Cara Pemeriksaan Kepadatan Tulang

cara memeriksa kepadatan tulang dengan alat BMD



Kepadatan Tulang


Sobat secangkir terapi, pemeriksaan tulang lebih dini bagus untuk mengetahui derajat kepadatan tulang. Alat untuk mengukur derajat kepadatan tulang menggunakan Bone Mineral Density (BMD).

BMD digunakan untuk mengukur kepadatan tulang dan umumnya berkorelasi dengan kekuatan tulang dan digunakan untuk mendiagnosis osteoporosis.

Kepadatan tulang berpengaruh sekali terhadap kekuatan tulang kita. Sehingga resiko terjadinya fraktur atau patah tulang dapat di minalisir sejak dini. 

Masa tulang terdiri dari kalsium sebagai dasar pembentukan tulang yang kuat. Kerapatan tulang juga bisa dilihat dengan alat BMD. 


Cara pemeriksaan Kepadatan Tulang dengan BMD (Bone Mineral Density)


1. Penggunaan BMD

Alat BMD diukur dengan test x-ray absorbsiometri energi ganda disebut sebagai scan dxa. 

Pemeriksaan BMD DXA dilakukan dengan menggunakan pesawat yang memanfaatkan sinar X dengan dosis sinar X yang sangat kecil sehingga aman untuk digunakan dan digunakan untuk mendeteksi kasus osteoporosis sejak dini.

2. Pemeriksaan BMD

Pemeriksaan BMD ditunjukkan pada 3 lokasi atau titik seperti tulang belakang bagian bawah (pinggang), paha atas dan pergelangan tangan.

Pemeriksaan ketiga tempat tersebut dilakukan dalam waktu yang sama dan dapat juga dilakukan pada seluruh tubuh.

3. Persiapan Untuk Pemeriksaan

Tidak memerlukan persiapan khusus,tetapi dalam satu minggu sebelum pemeriksaan tidak melakukan pemeriksaan radiologi lainnya yang menggunakan kontras.

Hal ini juga untuk mencegah terjadinya kesalahan interpretasi hasil.

4. Proses Pemeriksaan BMD DXA

Pemeriksaan BMD memerlukan waktu antara 15-30 menit.

Selama pemeriksaan orang yang diperiksa berbaring pada meja BMD DXA scanner dan mesin tersebut akan mengambil gambar-gambar tulang.

Kemudian komputer akan mengolahnya dan menghitung densitas tulang.

5. Hasil Dari Alat BMD DXA

Hasil dari BMD adalah:

  •  angka T score diantara -1 sampai +1 ditetapkan sebagai angka normal
  •  angka T score: -2,5 akan tetapi lebih kecil dari -1,0 didefinisikan sebagai osteopenia (massa tulang rendah). 
  • angka T score :  -2,5 disebut osteoporosis
alat pemeiksa kepadatan tulang
Pemeriksaan BMD



Hasil dari Test Kepadatan Tulang

Penting untuk diingat bahwa tes BMD tidak dapat memprediksi dengan pasti kapan dimulainya proses patah tulang. Ini hanya dapat memprediksi risiko. Tes kepadatan tulang tidak sama dengan scan tulang, yang merupakan tes kedokteran yang digunakan untuk mendeteksi tumor, kanker, patah tulang, dan infeksi pada tulang.

Massa tulang yang rendah (secara medis disebut osteopenia).

Bila nilai BMD yang lebih besar dari 1 deviasi standar tetapi kurang dari 2,5 standar deviasi terhadap rata-rata orang dewasa.

Laporan ini menunjukkan skor T antara -1 dan -2,5, yang berarti meningkatkan risiko patah tulang tetapi tidak memenuhi kriteria untuk osteoporosis.

Untuk Tes Kepadatan Mineral Tulang (Bone Mineral Density) umumnya berkorelasi dengan kekuatan tulang dan digunakan untuk mendiagnosis osteoporosis. 

BMD diukur dengan tes x-ray absorptiometry energi ganda (disebut sebagai scan DXA).

Dengan mengukur BMD, memungkinkan untuk memprediksi risiko patah tulang. Ini sama halnya dengan dengan mengukur tekanan darah untuk membantu memprediksi risiko stroke.

Hasil tes dinyatakan normal bila statistik BMD menunjukkan skor T antara 1 dan -1, dengan standar deviasi 1 dibanding rata-rata orang dewasa.

Untuk pengukuran Osteoporosis:  Nilai BMD 2,5 atau standar deviasi bawah lebih besar dari massa tulang puncak dewasa rata-rata muda. BMD dalam kisaran ini menandakan risiko patah tulang lebih tinggi daripada osteopenia. Laporan ini menunjukkan skor T -2,5 atau lebih rendah.


Osteoporosis dapat dilihat dari alat BMD
Gambar Tulang Keropos


Saran dan Informasi

*Informasi Pemeriksaan Kepadatan Tulang ( BMD ). Tanyakan Rumah Sakit ( RS ) terdekat atau RS tipe A untuk keberadaan alat tersebut.

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel