Pertolongan Pertama Pada Korban Kecelakaan Kendaraan Bermotor

Pertolongan pada korban kecelakaan kendaraan


Sobat secangkir terapi, bila Anda menemukan kejadian kecelakaan sepeda motor ikuti standar operasional prosedur D.R.S.A.B.C standar untuk secara efektif mengelola baik korban dan lokasi kecelakaan.

Untuk pertolongan pertama perlu mempertimbangkan banyak hal dan bertindak cepat untuk mengamankan tempat kejadian, mengirim seseorang untuk mengendalikan lalu lintas.

Memindahkan korban ke tempat yang nyaman dengan teknik aman, memanggil unit gawat darurat (UGD) untuk layanan darurat dan melakukan evakuasi korban.

Saya beri tutorial tentang SOP D.R.S.ABCD seperti saya rangkum di bawah :


SOP / Standar Operasional Prosedur D.R.S.A.B.C.D




1. D - Danger = Bahaya


Periksa tubuh korban terdapat cidera dimana! mengangkat korban yang salah mengakibatkan cidera bertambah serius. Evakuaasi korban ke tempat yang aman dari bahaya pengguna jalan yang lain.




2. R - Response = Merespon

Periksa apakah korban sadar atau tidak sadar - tekniknya ajak bicara, sentuh dan dengarkan.




3. S - Send = Kirim untuk bantuan


Memanggil layanan darurat / UGD 112 dan ambulan 118




4. A - Airway = Perhatikan jalan napas

Periksa penghalang di saluran napas. Jika napas korban ada sumbatan dan susah bernapas lepas penghalang itu.



5. B - Breathing = Beri pernapasan buatan

Melihat, mendengar & merasakan. Jika tidak bernapas lepas helm dan memulai CPR



6. C -  CPR = Memberi kompresi / tekanan pompa di dada ditambah napas buatan


Mulailah dengan 30 kompresi dada dengan keras dan cepat kemudian beri 2 napas buatan perbandingan adalah 30 : 2



7. D - Defibrillation = Berikan sengatan listrik atau alat kejut listrik ke dada


Khususnya area jantung, jika korban sudah lemah sekali detak jantung. Jika tidak ada cukup beri CPR.




Perdarahan dan Patah Tulang

Dalam banyak kasus pertolongan pertama adalah langkah terbaik untuk menjaga korban dari kecacatan serius dengan memperhatikan cedera yang dialami.

Kesalahan mengangkat tubuh korban berakibat memperparah post trauma seperti patah di tulang belakang, patah di leher, patah di siku, patah di betis, dll.

Tips terbaik  ketika pasien sadar yaitu  tanyakan letak sakit di tubuh yang mana saat pasien mengerang kesakitan.

Sehingga sewaktu evakuasi ke tempat yang aman dan posisi mengangkat tubuh pasien tidak membebani cedera dan bertambahnya patah di tulang oleh karena salah sewaktu mengangkat korban.

Gambar WikiHow


Pasien Tidak Sadar

Jika pasien tidak sadar, cari tahu dimana lokasi trauma dengan memperhatikan bagian tubuh yang tergores atau cidera. angkat di luar bagian tubuh itu untuk evakuasi ke tempat yang aman.

Luka trauma dan keluarnya darah dengan deras harus segera ditutup karena dapat mengakibatkan hilangnya darah dan mengakibatkan kematian.

Teknik menutup luka dengan kasa atau perban steril di area luka dengan memberikan tekanan kuat agar darah tidak keluar.

Tidak Ada Perban

Jika tidak ada perban, gunakan potongan baju untuk menutup luka tersebut.


Syok Karena Trauma

Untuk meminimalkan dampak fisik kejutan emosional dan tekanan darah, jaga agar korban tetap tenang dan diam. Ini penting bahwa Anda memberikan jaminan dan tetap menenangkan diri.

Tunggu Unit Gawat Darurat Datang

Pastikan bahwa kondisi pasien sudah ditangani dengan benar, selanjutnya tahap perawatan pasien menunggu kedatangan ambulan UGD, Layanan UGD 24 Jam Non Stop.


ambulance membantu evakuasi korban kecelakaan di jalan raya

Jika tempat UGD terlalu jauh dari lokasi Anda, maka harus membawa korban dengan pickup bak terbuka, beri matras, kompres es dan penghilang nyeri.

Segera Bebat Patah Tulang

Bebat patah tulang dengan benar, hindari terlalu banyak guncangan pada pasien saat Anda mengendarainya dan biarkan UGD yang melanjutkan perawatn korban selanjutnya.


Info Terkait

Previous
Next Post »