocker dan beta-blocker.
  4. Anemia. Anemia menyebabkan jumlah sel darah merah berada di bawah normal. Salah satu gejala anemia adalah tekanan darah rendah.
  5. Ketidakseimbangan hormon. Penyakit seperti diabetes atau penyakit Addison menyebabkan gangguan produksi hormon. Hal ini bisa berdampak pada keseimbangan kadar air dan mineral tubuh, serta tekanan darah.
  6. Penyakit saraf. Penyakit saraf seperti penyakit Parkinson dapat menyebabkan hipotensi ketika menjangkiti sistem saraf yang mengontrol fungsi tubuh otonom seperti mengendalikan tekanan darah.
  7. Syok dan cedera serius. Jika Anda mengalami cedera serius dan terkena syok misalnya akibat pendarahan yang hebat, tekanan darah akan menurun drastis.
  8. Penyakit jantung. Penyakit parah seperti penyakit jantung menyebabkan darah tidak bisa dipompa dengan baik oleh jantung ke seluruh tubuh. Akibatnya, tekanan darah pun menurun.
  9. Kehamilan. Tekanan darah pada wanita hamil biasanya lebih rendah karena sistem peredaran darahnya yang berkembang dengan cepat.
Untuk mengatasi hipotensi atau tekanan darah rendah ikuti terapi klik disini.   Semoga bisa membantu keluhan Anda terimakasih.


Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel